Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Imigrasi Tanjung Uban Tahan WNA Asal China, Urus Paspor Pake Identitas Palsu
    13 jam lalu
    Terkait Sertifikasi K3, KPK Periksa Beberapa Pimpinan Perusahaan di Batam
    13 jam lalu
    242 KK Telah Menempati Kawasan Hunian Baru di Rempang Eco-City
    1 hari lalu
    Terlibat Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur, WNA Malaysia Ditangkap Polisi
    1 hari lalu
    UPTD PPA Batam Berikan Konseling Pada Anak Terindikasi Jaringan Terosrisme
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
    2 hari lalu
    Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
    2 hari lalu
    Disdik Batam Mau Rehab Sekolah dan Bangun Ruang Kelas Baru Tahun Ini
    2 hari lalu
    Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
    3 hari lalu
    FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    1 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    2 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Kisah Toni Ruttimann ; Jembatan Rusak & Denda yang Harus Diterima

Editor Redaksi 10 tahun lalu 2.5k disimak
Foto jembatan rusak di Sanghiyang, Lebak - Banten

KISAH perjuangan para siswa Sekolah Dasar (SD) Sanghiang, Lebak, Provinsi Banten yang harus meniti jembatan rusak untuk pergi ke sekolah sempat jadi berita viral beberapa waktu lalu. Foto-Foto aksi para siswa yang harus berjuang meniti jembatan rusak itu, tersebar di mana-mana.

Daftar Isi
“Toni datang ke negeri kita karena ia melihat begitu banyak anak-anak di negeri ini bergelantungan harus pergi sekolah menyeberangi sungai dengan jembatan yang rusak. Karena keadaan ini, Toni Ruttiman datang ke negeri kita,” tulis Imam.“Saya yang ikut terlibat dan mengikuti betapa sulitnya mengurus proses administrasi import barang bantuan ini merasa kesal menghadapi birokrasi yang begitu ruwet dan lambat ini, walaupun untuk import barang bantuan sekalipun,” ucap Imam.

Lantas setelah itu, bagaimana?

Cerita kesulitan para siswa di sana, ternyata menggugah hati seorang pria berkebangsaan Swiss bernama Toni Ruttimann. Dengan sukarela, ia datang ke lokasi dan membangun jembatan rusak tersebut. Kini risiko nyawa melayang saat hendak pergi ke sekolah, tidak mengintai lagi anak-anak di SD Sanghiang, Lebak – Banten.

Toni Ruttimann ternyata tidak hanya membangun jembatan rusak di Sanghiang, Lebak.

Foto : Toni Ruttimann
Foto : Toni Ruttimann

Sosiolog sekaligus dosen FISIP Universitas Indonesia, Imam B Prasodjo melalui akun Facebooknya menceritakan perjuangan Toni Ruttimann membangun jembatan-jembatan kecil di Indonesia agar masyarakat di daerah terpencil tidak lagi kesulitan akses jalan.

Menurut Imam, Toni Ruttimann diam-diam sudah tiga tahun keluar masuk kampung wilayah terpencil di Indonesia, mengajak warga bergotong royong membangun jembatan gantung sendiri karena akses jalan terputus.

 


“Toni datang ke negeri kita karena ia melihat begitu banyak anak-anak di negeri ini bergelantungan harus pergi sekolah menyeberangi sungai dengan jembatan yang rusak. Karena keadaan ini, Toni Ruttiman datang ke negeri kita,” tulis Imam.

 

toni-ruttimann-01
Foto : memim.com

IMAM menulis, untuk membuat sebuah jembatan, Toni mengumpulkan bahan-bahan jembatan gantung dari negerinya Swiss. Dia mengupayakan bantuan pipa dari perusahaan ternama yang pemiliknya ia kenal baik (seperti Tenaris) agar bersedia mengirim bantuan pipa tiang jembatan dari Argentina ke Indonesia.

Toni juga merekrut beberapa tenaga kerja Indonesia untuk dijadikan stafnya agar membantu semua upaya ini. “Saat ini seorang pemuda bernama Suntana, dengan setia membantu misi kemanusiaan Toni yang tengah ia jalankan,” tulis Imam lagi.

Dengan cara diam-diam, kini Toni Ruttiman telah berhasil memasang 61 jembatan gantung di berbagai daerah termasuk Banten, Jabar, Jateng, Jatim, dan bahkan hingga Sulawesi, Maluku Utara dan NTT.

Namun menurut Imam, upaya itu tidak mudah. Pengiriman bantuan malah terhambat. Bantuan bahan jembatan seperti wirerope (kabel pancang) yang selama tiga tahun telah secara rutin ia kirim dari Swiss terhambat oleh lambannya birokrasi.

Padahal Menurut Imam, Presiden Jokowi justru tengah keras-kerasnya mendorong agar arus barang impor lancar. Namun kenyataannya sangat lamban.


“Saya yang ikut terlibat dan mengikuti betapa sulitnya mengurus proses administrasi import barang bantuan ini merasa kesal menghadapi birokrasi yang begitu ruwet dan lambat ini, walaupun untuk import barang bantuan sekalipun,” ucap Imam.

 

Foto : Toni Ruttimann
Foto : Toni Ruttimann

Akhirnya, Suntana, asisten Toni di Indonesia bercerita kepada Imam Prasodjo tentang sulitnya proses pengurusan barang bantuan yang berakhir dengan denda yang harus dibayar. Denda yang harus dibayarkan mencapai ratusan juta rupiah. Imam pun ikut menyertakan surat Suntana kepadanya dalam postingan Facebook nya itu.

Malam Pak Imam,

Malam ini saya dapat dua informasi perihal update proses import donasi wirerope untuk program bantuan jembatan gantung dari Toni Ruttiman di Indonesia yang memakan waktu lebih dari 2 bulan sejak container tiba di Tanjung Priok karena lamanya proses rekomendasi dari kementrian-kementrian terkait yg harus ditempuh untuk proses hibah ini.

Pertama, atas bantuan dan upaya rekan-rekan di Bea cukai Tanjung Priok, biaya storage 3 kontainer donasi wirerope untuk Program Bantuan Jembatan Gantung Toni Ruttiman di Indonesia yg sudah tiba di pelabuhan Tanjung Priok sejak tgl 16 Juli 2016 sampai dengan hari ini 26 September 2016 akhirnya dibebaskan biaya penyimpanan.

Tagihan storage tersebut pertanggal 19 September 2016 sebesar Rp84.036.410,-
Kedua, untuk proses permintaan pengurangan/penghapusan tagihan denda demurrage (batas waktu container) atas 3 container tsb dari pihak pelayaran masih memerlukan waktu yg lebih lama semantara biaya untuk denda demurrage terus berjalan perhari sedangkan untuk mengeluarkan kontainer dari area penyimpanan kita memerlukan dana yg tidak sedikit.

Saya lampirkan tagihan demmurage per tgl 19 September 2016 adalah Rp169.890.000,- dan konfimasi terbaru tagihan demmurage per hari ini 26 September 2016 adalah Rp 195.650.000,-

Mohon kiranya Bapak bisa mencarikan solusi terbaik untuk permasalahan yg kami hadapi saat ini demi terus berlangsungnya Program Bantuan Jembatan Gantung Toni Rutiimann untuk masyarakat dan anak2 Indonesia di pelosok tanah air yang menantikan sarana penyebrangan untuk aktifitas sehari-hari.

Salam dan Hormat

Suntana Juhana
Team Jembatan Toni Ruttimann

Imam B Prasodjo mengaku terpukul membaca surat tersebut. Namun, dia merasa lebih terpukul lagi setelah membaca surat dari Toni Ruttiman yang dikirim melalui email. Isinya menyatakan bahwa ingin menyudahi upaya bantuan yang dia lakukan setelah periode bantuan tersebut selesai

“Semoga ia masih bisa dibujuk untuk bertahan tinggal di negeri ini,” kata Imam.

Selanjutnya dalam tulisannya Imam mengaku malu menghadapi kejadian tesebut. “Saya ingin sekali berteriak sekerasnya mewakili rakyat yang selama ini masih mengharapkan bantuan Toni Ruttiman. Maukah pemerintah mengambil alih denda yang harus dibayar ini?” tulis Imam.

“Saya juga terfikir, bisakah kita bersama-sama urunan untuk mengganti denda demmurage agar kita sebagai bangsa setidaknya memiliki harga diri? Entahlah!” ujarnya.

 

Kaitan imam b prasodjo, jembatan rusak, pembangun jembatan, toni ruttimann
Redaksi 6 Oktober 2016 6 Oktober 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rp15,6 Triliun UntukPercepat Program Sejuta Rumah
Artikel Selanjutnya Belasan Pesawat Tempur dengan Bom Aktif Disiapkan di Natuna

APA YANG BARU?

Imigrasi Tanjung Uban Tahan WNA Asal China, Urus Paspor Pake Identitas Palsu
Artikel 13 jam lalu 124 disimak
Terkait Sertifikasi K3, KPK Periksa Beberapa Pimpinan Perusahaan di Batam
Artikel 13 jam lalu 156 disimak
242 KK Telah Menempati Kawasan Hunian Baru di Rempang Eco-City
Artikel 1 hari lalu 193 disimak
Terlibat Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur, WNA Malaysia Ditangkap Polisi
Artikel 1 hari lalu 170 disimak
UPTD PPA Batam Berikan Konseling Pada Anak Terindikasi Jaringan Terosrisme
Artikel 1 hari lalu 206 disimak

POPULER PEKAN INI

Cuaca Batam Berawan, Potensi Hujan Petir (10–11 Mei 2026)
Artikel 5 hari lalu 748 disimak
“Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
Histori 5 hari lalu 704 disimak
MAN Insan Cendekia Batam Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kepri
Pendidikan 5 hari lalu 663 disimak
Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
Sports 5 hari lalu 530 disimak
Pertamax 92 Langka di Batam, Pertamina; Akibat Kendala Sandar Kapal
Artikel 5 hari lalu 509 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?