Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Penduduk Batam Berjumlah 1,41 Juta Jiwa, Disdukcapil Minta Pendatang Urus Surat Non-Permanen
    57 detik lalu
    Emas Antam Perlahan Rebound ke Rp2.604.000 per Gram
    8 menit lalu
    Praperkiraan Cuaca, Batam Berpotensi Berawan Tebal dan Hujan Ringan di Pagi Hari
    4 jam lalu
    DPW Perempuan Bangsa Kepri Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
    16 jam lalu
    Integrasi Trans Batam dan Layanan Feeder Ditargetkan Mulai 2027
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    4 hari lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    4 hari lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    5 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    1 minggu lalu
    Pembaca Lansia
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 hari lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    5 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    5 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    7 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    7 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

“Menjelajah Negeri Orang Laut”

Editor Admin 5 tahun lalu 1.3k disimak

“Administrasif Kota Batam itu mencakup 300  pulau di sekitarnya. Jadi banyak banget pulau kecil di sana.” Ujar Lina seorang blogger asal Batam.”

Daftar Isi
Pelabuhan Rakyat Sagulung Zona Industri Lumba Besar Teluk Dalam Tanjung Kubu Baca artikel ini lebih lanjut di sini >>>

Oleh : Danan Wahyu Sumirat

MATA saya langsung berbinar membayangkan pulau-pulau cantik tempat snorkeling dan berenang. Jika tiap akhir pekan jalan-jalan dan kalau dihitung-hitung selama 6 tahun bakal ada destinasi berbeda. Huaaa merasa beruntung mutasi ke sini.

Pelabuhan Rakyat Sagulung

Hari ini pertama  “melaut” melakukan patroli   di pesisir barat daya  Batam. Meski judulnya bekerja melaksanakan tugas , tetap ada unsur jalan-jalannya. Akses terdekat menuju pulau Lumba Besar melalui Sagulung, pelabuhan rakyat yang dibangun oleh warga sekitar.  Meski bangunanya sangat sederhana di sinilah denyut kehidupan Orang Laut kini bermuara. Jika dulu mereka mengandalkan  lautan dengan menjadi nelayan. Sekarang kaum muda Orang Laut mencari penghidupan di kota Batam.

Penduduk asli  Batam diperkirakan adalah orang-orang Melayu yang dikenal dengan sebutan Orang Selat atau Orang Laut. Penduduk ini paling tidak telah menempati wilayah itu sejak zaman kerajaan Tumasik (sekarang Singapura) dipenghujung tahun 1300 atau awal abad ke-14. Dari catatan lain,  Pulau Batam telah didiami oleh orang laut sejak tahun 231 M yang di zaman Singapura disebut Pulau Ujung. (sumber)

Anak-anak berseragam putih merah berlompatan menuruni jukung lalu mendarat di jety kayu dengan lincahnya.

“Bang berapa uang yang harus mereka keluarkan jika tiap hari naik jukung.”

“Ooo itu langganan, mereka bayar bisa 70 ribu sebulan.” Ujar Bang Sodik dengan logat Melayu kental.

“Memang tak ada sekolah di dekat Sagulung sini?”

“Sekolah dari dulu di sana itu.” Tangan Bang Sodik menunjuk pulau padat penduduk berjarak 1 mil dari sini. Belakangan saya baru tahu bahwa di Pulau Buluh ada sekolah dasar negeri  dibangun tahun 1880. Konon SDN 001 Pulau Buluh sudah ada sejak masa kependudukan Belanda dan  raja-raja Melayu Riau berkuasa di Indonesia.

Zona Industri

Kehidupan Orang Laut  terlihat kontras dibandingkan galangan kapal besar di pesisir. Crane tinggi menjulang bagai gedung pencakar langit menggambarkan moderinasai kawasan industri. Batam ditetapkan menjadi Otorita pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (OPDIPB) melalui Keputusan Presiden Nomor 74 tahun 1971.

Galangan kapal besar di pesisir barat Batam, © dananwahyu.com

Kapal besar berbaur dengan jukung kayu milik Orang Laut di jalur pelayaran internasional, lainnya terlihat terdiam memaku jangkar. Terbayang  besi besar berantai menghujam dasar laut berdebum menghantam karang.  Menghadapi kenyataan ini impian berenang di pantai cantik pupus . Apalagi melihat keindahan dunia bawah laut dipenuhi ikan dan terumbu  warna-warni.

Lumba Besar

Lumba Besar merupakan pulau  kedua terbesar kedua  setelah pulau Bulan di  Belakang Padang,  kecamatan tertua kota Batam. Sisa penggalian pasir pantai dan perambahan hutan mangrove terlihat jelas di pulau tak berpenghuni.  Namun lengkingan elang laut membuat saya lega, setidaknya masih ada kehidupan di sini.

hutan mangrove Lumba Besar, © dananwahyu.com

Pemandangan dari bukit tertinggi membuat  saya terkagum, namun  Bang Sodik nakoda berkata biasa saja. Bagi Orang Laut satu-satunya yang menarik dari tempat ini adalah burungnya. Dahulu banyak orang berburu burung liar di sini namun sekarang tak banyak lagi karena populasinya berkurang. Tiba-tiba napas saya menjadi sesak mendengar sebuah ironi.

Merpati hutan perak adalah burung yang termasuk dalam burung yang berstatus kritis dalam IUCN, merpati hutan perak Berukuran besar (40 cm), berwarna abu-abu pucat. Sayapnya berwarna hitam, ekor dan tubuh bagian bawah keabuan. penyebaran merpati hutan perak meliputi Kep. Simeulue, Mentawai (P.Sipura, Pagai utara),Kep.Riau (Karimun Besar, Batam, Bintan dan Kepulauan Lingga), Kep. Anambas, Natuna utara dan Kep. Karimata di ujung barat Kalimantan. (sumber)

Teluk Dalam

Patroli berlanjut ke Teluk Dalam, pulau ini memang tidak sebesar Lumba Besar, hanya membutuhkan satu jam perjalanan dari ujung selatan ke utaranya. Vegetasi didominasi semak belukar dan hutan kering. Tapi  pohon di ujung sana terlihat terbakar bukan kekeringan.

pohon terbakar di Teluk Dalam, © dananwahyu.com

Agar kayu mudah dipindahkan semak belukar dibakar oleh para pembalak. Walhasil pohon kecil disekitarnya ikut mati. Terus bagaimana nasib hewan yang tinggal di dahan kecil. Ah manusia terlalu serakah, kemarin burung-burung itu diburu, sekarang rumahnya dihancurkan.

Data yang dikeluarkan Bank Dunia menunjukkan bahwa sejak tahun 1985-1997 Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1,5 juta hektar  setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hutan produksi yang tersisa. Penebangan liar berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional, besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri, konsumsi lokal, lemahnya penegakan hukum, dan pemutihan kayu yang terjadi di luar kawasan tebangan. (sumber)

Tanjung Kubu

Pulau yang satu ini berpenghuni, meski ada geliat kehidupan  tetap minim fasilitas. Namun yang menggemberikan beberapa penduduk  sadar akan kelangsungan alam, mereka menanami lahan tidur dengan pohon jati mas. Meski ada motif ekonomi namun tindakan mereka turut menjaga keseimbangan ekosistem pulau.

Pulau Tanjung Kubu, © dananwahyu.com

Biaya hidup di pulau kecil relatif lebih  mahal ketimbang di  pulau besar seperti Batam. Air tawar untuk kebutuhan MCK harus beli karena air tanah terasa payau. Penerangan mengandalkan mesin generator berbahan bakar solar. Berpergian ke pulau lain menggunakan BBM yang harganya bisa mencapai 20 ribu. Apa yang membuat mereka bertahan?

Lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang. Mungkin itu pepatah yang tepat untuk menggambarkan Orang Laut yang masih bertahan di pulau-pulau kecil dan mengandalkan kehidupannya dengan mencari ikan.

Pulau Buluh

Menutup penjelajahan hari ini Wandi, rekan kerja saya mengajak memancing. Sebelum gelap datang kapal kami bergerak mencari umpan menuju kelong pengepul ikan di Pulau Buluh.

Pulau Buluh diyakini kampung tertua di Batam, © dananwahyu.com

Baca artikel ini lebih lanjut di sini >>>

(*)

Sumber : dananwahyu.com 

Kaitan batam, Catatan netizen, Danan Wahyu, pulau, suku laut
Admin 4 November 2021 4 November 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Lewandowski Puncaki Sementara Top Skorer Liga Champion
Artikel Selanjutnya Kementerian Keuangan Permudah Sistem Pelayanan Arus Logistik

APA YANG BARU?

Penduduk Batam Berjumlah 1,41 Juta Jiwa, Disdukcapil Minta Pendatang Urus Surat Non-Permanen
Artikel 57 detik lalu 2 disimak
Emas Antam Perlahan Rebound ke Rp2.604.000 per Gram
Artikel 8 menit lalu 20 disimak
Praperkiraan Cuaca, Batam Berpotensi Berawan Tebal dan Hujan Ringan di Pagi Hari
Artikel 4 jam lalu 54 disimak
DPW Perempuan Bangsa Kepri Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Artikel 16 jam lalu 70 disimak
Integrasi Trans Batam dan Layanan Feeder Ditargetkan Mulai 2027
Artikel 1 hari lalu 163 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 2 hari lalu 698 disimak
Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 5 hari lalu 448 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 5 hari lalu 398 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 5 hari lalu 385 disimak
Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
Artikel 5 hari lalu 348 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?