Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    18 Wilayah Tergolong Krisis Air, BP Batam Janji Benahi
    12 jam lalu
    ABH Siapkan Tangki Air, Pekerjaan Pipa di Simpang Plamo – K Square Belum Rampung
    12 jam lalu
    Kelompok Usia Dewasa Dominasi Kasus ISPA di Batam
    12 jam lalu
    Aniaya Seorang Buruh Bangunan, Dua Pelaku Diamankan Polsek Sagulung
    2 hari lalu
    KJRI Johor Bahru Pulangkan 87 WNI dan PMI ke Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    WALHI Soroti Risiko Ekosistem dan Krisis Air Efek Ekspansi Data Center Batam
    12 jam lalu
    Kenalkan Sejarah dan Budaya di Ranah Digital
    2 hari lalu
    Polibatam Bawa 9 Inovasi Unggulan ke The Premier Manufacturing Indonesia Series 2026
    2 hari lalu
    Timnas Indonesia Raih Tropi Internasional Sepakbola, Setelah 35 Tahun Puasa Gelar
    3 hari lalu
    Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    1 minggu lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    1 minggu lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    1 minggu lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    3 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Kondisi Rumah Haji Sain yang Dijadikan Cagar Budaya Memprihatinkan

Editor Admin 1 tahun lalu 605 disimak
Rumah Haji Sain yang Dijadikan Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Batam, kini kondisinya memprihatinkan. © F. HamDisediakan oleh GoWest.ID

RUMAH Melayu Limas Potong yang terletak di Kelurahan Batu Besar, Batam dalam kondisi yang memprihatinkan. Meskipun telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Keputusan Wali Kota Batam Nomor 483 Tahun 2022, bangunan ini tampak tidak terawat.

Daftar Isi
Bekas Bangunan Rumah Tinggal Milik PribadiRumah Adat?

Penampilan rumah kayu bercat coklat itu terlihat kusam, dengan sejumlah bagian yang mulai lapuk. Atap seng merah yang masih terpasang menunjukkan tanda-tanda kerusakan, dengan pinggirannya melengkung dan terkelupas. Di bagian teras, pagar kayu terlihat miring dan ditumbuhi oleh tanaman liar yang merambat ke dinding rumah, sementara pondasi kayu yang menopang rumah panggung tersebut juga tampak rapuh.

Tim GoWest.ID bersama beberapa jurnalis lain yang tergabung dalam pengurus Yayasan Literasi GoWest Indonesia (YLGI), sempat mengunjungi bangunan yang disebut bersejarah tersebut beberapa waktu kemarin. Namun, halaman di sekitar rumah sudah dipenuhi semak belukar dan rumput liar yang tumbuh tinggi. Banyak bagian bangunan yang juga melapuk. Kondisinya terbengkalai.

Sementara di sebelahnya, berdiri papan pemberitahuan dari lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang status lahan di sebelah bangunan itu.

Menurut Abdul Rashid, salah satu ahli waris rumah ini, kondisi terbengkalai bangunan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun. Pada tahun 2011, rumah keluarganya itu dipugar oleh pemerintah kota dengan alasan untuk dijadikan cagar budaya. Proses perawatan sempat dilakukan beberapa tahun setelahnya. Namun sudah dihentikan sejak lebih lima tahun ini.

Sementara papan pemberitahuan KPK yang terpancang di sebelah lahan bangunan tua itu, sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan keberadaan rumah keluarga yang dalam kurun hampir 15 tahun ini dilabeli sebagai rumah Limas potong.

Lahan di sebelah rumah Limas potong yang disita oleh KPK. © F. Ham

“Itu lahan keluarga juga dulunya, tapi sudah dibeli oleh orang bea cukai yang kasusnya ramai beberapa waktu lalu”, jelas Abdul Rashid.

Ia bercerita, rumah keluarga yang dibangun oleh ayahnya, haji Sain dan berdiri sejak 1959, sempat ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Walikota Batam pada 2011 saat itu, Ahmad Dahlan. Kemudian diperbaharui melalui keputusan walikota Batam tahun 2022.

“Jangan tanya sejarahnya lagi rumah itu. Tidak ada sejarahnya. Itu rumah tinggal keluarga kami saja dulu”, katanya lirih.

Umumnya warga pesisir pada masa lalu yang memiliki kebiasaan hidup berpindah, rumah panggung dari kayu yang dibangun ayahnya itu, baru berdiri pada 1959. Pengerjaan dilakukan secara sederhana, selama lebih kurang setahun. Ayah Abdul Rashid, haji Sain, meminta bantuan temannya Abdul Karim untuk membangunkan rumah baru bagi keluarganya saat itu.

“Bahan baku seadanya saja, dari kayu-kayu. Atapnya dari seng di bagian depan. Bagian belakang rumah dari potongan daun rumbia. Dibuat begitu (seperti Limas terpotong, pen) karena kondisi. Kalau yang benar, atap rumah Melayu itu berbentuk Limas seperti rumah itu”, jelas Rashid sambil menunjuk sebuah bangunan relatif baru di samping kediamannya saat ini.

Atapnya berbentuk Limas sempurna, namun bangunannya bukan rumah panggung.

Sementara itu, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menyebut bahwa Rumah Limas Potong merupakan cagar budaya. Namun, bangunan tersebut masih dalam kepemilikan keluarga.

“Kepemilikan rumah ini masih atas nama keluarga, sehingga kami sulit melakukan perawatan,” jelas Ardiwinata kepada GoWest.ID beberapa waktu kemarin.

Ia menambahkan, Pemko Batam sedang berupaya untuk mengalihkan kepemilikan rumah tersebut agar dapat dirawat dengan baik.

“Kami berusaha agar rumah ini bisa dialih-tangankan atau dibeli oleh pemerintah. Ada langkah-langkah yang sedang kami lakukan ke arah itu,” tuturnya.

Bekas Bangunan Rumah Tinggal Milik Pribadi

STATUS rumah ini sekarang masih warisan keluarga dari almarhum haji Saing, orang tua Abdul Rashid. Pemko Batam sempat mengungkapkan niatnya untuk membeli rumah dan tanah sejak beberapa tahun lalu. Namun, hal itu selalu terkendala soal kesepakatan harga dan juga dokumen kelengkapannya.

“Kami bilang harganya Rp300 ribu per meter untuk tanah plus rumahnya. Tapi setelah itu sepertinya tak ada respons lagi,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kondisi saat ini dimana rumah tersebut sudah terlanjur berlabel bangunan bersejarah, ia menyetujui saja jika suatu saat dialihkan secara resmi menjadi milik pemerintah. Namun, ia sendiri tak bisa memberikan keputusan lagi terkait penggunaan rumah tersebut tanpa perundingan bersama terlebih dahulu dengan pihak keluarga. 

Bangunan Rumah yang ada sekarang pembangunan ulang yang ketiga kali nya sejak awal didirikan. Bentuk fisik bangunan rumah panggung ini saat awal dibangun, sudah tidak ada lagi.

Rumah Limas Potong yang berdiri hingga saat ini dibangun pada November 1959 oleh Haji Abdul Karim atas permintaan Haji Sain. Abdul Karim sudah meninggal dunia.

Rumah Adat?

RUMAH yang dibangun oleh keluarga Haji Sain, di kemudian hari dilabeli sebagai rumah Limas Potong, disebut sebagai rumah adat tempo dulu. Rumah ini tepatnya berada di Kampung Teluk, Batubesar, Kecamatan Nongsa.

Berdiri sejak 1 November 1959  sesuai dengan angka yang tertulis di atas pintu masuk. Berdasarkan kesepakatan keluarga, menurut Abdul Rashid, pihaknya memberikan izin kepada Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam pada tahun 2011 untuk melakukan renovasi dan rubah suai tapi dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya.

“Pemanfaatan bagian-bagian rumah, salah satunya dimanfaatkan untuk memajang diorama adat perkawinan melayu,” jelas Kepala Disparbud Kota Batam saat itu, Yusfa Hendri pada 2011.

(dha)

Kaitan batam, Batu besar, kepri, nongsa, Rumah limas potong
Admin 3 September 2025 3 September 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli1
Artikel Sebelumnya Kapal Pompong Terbalik di Tanjungpinang: Tujuh Penumpang Selamat
Artikel Selanjutnya Fitur TikTok Live Kembali Aktif

APA YANG BARU?

18 Wilayah Tergolong Krisis Air, BP Batam Janji Benahi
Artikel 12 jam lalu 137 disimak
ABH Siapkan Tangki Air, Pekerjaan Pipa di Simpang Plamo – K Square Belum Rampung
Artikel 12 jam lalu 182 disimak
WALHI Soroti Risiko Ekosistem dan Krisis Air Efek Ekspansi Data Center Batam
Lingkungan 12 jam lalu 226 disimak
Kelompok Usia Dewasa Dominasi Kasus ISPA di Batam
Artikel 12 jam lalu 304 disimak
Aniaya Seorang Buruh Bangunan, Dua Pelaku Diamankan Polsek Sagulung
Artikel 2 hari lalu 330 disimak

POPULER PEKAN INI

Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
Histori 4 hari lalu 601 disimak
Polibatam Bawa 9 Inovasi Unggulan ke The Premier Manufacturing Indonesia Series 2026
Pendidikan 2 hari lalu 597 disimak
Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
Artikel 3 hari lalu 553 disimak
Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
In Depth 5 hari lalu 543 disimak
Tiga Bulan Air Mati, Ratusan Warga Nongsa Turun ke Jalan; Singgung Proyek Data Center
Artikel 4 hari lalu 542 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?