Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Hujan Angin Kencang Tumbangkan Pohon, Atap Rumah Warga Tertimpa
    1 hari lalu
    Tabrakan Angkot vs Trailer di Jalan Brigjen Katamso, Tidak Ada Korban Jiwa
    1 hari lalu
    Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Polisi Periksa Kadishub Batam
    2 hari lalu
    Hingga 3 Hari Ke Depan, Tanjungpinang Diperkirakan Diguyur Hujan
    2 hari lalu
    Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
    9 jam lalu
    Rencana Larangan Bawa HP ke Sekolah untuk Siswa SMA/K di Kepri, Berlaku 2027
    10 jam lalu
    PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
    1 hari lalu
    “Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
    2 hari lalu
    Libatkan RT/RW, Pengelolaan Sampah dengan TPS Komunal di Batam
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    10 jam lalu
    Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
    10 jam lalu
    Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
    11 jam lalu
    Data Kependudukan Kota Batam 2026
    2 hari lalu
    Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
    3 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Nama Bunga Untuk Fenomena Siklon Tropis

Editor Admin 8 tahun lalu 2.4k disimak

BEBERAPA daerah di Indonesia baru saja dirundung malang. Daerahnya diterjang musibah akibat fenomena alam siklon tropis yang terjadi. Di Pacitan contohnya. Banjir menerjang wilayah tersebut. Rilis BMKG di Kepri, wilayah Kepulauan Riau juga tidak lepas dari pengaruh badai tersebut.

Jika di Amerika Serikat kita mengenal nama Katrina dan Irma sebagai  nama-nama badai yang terjadi di sana, Kini nama-nama yang umum digunakan oleh kaum wanita tersebut menggambarkan badai yang lebih ganas ketimbang badai-badai yang menggunakan nama kaum pria seperti Jose dan Harvey.

Di Indonesia, seperti yang baru-baru ini terjadi, fenomena alam siklon tropis juga memiliki penamaan nan unik. Cempaka merupakan nama badai yang menyerang selatan Pulau Jawa, khususnya kawasan Yogyakarta, pada pekan lalu. Kemudian siklon berikutnya yang terjadi di selatan Pulau Sumatera diberi nama Dahlia.

Jika nama manusia digunakan Amerika, maka jelas Indonesia lebih memilih nama-nama bunga untuk siklon-siklon yang terjadi.

Ada perbedaan istilah untuk menyebut peristiwa alam berupa angin kencang di lautan. Untuk yang terjadi di wilayah Samudera Pasifik biasa disebut badai atau “hurricane“. Di wilayah Pasifik Utara dan Filipina, biasa disebut dengan angin topan, sedangkan di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik Selatan disebut siklon atau siklon tropis.

Badai yang terjadi di wilayah Samudera Hindia bagian utara diberi nama seperti Agni, Fanoos, Chapala karena merupakan sumbangan nama dari India, Pakistan dan Bangladesh.

Sedangkan badai yang terjadi di barat daya Samudera Pasifik atau Laut China Selatan, diberi nama yang familiar seperti Wukong (Tiongkok), Shanshan (Hong Kong), Cimaron (Filipina), dan Jebi (Korea).

Namun pada intinya, hurricane, topan, atau siklon sama-sama sebutan untuk fenomena angin kencang yang memiliki kecepatan di atas 119 kilometer per jam.

Penggunaan nama tersebut dijelaskan Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) dilakukan untuk mempermudah orang mengingat akan pesan peringatan bahaya, ketimbang mengingat istilah-istilah teknis atau identifikasi badai dengan angka.

Pada masa lalu, orang mengidentifikasi badai berdasarkan garis lintang dan bujur. Namun kemungkinan membuat kesalahan dalam komunikasi akan lebih kecil jika badai diberi nama daripada menggunakan metode identifikasi garis lintang-bujur. Termasuk mempermudah media memberitakan peringatan dini akan terjadinya badai atau topan.

Dilansir dari Kompas.com (30/11/2017), M Fajar Handoyo, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu, menyebutkan alasan dibalik penamaan bunga untuk siklon yang terjadi di Indonesia.

“Saat ini telah terjadi badai Cempaka dan badai Dahlia, sebelumnya telah ada nama badai siklon Anggrek pada tahun 2010,” jelas Fajar.

Ia mengatakan bahwa nama siklon yang telah dan akan terjadi di Indonesia akan selalu berupa nama bunga. Nama bunga ini disepakati dalam penamaan badai tropis di Indonesia sejak terbentuknya pusat peringatan dini siklon tropis di Jakarta pada 2008.

WMO membagi-bagi zonasi penamaan badai—termasuk untuk wilayah perairan Indonesia menjadi tanggung jawab Jakarta Tropical Cyclone Warning Center BMKG.

“Nama itu diberikan untuk menghargai orang Indonesia yang menemukan nama-nama badai siklon, memang disepakati nama bunga,” jelasnya.

Ramlan, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca di Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), menjelaskan kepada CNNIndonesia.com (30/11) bahwa ada makna khusus dalam memilih nama tersebut.

“Karena kita pikir bunga itu indah. Dengan tumbuhnya itu kita harapkan bukan kenestapaan tapi keindahan yang kita dapat,” kata Ramlan.

Nama siklon pertama yang lahir dari BMKG adalah Durga. Nama itu diambil dari tokoh pewayangan yang dikenal di Jawa. Siklon Durga muncul pada 2009 di perairan barat daya Bengkulu. Kemunculan Durga yang begitu mendadak saat itu, memaksa BMKG memilih nama tersebut.

Saat ini terdapat beberapa nama bunga yang telah disiapkan oleh TSWC jika terjadi siklon-siklon serupa berikutnya.

Empat di antara nama bunga tersebut telah terpakai, yakni anggrek (30 Oktober-4 November 2010), bakung (11-13 Desember 2014), cempaka (27-29 November 2017), dan dahlia (30 November 2017). Sementara itu, beberapa nama siklon yang belum terpakai adalah flamboyan, kenanga, lili, mangga, seroja, dan teratai.

(*)

 

Kaitan badai, dahlia, iklim, siklon tropis, top
Admin 5 Desember 2017 5 Desember 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya COCO Masih di Atas, THE LAST JEDI Siap Menyodok!
Artikel Selanjutnya Medsos untuk Provokasi?

APA YANG BARU?

Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 9 jam lalu 156 disimak
Rencana Larangan Bawa HP ke Sekolah untuk Siswa SMA/K di Kepri, Berlaku 2027
Pendidikan 10 jam lalu 156 disimak
Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
Statistik 10 jam lalu 170 disimak
Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
Statistik 10 jam lalu 169 disimak
Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
Tokoh 11 jam lalu 179 disimak

POPULER PEKAN INI

“Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
Histori 5 hari lalu 721 disimak
BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
Artikel 5 hari lalu 702 disimak
Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
Artikel 5 hari lalu 656 disimak
Prakiraan Cuaca Kepri Jumat (29/5/2026): Berawan hingga Hujan Ringan, Waspadai Petir
Artikel 3 hari lalu 609 disimak
Polda Kepri Hentikan Kasus Kecelakaan Maut WNA Tiongkok Lewat RJ
Artikel 5 hari lalu 556 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?