Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    BP Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang
    1 jam lalu
    Komisi III DPR RI Soroti Tuntutan Hukuman Mati ABK Kapal Pembawa Sabu
    4 jam lalu
    Siaga Karhutla, BPBD Batam Terima Bantuan Dari BNPB
    7 jam lalu
    MBG Ramadan di Batam ; 1 Biskuit-Setengah Jagung, SPPG Ditegur
    16 jam lalu
    KTP Luar Daerah Tidak Bisa Urus Kartu Kuning di Batam per 1 Maret 2026
    16 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    16 jam lalu
    Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
    2 hari lalu
    Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
    3 hari lalu
    Progres Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Terus Berjalan
    4 hari lalu
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    7 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 hari lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Kisah Windy Yang Buta dan Grepy Yang Tidak Punya Tempat Tinggal

Editor Admin 9 tahun lalu 1.5k disimak
Windy, Foto: Dokumentasi BOSF

NAMANYA Windy. Tatapan mata kosong. Beberapa kali petugas mencoba memberi makanan, berkali pula tangannya gagal menangkap makanan itu. Windy adalah orangutan Kalimantan betina, asal Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ia kini buta permanen.

Windy tak bisa lagi menghirup udara bebas di hutan, seperti dulu. Kini, ia tinggal di kandang berukuran 1,5 x 1,5 meter, hidup tergantung pada perawatan Yayasan BOSF Nyaru Menteng.

Cerita bermula pada 2012. Kala itu, beberapa pekerja perkebunan sawit PT BGA mendatangi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Mereka tergesa-gesa membawa Windy dalam kotak kayu.

Monterado Friedman, Koordinator Edukasi dan Komunikasi BOSF Nyaru Menteng mengatakan, mereka sudah menangkap Windy satu atau dua hari sebelumnya karena orangutan ini masuk ke konsesi perkebunan sawit.

Sayangnya,  mungkin ketidaktahuan penanganan orangutan Windy ditangkap dengan kondisi tangan terikat. Kondisi lemah karena dehidrasi.

“Kita terima, saat pertama kali melihat Windy, ada beberapa luka fisik di tubuhnya,” katanya, beberapa waktu lalu.

Agung, biasa disapa mengatakan, sebelum menerima Windy sudah menjelaskan kepada BGA bahwa BOSF sebenarnya tak menerima orangutan umur lebih empat tahun. Apalagi jika orangutan liar. Paling memungkinkan orangutan harus translokasi, ke hutan lebih aman.

“Windy datang dengan kondisi luka. Jadi kewajiban kami menyembuhkan luka dulu, setelah itu kami translokasi. Saat itu Windy dititipkan di BOSF. Setelah dua tiga hari, kita periksa, cek lengkap. Melihat gelagat, orangutan ini lemah, saat melihat buah, pandangan tak fokus,” katanya.

Hasil pemeriksaan tim medis BOSF mencengangkan. Ternyata di tubuh Windy ditemukan delapan peluru senapan angin kaliber empat milimeter . Empat persis di sebelah kiri mata. Hasil pemeriksaan dokter hewan kala itu menyatakan Windy mengalami kerusakan permanen pada jaringan mata.

“Ia melihat buah, suka salah mengambil. Sensorik jaringan tak berfungsi dengan baik. Setelah beberapa hari diistirahatkan, pengecekan lagi, diantaranya cek mata. Kebetulan juga waktu itu ada relawan dokter mata dari Amerika sedang memberikan pelatihan kepada teman-teman medis di Nyaru Menteng. Akhirnya diketahui, Windy cacat akibat senapan angin dan hantaman benda tumpul,” katanya.

Saat itu pula, BOSF Nyaru Menteng memberitahukan kondisi Windy kepada manajemen BGA. Bahwa BOSF tak mungkin bisa melepasliarkan Windy karena cacat permanen. Peraturan pemerintah Indonesia dan IUCN menyebutkan, orangutan buta, tuli, dan cacat tak bisa dilepasliarkan.

“Sekarang Windy sudah lebih aktif, mau makan buah-buahan dan susu. Meski tak bisa lagi kembali normal seperti sedia kala. Otomatis akan tergantung dengan manusia. Akhirnya kami putuskan, Windy boleh berada di tempat kami.”

Bagaimana dengan biaya perawatan? Kala itu, katanya, BGA bersedia mengadopsi  Windy penuh selama dua atau tiga tahun, dengan biaya perawatan Rp35 juta per tahun.

Tak berlangsung lama. Menurut Agung, kini BGA tak lagi mengadopsi Windy.

“Bantuan tak lagi diberikan. Saya juga tak tahu mengapa mereka tak memperpanjang adopsi Windy.”

Ia ditempatkan di kandang khusus. Tak bisa berinteraksi dengan orangutan lain.

Grepy, Foto: dokumentasi BOSF
Grepy, Foto: dokumentasi BOSF

Nasib serupa dialami Grepy, orangutan jantan berusia 12 tahun ini juga mengalami buta permanen. Grepy berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat BOSF Nyaru Menteng pada 8 Januari 2016. Ia ditemukan dengan kondisi sangat mengerikan. Beberapa luka tembak terlihat dari tubuh, kedua kelopak mata bengkak dan bola mata sebelah kanan mengeluarkan darah. Grepy orangutan dari Kabupaten Kapuas.

Cerita Grepy bermula saat peristiwa kebakaran hutan hebat akhir 2015. Kala itu, ada ratusan orangutan keluar di sepanjang DAS Mangkutub. Keluar dari hutan, mereka berpindah ke pinggir sungai sepanjang aliran Sungai Mangkutub sepanjang hampir lima kilometer.

Mereka hanya mendiami hutan rasau sepanjang sungai. Mereka hanya memakan buah rasau dan buah dari pepohonan yang tersisa. Itu tak cukup. Lokasi DAS Mangkutub ini dekat dengan stasiun penelitian orangutan liar Tuanan dikelola BOSF Mawas.

“Karena itulah kami sekuat tenaga berusaha memindahkan mereka ke hutan yang lebih aman. Disana peresediaan makanan tak cukup. Potensi konflik dengan mansuia akan lebih tinggi. Sebab sering terlihat oleh manusia yang hilir mudik. Kami curiga ada anak-anak orangutan ditangkap, lalu ibu dibunuh. Kami tak tahu motifnya dipelihara atau diperjualbelikan. Tapi isu itu ada,” kata Agung.

Akhirnya BOSF bekerjasama dengan BKSDA operasi penyelamatan orangutan dipindahkan ke daerah Begantung, daerah pusat stasiun penelitian orangutan liar di Tuanan. “Dua operasi kami lakukan, November hingga Januari 2016. Orangutan yang berhasil diselamatkan ada 69 individu.”

Pada Januari, tim gabungan ini menemukan Grepy dari pinggir Sungai Mangkutub. Saat itu, laporan tim medis di lapangan kondisi orangutan ini lemah. “Akhirnya,  dibawa ke Nyaru Menteng. Begitu hasil medis keluar, dokter hewan mengatakan ada sesuatu di matanya,” katanya.

Pada 14 Februari 2016, tim medis pemeriksaan menyeluruh Grepy. Hasil menunjukkan, ada 13 peluru senapan angin di tubuhnya. Delapan bersarang di mata sebelah kiri, kedua kornea mata menderita katarak.

Kini,  luka-luka di tubuh itu memang sudah tak terlihat. Ia dinyatakan sembuh. Namun Grepy tak bisa ke di hutan liar karena buta permanen.

Ada juga orangutan bernama Bumi. Ia  masuk Nyaru Menteng Juni 2016. Umurnya saat itu baru dua minggu.  Tali pusar bahkan masih basah. Setelah pemeriksaan, ada satu peluru di punggungnya.

“Hingga kini peluru belum bisa dikeluarkan karena kondisi masih lemah.”

Ada juga Suci, orangutan sitaan pada 8 Agustus 2016. Ada dua peluru senapan angin bersarang di tubuhnya. Mema, orangutan usia delapan bulan, juga kena peluru. “Banyak kasus seperti ini,” ucap Agung.

Belakangan, beberapa NGO menggalang petisi online lewat kanal change.org, ditujukan kepada Kapolri agar lebih serius mengawasi peredaran senapan angin. Senapan angin banyak untuk perburuan satwa liar, salah satu orangutan.

“Kami berharap aparat  kepolisian bisa menegakkan edaran Nomor 8 tahun 2012 bahwa senapan angin hanya untuk kegiatan olahraga dan pertandingan. Tidak untuk perburuan satwa,” katanya.

Peneliti orangutan dari Borneo Nature Foundation (BNF) Jennifer Brousseau menyambut baik penggalangan petisi online ini. Menurut dia, penggunaan senapan angin untuk berburu orangutan tak bagus.

“Kalau masyarakat lebih tahu banyak informasi mengenai orangutan, saya harap mereka tak akan berkelahi dengannya. Tak coba pakai senapan, karena pada dasarnya orangutan takut dengan manusia,” katanya. ***

Kaitan GREPY, kalimantan, ORANGUTAN, WINDY
Admin 20 September 2016 20 September 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya BK Resmi Copot Irman Gusman
Artikel Selanjutnya FLASHDISK : Film Thriller Garapan Anak Batam, Modalnya Cuma Kamera Canon & Ponsel Seluler!

APA YANG BARU?

BP Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang
Artikel 1 jam lalu 48 disimak
Komisi III DPR RI Soroti Tuntutan Hukuman Mati ABK Kapal Pembawa Sabu
Artikel 4 jam lalu 40 disimak
Siaga Karhutla, BPBD Batam Terima Bantuan Dari BNPB
Artikel 7 jam lalu 48 disimak
Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
Pendidikan 16 jam lalu 101 disimak
MBG Ramadan di Batam ; 1 Biskuit-Setengah Jagung, SPPG Ditegur
Artikel 16 jam lalu 106 disimak

POPULER PEKAN INI

Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia di Jembatan 3 Barelang
Artikel 3 hari lalu 216 disimak
Cuaca Kepulauan Riau: Berawan Hingga Hujan Ringan
Artikel 3 hari lalu 207 disimak
Ahli Waris Pengemudi Ojek Online Yang Meninggal Terima Santunan Jaminan Kematian
Artikel 3 hari lalu 202 disimak
Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
Sports 3 hari lalu 188 disimak
Amsakar Achmad Minta Pemuda Jadi Motor Penggerak Kemajuan Daerah
Artikel 3 hari lalu 177 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?