Hubungi kami di

Kota Kita

Muksin, Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah Dispora Kepri Rp 6,2 M Masuk DPO

Terbit

|

Pamflet DPO Muksin, tersangka kasus korupsi dana hibah Dispora Kepri yang disebar Polda Kepri. F. Dok. Istimewa

MUKSIN alias Usin alias Ucin alias Tatar, tersangka dan saksi kunci penting dalam kasus korupsi dana hibah Dispora Kepri masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Kepri.

Wakil Direktur Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, Nugroho, mengatakan, sudah menyebar selebaran DPO atas nama Muksin. “Yang bersangkutan ini memiliki peran penting dalam kasus korupsi yang masih terus kita dalami saat ini,” ungkapnya, dikutip dari suara.com, Jumat (24/6/2022).

Nugroho menuturkan, dalam kasus ini pihaknya mendapati fakta bahwa Muksin memiliki peran yang sangat penting dalam penyaluran dana hibah tersebut.

Berdasarkan gambaran selebaran DPO yang dikeluarkan resmi oleh Polda Kepri, Muksin diketahui memiliki ciri mata sedikit sipit, alis tebal, dahi lebar, wajah persegi, rambut ikal, tinggi 159 sentimeter, dan berkuli kuning langsat.

BACA JUGA :  Kepala BP Batam Lantik 3 Orang Pejabat Baru

Muksin adalah tersangka yang dietahui merugikan negara miliaran rupiah, walaupun bukanlah pejabat di Dinas Kepemudaan dan Olahraga. “Saya kasih target ke anggota, (Muksin) wajib dapat. Sampe ke lobang tikus pun harus dikejar,” tegasnya.

Pihak Kepolisian memperkirakan bahwa Muksin kini sudah tidak berada di wilayah Kepri. Hal ini diketahui dari hasil pelacakan yang dilakukan oleh penyidik, dan keputusan meninggalkan Kepri diduga guna menghindari kejaran petugas.

“Keberadaan Muksin diperkirakan sudah lari dan menetap di luar Kepri, demi menghindari pengejaran dari anggota Kepolisian,” paparnya.

BACA JUGA :  Batam Masih Terbanyak, Naik 8,04 Persen Dibanding Tahun Lalu

Pada kasus korupsi dana hibah Dispora, Muksin diketahui mendapatkan bagian hingga lebih dari 50 persen, dari kerugian Negara yang mencapai angka Rp 6,2 miliar.

Sedangkan, para penerima hibah fiktif, yang kini telah ditahan oleh Kepolisian, hanya mendapatkan komisi 10 persen dari setiap dana yang berhasil dicairkan.

Saat ditanyakan mengenai apakah ada pihak lain yang mendapat aliran dana tersebut, Nugroho mengakui saat ini belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

“Harus ketangkep dulu, biar semua kebuka nantinya. Uang-uang itu dimakan sendiri atau mengalir ke pihak lain,” tuturnya.

(*)

Gowest.id

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid