Hubungi kami di

Uang

Meski Dihantui Pandemi, Batam Tetap Menjadi Primadona Investasi

Terbit

|

Ilustrasi. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic (BAT). Poto: @Dok.

KENDATI pandemi Covid-19 masih menghantui, realisasi investasi pada semester pertama 2021 di Batam masih berjalan stabil.

Selain itu, beberapa proyek baru telah diresmikan pada semester dua, khususnya proyek di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dengan begitu, maka telah menambah daftar panjang investasi di Batam hingga beberapa tahun kedepan.

Berdasarkan data dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bahwa terdapat peningkatan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) antara 2020 dan 2021 sebanyak 10,69 persen dengan peningkatan jumlah proyek sebanyak 201,12 persen.

“Sebagai salah satu destinasi investasi utama di Indonesia, Batam mencatat total realisasi investasi pada semester pertama 2021 sebesar Rp 7,76 triliun dengan 2.567 proyek,” kata Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan kepada GoWest Indonesia, Rabu (22/9).

BACA JUGA :  MUSYAWARAH CABANG & PELANTIKAN PENGURUS IKANI STIMART AMNI SEMARANG CABANG BATAM (FULL)

Bulan Juni 2021, pemerintah pusat menetapkan dua Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Batam Aero Technic (BAT) dan KEK Nongsa Digital Park (NDP).

“KEK BAT telah menyerap 2.000 tenaga kerja dan menargetkan lebih dari 9.000 tenaga kerja pada tahun 2030, dengan target investasi Rp 6,2 triliun hingga Tahun 2030. Sedangkan KEK Nongsa telah menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja dan menargetkan total 16.500 tenaga kerja pada tahun 2040, dengan target investasi Rp 16 triliun pada tahun 2040,” ujarnya.

Selain itu, BP Batam juga menggesa proyek pengembangan infrastruktur, salah satu diantaranya adalah Bandara Internasional Hang Nadim.

Bandara yang memiliki landasan pacu terpanjang di Indonesia yaitu 4.025 meter ini, saat ini sedang dalam tahap pengembangan dengan konsorsium Angkasa Pura I, Incheon-Korea Selatan, dan PT Wijaya Karya.

BACA JUGA :  KENAPA JUMLAH KASUS POSITIF COVID 19 DI BATAM BANYAK?

“Adapun area yang akan dikelola seluas kurang lebih 350 hektar, dengan perbaikan yang akan dilakukan nantinya mencakup terminal 1, pembangunan terminal 2, serta mengoperasikan fasilitas landasan pacu dan gedung kargo,” paparnya.

Di sisi lain, dua investor yang mengembangkan energi terbarukan berupa tenaga solar matahari.

“Batam juga mulai mengembangkan energi terbaru dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan telah menandatangani MoU dengan Sunseap Group Pte. Ltd dari Singapura senilai Rp 29 Triliun di Waduk Duriangkang serta PT Toba Bara Energi senilai Rp 6,8 Triliun di Waduk Tembesi,” jelas Fesly.

*(rky/GoWest)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook