Hubungi kami di

Ini Batam

Masih ada 243 Honorer K2 di Batam

Terbit

|

Kantor Walikota Batam : ist.

SEBANYAK 243 tenaga honorer kategori 2 (K2) Batam masih menanti kesempatan untuk diangkat menjadi calon aparatur sipil negara (CASN).

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kota Batam, M Syahir  mengatakan mereka adalah honorer K2 yang tidak lulus pada seleksi sebelumnya.

“Awalnya ada 700-an. Yang lolos seleksi 400 lebih. Ada sisa 243. Semuanya guru,” kata Syahir di Batam Centre, Rabu (14/3) kemarin.

Ia mengaku belum terima surat resmi terkait rencana pemerintah pusat untuk mengangkat CASN dari honorer K2. Syahir mendapat informasi ini justru dari media massa.

Tapi jika memang rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi jadi terlaksana, para honorer K2 ini sudah siap secara administrasi.

“Untuk formasi CPNS, Batam belum terima,” kata dia.

BACA JUGA :  Pelni Belum Layani Penumpang, Fokus di Logistik Hingga 6 Juni 2020

Sementara itu, mengutip dari jpnn.com, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengisyaratkan akan mengangkat guru honorer kategori 2 (K2) menjadi CPNS tahun ini.

Ini sesuai dengan permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka rembuk nasional pendidikan dan kebudayaan pada Februari 2018.

Saat itu Wapres JK menyatakan pemerintah akan mengangkat guru honorer tahun ini.

“Memang betul wapres memerintahkan itu. Namun, saya dihadapkan dengan aturan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) serta PP Manajemen PNS,” ujar Menteri Asman dalam rapat kerja Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (12/3).

Dia menyebutkan, tahun ini pemerintah memang memprioritaskan guru dalam rekrutmen CPNS 2018.

Itu sebabnya, KemenPAN-RB sudah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyisir seluruh guru honorer yang ada di data pokok kependidikan (dapodik).

BACA JUGA :  Urban Cruiser, Kolaborasi Toyota-Suzuki

Nantinya guru-guru honorer ini akan dilihat mana saja yang memenuhi kriteria. Seperti usia di bawah 35 tahun, masih mengabdi hingga sekarang, dan lainnya. Yang datanya valid bisa diusulkan dalam pengangkatan CPNS 2018.

“Saya dapat informasi, katanya banyak guru honorer yang namanya terdaftar tapi tidak aktif lagi mengajar. Yang serupa ini kami bersihkan datanya,” terangnya.

Dia mengaku tidak mau lagi ada honorer bodong terakomodir dalam pengangkatan CPNS. Karena validasi data sangat penting dilakukan.

“Kan aneh, tidak pernah mengajar tapi masih menuntut diangkat CPNS. Saya memohonan dukungan Komisi II untuk memberikan kami kesempatan memverifikasi data honorer yang ada,” tandasnya.

 

Sumber : Media Centre Batam / JPNN

 

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook