Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
    15 jam lalu
    Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
    15 jam lalu
    Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
    20 jam lalu
    Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
    23 jam lalu
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    14 jam lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    5 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    5 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Ragam

Masker untuk Gaya, Tren Baru Anak Muda Korea

Editor Admin 3 tahun lalu 748 disimak

PEMERINTAH Korea Selatan secara resmi mencabut kebijakan memakai masker. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pelonggaran kebijakan Covid-19 di negara itu.

Daftar Isi
Muncul Tren Mask Fishing Masalah Harga Diri Melarang ‘Foto Bermasker’ di Aplikasi Kencan Tekanan sosial

Sejatinya masyarakat Korea Selatan sudah tak perlu menggunakan masker di luar sejak Mei 2022.

Namun pencabutan aturan masker di dalam ruangan baru diumumkan pada Senin (30/1), dengan pengecualian tertentu, yakni saat menumpang moda transportasi umum dan memasuki rumah sakit.

Meski demikian, banyak anak muda Korea Selatan masih memilih menggunakan masker, baik di dalam maupun luar ruangan. Alasan yang mereka berikan mungkin terdengar mengejutkan bagi Anda.

Muncul Tren Mask Fishing

Sooyeun Park sering membuat video Tiktok yang berisi pro dan kontra dari memakai masker di Korea Selatan

Di Korea Selatan, masker sudah menjadi kebutuhan pokok selama pandemi Covid-19, sama seperti di berbagai negara lain. Masker tipe KF94 -atau setara dengan masker N95- menjadi sangat populer di sana.

Walaupun masker KF94 sebenarnya membuat pemakainya sulit bernapas, semua orang – mulai dari anak TK sampai manula – menggunakannya.

Alasan di balik popularitas masker ini cukup sederhana: warga ingin melindungi diri mereka dan orang lain dari penyebaran vírus.

Hampir 30 juta masyarakat Korsel terpapar Covid-19 dan lebih dari 33.000 orang telah meninggal karena virus tersebut.

Pencabutan kebijakan bermasker di dalam ruangan diumumkan tiga tahun setelah ditemukannya kasus Covid-19 pertama di Korea Selatan.

Namun, generasi muda memiliki alasan-alasan lain untuk tetap menggunakan masker selain melindungi diri dari virus.

Penampilan masih memiliki peran penting dalam membuat remaja dan orang muda tetap ingin memakai masker.

Muncul istilah “magikkun”, yang berarti seseorang terlihat lebih rupawan saat memakai masker. Kata tersebut mulai banyak digunakan di media sosial Korea Selatan.

Magikkun sendiri merupakan gabungan antara kata “mask“ dan “sagikkun” yang artinya “penipu” dalam bahasa Korea. Sehingga, kata tersebut digunakan untuk menyebut ‘penampilan bermasker’ seseorang adalah tipu muslihat.

Frasa serupa yang banyak digunakan di media sosial kancah global adalah ‘mask fishing’.

Mask fishing diambil dari istilah catfishing, yakni istilah yang digunakan untuk menggambarkan pemalsuan identitas sesorang, khususnya di ruang daring. Namun, kali ini penipuan dilakukan dengan masker.

Di Tiktok, terdapat ribuan unggahan video yang menggunakan tagar #maskfishing. Kebanyakan dari kontent itu terdiri dari remaja dan orang muda yang melakukan tantangan viral bertajuk “Apakah saya mask fishing?”

Model dan influencer asal Korea Selatan, Hanna Kim, yang dinobatkan sebagai Miss Universe Korea 2022, mengatakan kepada BBC bahwa dia pernah mengalami hal yang mirip dengan mask fishing ketika ia diajak berkencan oleh seorang pria pengguna masker.

“Saya harus membuat keputusan sulit dan mengatakan ‘Saya minta maaf tapi sepertinya ini tidak bisa berlanjut’,” kata Hanna Kim yang akhirnya merasa kecewa ketika pria itu melepas maskernya.

“Saya dulu sering khawatir apakah orang akan berpikir muka saya ketika menggunakan masker dan tanpa masker akan terlihat beda,” ungkapnya.

“Walaupun alasan utama menggunakan masker tentu adalah Covid,” ujar Hanna Kim.

“Ada banyak teman-temanku yang mengatakan mereka lebih nyaman menggunakan masker karena mereka tidak perlu merias wajah dengan makeup atau mereka bisa menyembunyikan masalah kulit,” katanya.

Masalah Harga Diri

Hanna Kim (kanan) membahas manfaat memakai masker di channel YouTube ‘Giggle’ yang mencapai lebih dari setengah juta tontonan dalam satu bulan.

Aktris dan pembuat konten Korea Selatan, Sooyeun Park, setuju dengan pernyataan Miss Universe Korea 2022. Ia menjelaskan bahwa magikkun di Korea Selatan jauh melampaui fenomena global yang disebut “mask fishing“.

“Banyak orang dewasa memakai masker untuk mencegah (penyakit), tetapi menurut saya anak muda kebanyakan memakai masker demi penampilan,“ kata dia.

Sebuah video YouTube menunjukkan beberapa orang muda Korea yang membicarakan anak-anak SMA yang bahkan rela tidak makan siang karena mereka tidak ingin melepas masker. Sementara, beberapa dari mereka hanya makan dengan mengangkat masker sedikit di atas dagu.

Survei terbaru yang menerima tanggapan dari 435 remaja Korea Selatan juga mendukung hal ini. Hasil survei itu menunjukkan bahwa masker tidak hanya digunakan untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi juga untuk “menutupi muka“.

Survei itu juga menunjukkan bahwa semakin sering orang menutup wajah mereka, semakin rendah harga diri sosial mereka sebenarnya.

Video-video Tiktok kreasi Sooyeun Park, yang membuat lelucon seputar pemakaian masker, menjadi cukup populer di kalangan orang muda.

“Karena anak-anak sudah memakai masker sejak usia dini dan lama sekali, beberapa tidak merasa nyaman untuk menunjukkan ‘wajah asli mereka‘. Terutama mereka yang pernah disebut-sebut oleh orang lain sebagai ‘magikkun’. Mereka tidak mau melepas masker,“ kata dia.

“Karena kita hidup dalam masyarakat yang sangat peduli dengan penampilan, saya pikir anak-anak terpengaruh oleh itu.”

Melarang ‘Foto Bermasker’ di Aplikasi Kencan

Stiker sudah divaksin Covid muncul pada profil Tinder, sebuah aplikasi kencan.

Banyak aplikasi yang sepertinya memanfaatkan fenomena magikkun. Ada beberapa aplikasi yang mengeklaim bisa mengukur ‘kekuatan magikkun’ dengan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dapat menganalisa muka ‘bermasker’-mu dan menebak muka aslimu.

Sebagian besar dari aplikasi kencan di Korea Selatan pun sudah melarang penggunanya mengunggah foto-foto mereka yang menggunakan masker setelah menerima banyak keluhan tentang muka orang yang mereka temui terlihat berbeda dari foto dengan masker.

Tekanan sosial

Banyak orang muda Korea Selatan di Tiktok mengatakan penampilan sangat penting bagi mereka

Faktor penting lain yang membuat orang Korea enggan melepas masker adalah tekanan sosial. Meskipun mereka sudah boleh melepas masker di ruang terbuka sejak Mei lalu, banyak yang terus menggunakan masker.

Berdasarkan hasil survei terbaru oleh Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI), yang diterbitkan sebelum pemerintah mencabut kebijakan bermasker di ruang tertutup, tiga dari empat orang Korea ingin peraturan itu dihilangkan.

Sebanyak 40 persen dari responden menyatakan alasan utama adalah ‘memulihkan hak untuk bernapas’.

Tetapi video-video di media sosial yang menggambarkan situasi di mana orang-orang merasa lebih nyaman secara sosial, bukan secara fisik, ketika menggunakan masker sudah ditonton jutaan kali.

Maka, dapat disimpulkan bahwa alasan utama orang memakai masker di Korea Selatan adalah tekanan sosial yang muncul dari melihat semua orang sekitar memakai masker.

Dalam salah satu video Tiktoknya, Sooyeun Park berpura-pura membuang maskernya ketika kebijakan memakai masker di luar dicabut. Namun, ia memakai masker itu lagi ketika ia menyadari tak ada seorang pun yang ikut melepas maskernya.

Dia mengatakan dirinya akan tetap menggunakan masker meskipun kebijakannya sudah dicabut. “Ketika rasanya aneh menggunakan masker karena orang lain tidak memakainya, baru saya akan melepas maskerku.”

Dalam negara yang cara berkomunikasinya tidak hanya terpatok pada kata-kata, tetapi juga konteks yang mendasari dan isyarat halus, ini sangat penting.

Berbeda dengan budaya Barat, yang mengaitkan pemakaian masker dengan pelaku kejahatan atau konotasi negatif lainnya, kebanyakan negara-negara Asia memandangnya sebagai hal netral, atau bahkan positif.

Sebab, menggunakan masker adalah salah satu cara untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit dan memberikan kesan bahwa Anda adalah ‘masyarakat patuh’.

Ada juga banyak alasan lain yang melatarbelakangi penggunaan masker di Korea Selatan. Bahkan sebelum muncul wabah Covid, masker tipe KF94 sudah banyak digunakan karena butiran debu yang bertebaran. Kini, alasannya karena udara dingin.

Suhu di Korea Selatan mulai turun hingga di bawah minus 17C dan pemerintah sudah mengeluarkan peringatan gelombang dingin.

“Kebanyakan orang sekarang menggunakan masker karena dingin. Anda harus menutupi diri dari udara dingin sebisa mungkin,” kata salah satu penduduk kota Seoul.

Ada juga istilah “mahaeja“ yang populer di kalangan orang muda Korea, yang artinya kebalikan dari “magikkun“ dan ketika diartikan menjadi “korban masker“.

Istilah itu digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang penampilan indahnya disembunyikan oleh masker.

Sooyeun Park setuju dan percaya bahwa situasi akan perlahan berubah seiring berjalannya waktu.

“Karena membutuhkan waktu yang lama untuk terbiasa menggunakan masker, masuk akal jika perlu waktu lebih untuk menyesuaikan diri dengan era baru tanpa masker,“ kata dia.

(*)

Sumber : BBC | Kumparan 

Kaitan korea, Masker, tren
Admin 6 Februari 2023 6 Februari 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya City Takluk 0-1 Lawan Spurs
Artikel Selanjutnya Go Live Together, Bisa Live Streaming Bersama di Youtube

APA YANG BARU?

Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
Budaya 14 jam lalu 111 disimak
Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
Artikel 15 jam lalu 97 disimak
Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
Artikel 15 jam lalu 96 disimak
Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
Artikel 20 jam lalu 92 disimak
Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
Artikel 23 jam lalu 88 disimak

POPULER PEKAN INI

Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 1 hari lalu 287 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 5 hari lalu 272 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 5 hari lalu 256 disimak
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Catatan Netizen 5 hari lalu 246 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 5 hari lalu 245 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?