Hubungi kami di

Budaya

Museum Raja Ali Haji Perlu Penambahan Galeri

Terbit

|

Ketua Komite Sastra PKJ, Hasan Aspahani saat mengunjungi Museum Raja Ali Haji Batam. F dok Disbudpar Batam.

KETUA Komite Sastra Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Hasan Aspahani berkunjung ke Museum Raja Ali Haji, Sabtu (26/3). Ia menilai museum khas Batam tersebut memiliki potensi bagus, namun belum tergali secara maksimal.

“Museum ini mengejutkan saya. Memang saat ini belum sempurna, tapi luar biasa,” kata Bang Hasan, sapaan akrabnya.

Menurut Hasan, kehadiran museum tersebut mampu merepresentasikan sejarah Batam dengan baik. Ia juga mengatakan masih banyak potensi yang bisa digali, agar museum ini bisa lebih baik.

“Bukan hanya menghadirkan sejarah masa lalu, tapi mengaktualkan segala hal tentang Batam, seperti menghadirkan jati diri kota, mimpi-mimpi masyarakat Kota Batam. Museum ini harus dilengkapi dengan galeri,” katanya lagi.

Hasan mengungkapkan bahwa galeri bisa menghadirkan koleksi terpilih. Variasinya akan semakin banyak, jika bisa bekerja sama dengan museum lain. “Tapi daya tarik utama museum tetap koleksi tetapnya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Kepala BP Batam Pastikan Kesiapan Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar

Ia melihat koleksi awal yang ditampilkan di museum ini sangat baik.
“Misalnya laptop dan ponsel dan SK pengangkatan BJ Habibie sebagai ketua Otorita Batam. Ini bukan hanya historis tapi juga emosional,” ucapnya.

Selain museum, rencana pembangunan Taman Budaya Batam dinilai sebagai merupakan langkah penting berikutnya dari Dinas Pariwisata dan Budaya (Disbudpar) Batam. Dengan konsep yang baik ia meyakini rencana itu akan terwujud dengan dukungan banyak pihak yang peduli.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata memberikan apresiasi, karena museum pertama Batam mendapat kunjungan dari seorang seniman dan budayawan dari Jakarta. “Dia (Hasan Aspahani) pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Batam, seorang jurnalis yang sangat profesional” ucapnya.

BACA JUGA :  Bertemu di Selat Singapura | Kapal Patroli Bakamla RI Passing Exercise Bersama Coast Guard AS

Bagi Ardi, kunjungan seorang seniman seperti Bang Hasan tersebut dapat memberikan masukan yang baik untuk pengembangan museum kedepannya. Apalagi sekarang Bang Hasan sudah berkiprah di Ibukota.

Kepada Bang Hasan, Ardi menceritakan, Museum Batam Raja Ali Haji sudah meraih sertifikat tipe B dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Keberadaan museum sangat penting untuk menyajikan bukti sejarah karena Batam mempunyai sejarah yang luar biasa.

“Bercerita tentang keberadaan Museum Batam Raja Ali Haji, kami sudah menjelajah pulau dan sebagainya dan mengumpulakan para penggiat sejarah. Dari sejarahlah kita tahu akan ada yang namanya pemajuan, karena sejarah itu perlu pelestarian,” pungkasnya (leo).

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid