Hubungi kami di

Pop & Roll

Lima Parfum Kuno Yang Masih Diproduksi Hingga Kini

Terbit

|

Ilustrasi, parfum. © Pngtree

ADA masa saat manusia menciptakan produk yang bertujuan untuk menutupi bau yang tidak sedap, dari dupa hingga rempah-rempah yang diaplikasikan ke tubuh. Lalu, tiba masa saat orang mulai menciptakan parfum dan bentuk wewangian lain mulai ditinggalkan.

Konon, parfum paling awal berasal dari Yunani Kuno yang terbuat dari minyak ambergris, musk atau luwak, dengan aroma lain yang ditambahkan, biasanya dari bunga dan rempah-rempah.

Selama bertahun-tahun, resep wewangian terus dikembangkan tergantung selera masyarakat pada zaman tersebut.

Meskipun begitu, ternyata ada juga parfum “kuno” yang masih diproduksi hingga saat ini tanpa perubahan komposisi yang signifikan, seperti beberapa parfum ini. Parfum-parfum berikut terus diproduksi dengan mempertahankan resep asli meskipun usianya sudah lebih dari 1 abad sejak pertama kali diproduksi.

1. 4711 Echt Kölnisch Wasser  

Parfum ini telah diproduksi sejak lebih dari 200 tahun yang lalu, tepatnya 1792. Beberapa komposisi utama dari 4711 Echt Kölnisch Wasser mencakup lemon, jeruk, bergamot, lavender, rosemarypetitgrain, dan neroli. Secara keseluruhan, parfum ini memiliki aroma yang menenangkan, membuat rileks, dan menyegarkan.

Dijelaskan dalam laman resmi 4771, nama parfum ini diambil dari nomor rumah sang pencipta, yaitu Wilhelm Mülhens, yang tinggal di Glockengasse No. 4711. Parfum ini juga dikenal dengan nama lain Original Eau de Cologne.

2. Fougère Royale

Dijelaskan dalam situs resmi Parfums Houbigant Paris, Fougère Royale diproduksi pertama kali pada 1882 dari minyak jeruk dicampur dengan rempah-rempah Mediterania aromatik. Dianggap sebagai terobosan dalam dunia wewangian, aroma tanah dari Fougère Royale membuka segmen baru parfum lelaki dengan nada sensual, hangat, dan memancarkan kegembiraan.

BACA JUGA :  Tentang Penyakit Misterius Mick Jagger

Parfum ini sempat berhenti diproduksi untuk jangka waktu tertentu, tetapi kemudian diproduksi kembali pada 2010. Fougère Royale adalah parfum pertama yang diketahui telah menggunakan kumarin versi sintetis terisolasi, yang merupakan rasa dan aroma alami yang ditemukan dalam kacang tonka, kayu manis, rumput bison, dan beberapa teh hijau.

3. Narcisse Blanc  

Narcisse Blanc diciptakan oleh pembuat parfum Ernest Daltroff pada 1911. Dijelaskan dalam laman resmi Caron Paris 1904, komposisi utama parfum Narcisse Blanc adalah beberapa bunga jeruk dan beberapa herbal lembut.

Secara umum, parfum ini memiliki wangi yang segar, mewah, dan lembut. Parfum ini cocok untuk perempuan, baik yang memiliki karakter feminin maupun tomboi.

4. Tabac Blond   

Dijelaskan dalam laman resmi Caron Paris 1904, pada 1919 setelah Perang Dunia II berakhir, Ernest Daltroff ingin membuat wewangian pertama dalam sejarah yang didominasi aroma kulit untuk laki-laki. Sayangnya, parfum ini ternyata dinilai terlalu inovatif oleh banyak laki-laki pada masa itu. Namun, tanpa disangka wewangian dengan aroma kulit ini ternyata mendapat sambutan baik dari para perempuan.

BACA JUGA :  Laura Basuki Jadi Susy Susanti

Selain aroma kulit dan tembakau, Tabac Blond juga memiliki nada anyelir, mawar turki, dan kenanga dengan cedar musky, nilam, cengkih, dan vanila. Produksi Tabac Blond sempat dihentikan selama beberapa waktu sebelum kemudian diproduksi kembali.

5. Chanel N°5   

Menurut laman resmi Chanel, Chanel N°5 diciptakan pada 1921 dan memancarkan esensi feminitas berupa aroma abstrak, misterius, dan memancarkan kekayaan bunga yang luar biasa. Parfum ini dibuat oleh pembuat parfum Prancis/Rusia, yaitu Ernest Beaux. Parfum ini diberi nama N°5 karena Ernest Beaux meluncurkan koleksi ini pada hari ke-5 bulan ke-5.

Awalnya, Chanel N°5 diberikan sebagai hadiah untuk teman dekat dan pelanggan khusus, tetapi kemudian diproduksi untuk umum karena banyaknya permintaan dari pelanggan. Chanel No. 5 dianggap sebagai wewangian yang tidak stabil karena baunya berbeda pada setiap orang yang memakainya. Namun, secara umum, Chanel  N°5 memiliki nada mawar, melati, jeruk, dengan sedikit vanila.

Sudah tentu, semua parfum ini memiliki aroma khas yang banyak disukai sehingga tetap diproduksi meskipun resepnya telah berusia lebih dari 2 abad sejak pertama kali diproduksi. Untuk kamu yang merupakan penggemar parfum, apakah kamu tertarik mencoba parfum-parfum kuno ini?

(*)

Sumber : IDN TIMES

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid