Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
    1 hari lalu
    BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
    1 hari lalu
    Lakalantas Saat Hujan Deras, Seorang Pemotor Tewas Terjatuh dan Terlindas
    2 hari lalu
    Tumpukan Sampah di Botania Garden, DLH Batam Kekurangan Petugas
    2 hari lalu
    Dugaan Pencurian Meteran Air di Perumahan KDA Batam Kota
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
    1 hari lalu
    10
    Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
    1 hari lalu
    Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
    1 hari lalu
    Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
    4 hari lalu
    Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    23 jam lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    2 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Nama Bunga Untuk Fenomena Siklon Tropis

Editor Admin 8 tahun lalu 2.4k disimak

BEBERAPA daerah di Indonesia baru saja dirundung malang. Daerahnya diterjang musibah akibat fenomena alam siklon tropis yang terjadi. Di Pacitan contohnya. Banjir menerjang wilayah tersebut. Rilis BMKG di Kepri, wilayah Kepulauan Riau juga tidak lepas dari pengaruh badai tersebut.

Jika di Amerika Serikat kita mengenal nama Katrina dan Irma sebagai  nama-nama badai yang terjadi di sana, Kini nama-nama yang umum digunakan oleh kaum wanita tersebut menggambarkan badai yang lebih ganas ketimbang badai-badai yang menggunakan nama kaum pria seperti Jose dan Harvey.

Di Indonesia, seperti yang baru-baru ini terjadi, fenomena alam siklon tropis juga memiliki penamaan nan unik. Cempaka merupakan nama badai yang menyerang selatan Pulau Jawa, khususnya kawasan Yogyakarta, pada pekan lalu. Kemudian siklon berikutnya yang terjadi di selatan Pulau Sumatera diberi nama Dahlia.

Jika nama manusia digunakan Amerika, maka jelas Indonesia lebih memilih nama-nama bunga untuk siklon-siklon yang terjadi.

Ada perbedaan istilah untuk menyebut peristiwa alam berupa angin kencang di lautan. Untuk yang terjadi di wilayah Samudera Pasifik biasa disebut badai atau “hurricane“. Di wilayah Pasifik Utara dan Filipina, biasa disebut dengan angin topan, sedangkan di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik Selatan disebut siklon atau siklon tropis.

Badai yang terjadi di wilayah Samudera Hindia bagian utara diberi nama seperti Agni, Fanoos, Chapala karena merupakan sumbangan nama dari India, Pakistan dan Bangladesh.

Sedangkan badai yang terjadi di barat daya Samudera Pasifik atau Laut China Selatan, diberi nama yang familiar seperti Wukong (Tiongkok), Shanshan (Hong Kong), Cimaron (Filipina), dan Jebi (Korea).

Namun pada intinya, hurricane, topan, atau siklon sama-sama sebutan untuk fenomena angin kencang yang memiliki kecepatan di atas 119 kilometer per jam.

Penggunaan nama tersebut dijelaskan Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) dilakukan untuk mempermudah orang mengingat akan pesan peringatan bahaya, ketimbang mengingat istilah-istilah teknis atau identifikasi badai dengan angka.

Pada masa lalu, orang mengidentifikasi badai berdasarkan garis lintang dan bujur. Namun kemungkinan membuat kesalahan dalam komunikasi akan lebih kecil jika badai diberi nama daripada menggunakan metode identifikasi garis lintang-bujur. Termasuk mempermudah media memberitakan peringatan dini akan terjadinya badai atau topan.

Dilansir dari Kompas.com (30/11/2017), M Fajar Handoyo, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu, menyebutkan alasan dibalik penamaan bunga untuk siklon yang terjadi di Indonesia.

“Saat ini telah terjadi badai Cempaka dan badai Dahlia, sebelumnya telah ada nama badai siklon Anggrek pada tahun 2010,” jelas Fajar.

Ia mengatakan bahwa nama siklon yang telah dan akan terjadi di Indonesia akan selalu berupa nama bunga. Nama bunga ini disepakati dalam penamaan badai tropis di Indonesia sejak terbentuknya pusat peringatan dini siklon tropis di Jakarta pada 2008.

WMO membagi-bagi zonasi penamaan badai—termasuk untuk wilayah perairan Indonesia menjadi tanggung jawab Jakarta Tropical Cyclone Warning Center BMKG.

“Nama itu diberikan untuk menghargai orang Indonesia yang menemukan nama-nama badai siklon, memang disepakati nama bunga,” jelasnya.

Ramlan, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca di Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), menjelaskan kepada CNNIndonesia.com (30/11) bahwa ada makna khusus dalam memilih nama tersebut.

“Karena kita pikir bunga itu indah. Dengan tumbuhnya itu kita harapkan bukan kenestapaan tapi keindahan yang kita dapat,” kata Ramlan.

Nama siklon pertama yang lahir dari BMKG adalah Durga. Nama itu diambil dari tokoh pewayangan yang dikenal di Jawa. Siklon Durga muncul pada 2009 di perairan barat daya Bengkulu. Kemunculan Durga yang begitu mendadak saat itu, memaksa BMKG memilih nama tersebut.

Saat ini terdapat beberapa nama bunga yang telah disiapkan oleh TSWC jika terjadi siklon-siklon serupa berikutnya.

Empat di antara nama bunga tersebut telah terpakai, yakni anggrek (30 Oktober-4 November 2010), bakung (11-13 Desember 2014), cempaka (27-29 November 2017), dan dahlia (30 November 2017). Sementara itu, beberapa nama siklon yang belum terpakai adalah flamboyan, kenanga, lili, mangga, seroja, dan teratai.

(*)

 

Kaitan badai, dahlia, iklim, siklon tropis, top
Admin 5 Desember 2017 5 Desember 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya COCO Masih di Atas, THE LAST JEDI Siap Menyodok!
Artikel Selanjutnya Medsos untuk Provokasi?

APA YANG BARU?

Pulau Kasu, Batam
Wilayah 23 jam lalu 165 disimak
“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 1 hari lalu 292 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 1 hari lalu 264 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 1 hari lalu 263 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 1 hari lalu 301 disimak

POPULER PEKAN INI

FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
Pendidikan 6 hari lalu 655 disimak
Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
Catatan Netizen 4 hari lalu 567 disimak
Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
Lingkungan 4 hari lalu 544 disimak
5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal
Pendidikan 6 hari lalu 542 disimak
Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
Pendidikan 6 hari lalu 523 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?