Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pertamax 92 Langka di Batam, Pertamina; Akibat Kendala Sandar Kapal
    19 jam lalu
    Ketua DPRD Kepri Viral Kendarai Harley Davidson Tanpa Helm
    19 jam lalu
    Cuaca Batam Berawan, Potensi Hujan Petir (10–11 Mei 2026)
    19 jam lalu
    Bertemu Konjen India, BP Batam Buka Peluang Perluasan Kerjasama
    2 hari lalu
    DPRD Batam Bentuk Pansus Ranperda Pengelolaan Persampahan
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
    15 jam lalu
    Singapura Maju karena Sastra?
    16 jam lalu
    MAN Insan Cendekia Batam Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kepri
    19 jam lalu
    Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
    2 hari lalu
    PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    5 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    1 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    1 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    2 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Lebih Tua Dari The Beatles, Tielman Brothers Group Rock n Roll Belanda Keturunan Indonesia

Editor Redaksi 6 tahun lalu 2.8k disimak

BAGI kaum milenialis sudah pasti akan awam bila disebut nama group band yang satu ini. Tapi lain hal jika yang diajak bicara para orang tua atau anak-anak muda angkatan tahun 60an kebelakang pasti akan familiar walaupun tidak begitu akrab dengan group Band Rock n Roll yang masih punya hubungan erat dengan dunia musik Indonesia.

Itulah Tielman Brothers, grop Band Rock n Roll asal Belanda namun digawangi oleh kakak beradik dari keluarga Tielman yang memiliki darah Indonesia. Dikutip dari laman tirto.id cukup panjang jejak langkah group band ini dalam menapakan karirnya diblantika musik Rock n Roll dunia.

Pangkat Herman Dirk Tielman sudah Kapten saat Tentara Kerajaan Hindia Belanda alias Koninklijke Nederlandsch Indische Leger (KNIL) bubar pada 27 Juli 1950. Kapten adalah pangkat mentereng bagi laki-laki berdarah Indo yang usianya hampir 46 tahun.

Menurut lembaran-lembaran registrasi tawanan perang Jepang koleksi Arsip Nasional Belanda, Herman lahir di Kampung Baru, Manado, Sulawesi Utara, 2 September 1904. Dia adalah anak pegawai kotapraja Surabaya, Willem Adrian Tielman, orang asli Bonipoi, Kupang, Timor.

Sebelum Perang Dunia II, Herman sempat kawin dan punya lima anak dari Flora Laurentine Hess, perempuan Indo-Jerman kelahiran Madiun, 1901. Sebelum perang, anak-anak mereka Reginald (Reggy), Ponthon, Andy, Laurance (Lou Lou) dan Janette Loraine, masih kecil. Sebelum kawin dengan Herman, Flora pernah kawin dengan Louis Napoleon Uchtmann dan punya empat anak.

Pada 1942, di awal pendudukan Jepang, Herman ditawan balatentara Jepang. Sebelum ditawan, dia berdinas di Surabaya. Maka, Flora sendirian membesarkan anak-anaknya di rumah.

Empat anak laki-laki pertama Tielman masih bisa mengingat masa pendudukan Jepang yang kejam itu—yang oleh orang non-Indonesia biasa disebut zaman perang.

“Ketika perang datang, dunia hancur. Seluruh dunia saya berantakan,” ingat Andy, seperti dikatakannya pada majalah Hello (25/02/2010).

Setelah Oktober 1945, ketika Tentara Sekutu Inggris masuk ke Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia, Herman bebas. Keluarga Tielman pun berkumpul kembali. Sentimen anti-Belanda, termasuk kaum Indo, membuat keluarga ini tidak aman dan harus mengamankan diri di bawah lindungan pasukan sekutu. Setelah KNIL bubar, dia tak bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Herman punya anak-anak yang doyan berkesenian. Di bawah bimbingan Herman, mereka membentuk The Timor Rhythm Brothers. Di antara anak-anaknya itu, Andy dikenal paling jago memainkan gitar. Sekitar 1947-1948, dia sudah belajar main gitar. Mereka memainkan lagu-lagu populer di masa kecilnya dari berbagai genre: keroncong, langgam, country, dan jazz.

“Waktu itu umur saya sekitar 11-12 tahun. Pertama kali memainkan lagu Keroncong Morisko dan Bengawan Solo,” kata Andy kepada majalah Rolling Stone (11/11/2011).

“Saat itu tahun 1949 dan musik rock & roll belum lahir tentunya,” Andy melanjutkan. “Kami hanya memainkan musik country yang dipercepat dan dibuat sedikit lebih keras, upbeat. Tiga atau empat tahun setelahnya kami baru mengenal apa itu rock & roll.”

Menurut Denny Sakrie dalam 100 Tahun Musik Indonesia (2015), The Timor Rhythm Brothers adalah salah satu fenomena band bocah yang sudah muncul pada dekade 1940an.

Denny Sakrie menulis, “awalnya mereka bermain di hadapan keluarga dan kerabat sang ayah di rumah. Namun, akhirnya The Timor Rhythm Brothers mulai bermain musik di berbagai jenis pentas pertunjukan.”

“Mereka sempat tampil di depan presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno, namun bukan dalam konsep band, hanya menari di Istana Negara untuk merayakan kemerdekaan Indonesia,” tulis Dhahana Adi dalam Surabaya Punya Cerita (2014).

Sebelum 1956, kehidupan orang-orang Belanda maupun Indo di Indonesia masih baik-baik saja. Namun, setelah kemarahan Sukarno dan Indonesia karena Belanda tak kunjung menyerahkan Papua, kehidupan orang-orang Belanda di Indonesia jadi tak menyenangkan. Banyak perusahaan Belanda diambil alih. Orang-orang Belanda yang tak mau menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) banyak yang dideportasi, perayaan Sinterklas Hitam tiap 5 Desember juga kena larangan.

Tak hanya orang-orang Belanda macam keluarga Wieteke van Doort yang merasa susah tinggal di Indonesia. Keluarga Indo macam Tielman pun juga angkat kaki dari Indonesia pada 1957. Mereka sempat tinggal di Breda, Belanda dan anak-anak Herman itu jadi salah satu bekas warga Hindia Belanda yang sukses di blantika musik di Belanda, bahkan di sekitar Eropa dan dunia. Selain anak-anak Tielman, orang kenal suara renyah dan lagu-lagu karangan Daniel Sahuleka.

Tak sia-sia mereka meninggalkan Indonesia dan naik kapal berhari-hari ke Negeri Belanda. Karier musik anak-anak Herman berkembang. The Timor Rhythm Brothers ganti nama Tielman Brothers. Seperti kecenderungan banyak band keluarga di tahun 1950an, di belakang nama mereka diembeli kata Brother atau Bros.

Mereka tak hanya tampil dari panggung ke panggung, tapi juga di televisi Belanda. Menurut George Lipsitz dalam American Studies in a Moment Danger (2001), Tielman Brothers bermain atraktif dan “liar” dalam sebuah festival di Brusel. Jatah bermain mereka hanya lima belas menit, tetapi mereka bermain lebih dari itu.

Band ini juga dikenal di Eropa secara umum. Ketika para personel The Beatles masih mengamen di Jerman, band keluarga yang tidak bocah lagi ini sudah masuk televisi. Lipsitz menulis, konon, George Harison sang gitaris Beatles menjuluki Andy sebagai Andy: The Indo Man. Bentuk gitar bass yang dipakai, Ponthon, konon mempengaruhi bentuk gitar bass yang dipakai Paul McCartney di The Beatles.

Kiprah anak-anak Herman ini, meski kurang dikenal di Indonesia, tapi sangat populer di Belanda. Lagu mereka “Rock Little Baby of Mine” diakui pemerintah Kerajaan Belanda sebagai lagu rock & roll pertama di Negeri Belanda.

Sumber : tirto.id

Kaitan Band Indonesia, Rock n Roll, Tielman Brothers, top
Redaksi 5 Juli 2020 5 Juli 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Buat Apa Teori Puisi Disusun?
Artikel Selanjutnya Relaksasi Pembayaran UWT, BP Batam Berikan Kemudahan

APA YANG BARU?

“Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
Histori 15 jam lalu 203 disimak
Singapura Maju karena Sastra?
Catatan Netizen 16 jam lalu 144 disimak
Pertamax 92 Langka di Batam, Pertamina; Akibat Kendala Sandar Kapal
Artikel 19 jam lalu 213 disimak
Ketua DPRD Kepri Viral Kendarai Harley Davidson Tanpa Helm
Artikel 19 jam lalu 152 disimak
MAN Insan Cendekia Batam Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kepri
Pendidikan 19 jam lalu 227 disimak

POPULER PEKAN INI

Prakiraan Cuaca, Potensi Hujan Masih Terjadi di Batam dan Sekitarnya
Artikel 7 hari lalu 718 disimak
BUMD Kepri Disorot, Banyak yang Tidak Mencapai Target Kinerja
Artikel 5 hari lalu 591 disimak
Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
Statistik 5 hari lalu 590 disimak
PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
Sports 4 hari lalu 557 disimak
Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
Artikel 4 hari lalu 531 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?