Hubungi kami di

Khas

Mengapa Cakupan Vaksinasi Covid-19 Lansia Rendah?

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi lansia, © shutterstock

WAKIL Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan penyebab cakupan vaksinasi Covid-19 untuk warga lanjut usia (lansia) masih rendah.

Menurut data Kemenkes, hingga saat ini cakupan vaksinasi Covid-19 lansia masih berada di angka 16 persen.

Dante mengungkapkan, salah satu penyebabnya yakni masih adanya ketakutan melakukan vaksinasi Covid-19 untuk warga senior tersebut.

“Memang ada ketakutan untuk melakukan vaksinasi kepada lansia, sehingga yang paling penting adalah melakukan edukasi kepada masyarakat dan lansia,” ujar Dante dalam sambutannya pada Hari Temu Lansia Nasional 2021 yang ditayangkan YouTube Kementerian Kesehatan, Kamis (3/6/2021).

Dante menyebutkan, satu hal yang penting ditekankan yakni lansia menyumbangkan angka kematian terbesar dalam perawatan Covid-19.

Adapun angka case fatality rate lansia tiga kali lebih besar jika dibandingkan case fatality rate untuk usia non-lansia.

“Sehingga apabila lansia diimunisasi, maka mereka bisa terlindung dari inveksi Covid-19. Atau paling tidak, apabila terpapar virus corona sakit yang dialami tidak terlalu berat,” ucap Dante.

“Edukasi ini kita galakkan kepada masyarakat untuk mau membawa lansia dan menghindari ketakutan-ketakutan yang mungkin dirasakan pada masa akan divaksinasi,” kata dia.

BACA JUGA :  Michael Jackson ‘Muncul’ di Video Selfie Putrinya

Penyebab kedua, yakni persoalan teknis. Dante mengungkapkan, lansia sulit datang ke lokasi vaksinasi secara mandiri.

Mereka harus diantar oleh keluarga, sehingga apabila masih ada keengganan atau ketakutan dari pihak keluarga atas vaksinasi terhadap lansia, cakupan vaksinasi belum akan maksimal.

“Jadi faktor teknis juga menjadi dasar mengapa vaksinasi lansia masih rendah cakupannya. Kami terus melakukan berbagai upaya seperti jemput bola, mendatangi panti jompo, menggelar vaksinasi di fasilitas umum tempat lansia biasa berkumpul hingga memberikan memberikan kesempatan kepada individu bisa divaksinasi apabila bisa membawa dua lansia disuntik vaksin Covid-19,” papar Dante.

“Kami juga optimistis setelah keran vaksinasi untuk masyarakat umum dibuka, akan lebih banyak lansia bisa divaksinasi,” kata dia.

Berdasarkan data Kemenkes, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang.

Hingga Rabu (3/6/2021), Kemenkes mencatat sebanyak 3.441.880 orang lansia telah divaksinasi dosis pertama dan 2.262.419 lansia disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali.

Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

(*)

Sumber : kompas.com 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook