Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Warga Sempat Blokir Akses ke NDP, BP Batam: Krisis Air Akibat Elnino
    11 jam lalu
    Tiga Bulan Air Mati, Ratusan Warga Nongsa Turun ke Jalan; Singgung Proyek Data Center
    12 jam lalu
    Pendaftaran Diperpanjang Lagi, Pemko Siapkan 3.000 Agen Perlinsos Jemput Bola
    23 jam lalu
    Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
    1 hari lalu
    Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
    22 jam lalu
    Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
    22 jam lalu
    Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
    1 hari lalu
    Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
    2 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    5 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    7 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    7 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Nama Bunga Untuk Fenomena Siklon Tropis

Editor Admin 9 tahun lalu 2.5k disimak

BEBERAPA daerah di Indonesia baru saja dirundung malang. Daerahnya diterjang musibah akibat fenomena alam siklon tropis yang terjadi. Di Pacitan contohnya. Banjir menerjang wilayah tersebut. Rilis BMKG di Kepri, wilayah Kepulauan Riau juga tidak lepas dari pengaruh badai tersebut.

Jika di Amerika Serikat kita mengenal nama Katrina dan Irma sebagai  nama-nama badai yang terjadi di sana, Kini nama-nama yang umum digunakan oleh kaum wanita tersebut menggambarkan badai yang lebih ganas ketimbang badai-badai yang menggunakan nama kaum pria seperti Jose dan Harvey.

Di Indonesia, seperti yang baru-baru ini terjadi, fenomena alam siklon tropis juga memiliki penamaan nan unik. Cempaka merupakan nama badai yang menyerang selatan Pulau Jawa, khususnya kawasan Yogyakarta, pada pekan lalu. Kemudian siklon berikutnya yang terjadi di selatan Pulau Sumatera diberi nama Dahlia.

Jika nama manusia digunakan Amerika, maka jelas Indonesia lebih memilih nama-nama bunga untuk siklon-siklon yang terjadi.

Ada perbedaan istilah untuk menyebut peristiwa alam berupa angin kencang di lautan. Untuk yang terjadi di wilayah Samudera Pasifik biasa disebut badai atau “hurricane“. Di wilayah Pasifik Utara dan Filipina, biasa disebut dengan angin topan, sedangkan di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik Selatan disebut siklon atau siklon tropis.

Badai yang terjadi di wilayah Samudera Hindia bagian utara diberi nama seperti Agni, Fanoos, Chapala karena merupakan sumbangan nama dari India, Pakistan dan Bangladesh.

Sedangkan badai yang terjadi di barat daya Samudera Pasifik atau Laut China Selatan, diberi nama yang familiar seperti Wukong (Tiongkok), Shanshan (Hong Kong), Cimaron (Filipina), dan Jebi (Korea).

Namun pada intinya, hurricane, topan, atau siklon sama-sama sebutan untuk fenomena angin kencang yang memiliki kecepatan di atas 119 kilometer per jam.

Penggunaan nama tersebut dijelaskan Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) dilakukan untuk mempermudah orang mengingat akan pesan peringatan bahaya, ketimbang mengingat istilah-istilah teknis atau identifikasi badai dengan angka.

Pada masa lalu, orang mengidentifikasi badai berdasarkan garis lintang dan bujur. Namun kemungkinan membuat kesalahan dalam komunikasi akan lebih kecil jika badai diberi nama daripada menggunakan metode identifikasi garis lintang-bujur. Termasuk mempermudah media memberitakan peringatan dini akan terjadinya badai atau topan.

Dilansir dari Kompas.com (30/11/2017), M Fajar Handoyo, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu, menyebutkan alasan dibalik penamaan bunga untuk siklon yang terjadi di Indonesia.

“Saat ini telah terjadi badai Cempaka dan badai Dahlia, sebelumnya telah ada nama badai siklon Anggrek pada tahun 2010,” jelas Fajar.

Ia mengatakan bahwa nama siklon yang telah dan akan terjadi di Indonesia akan selalu berupa nama bunga. Nama bunga ini disepakati dalam penamaan badai tropis di Indonesia sejak terbentuknya pusat peringatan dini siklon tropis di Jakarta pada 2008.

WMO membagi-bagi zonasi penamaan badai—termasuk untuk wilayah perairan Indonesia menjadi tanggung jawab Jakarta Tropical Cyclone Warning Center BMKG.

“Nama itu diberikan untuk menghargai orang Indonesia yang menemukan nama-nama badai siklon, memang disepakati nama bunga,” jelasnya.

Ramlan, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca di Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), menjelaskan kepada CNNIndonesia.com (30/11) bahwa ada makna khusus dalam memilih nama tersebut.

“Karena kita pikir bunga itu indah. Dengan tumbuhnya itu kita harapkan bukan kenestapaan tapi keindahan yang kita dapat,” kata Ramlan.

Nama siklon pertama yang lahir dari BMKG adalah Durga. Nama itu diambil dari tokoh pewayangan yang dikenal di Jawa. Siklon Durga muncul pada 2009 di perairan barat daya Bengkulu. Kemunculan Durga yang begitu mendadak saat itu, memaksa BMKG memilih nama tersebut.

Saat ini terdapat beberapa nama bunga yang telah disiapkan oleh TSWC jika terjadi siklon-siklon serupa berikutnya.

Empat di antara nama bunga tersebut telah terpakai, yakni anggrek (30 Oktober-4 November 2010), bakung (11-13 Desember 2014), cempaka (27-29 November 2017), dan dahlia (30 November 2017). Sementara itu, beberapa nama siklon yang belum terpakai adalah flamboyan, kenanga, lili, mangga, seroja, dan teratai.

(*)

 

Kaitan badai, dahlia, iklim, siklon tropis, top
Admin 5 Desember 2017 5 Desember 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya COCO Masih di Atas, THE LAST JEDI Siap Menyodok!
Artikel Selanjutnya Medsos untuk Provokasi?

APA YANG BARU?

Warga Sempat Blokir Akses ke NDP, BP Batam: Krisis Air Akibat Elnino
Artikel 11 jam lalu 119 disimak
Tiga Bulan Air Mati, Ratusan Warga Nongsa Turun ke Jalan; Singgung Proyek Data Center
Artikel 12 jam lalu 300 disimak
Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
Histori 22 jam lalu 427 disimak
Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
Catatan Netizen 22 jam lalu 283 disimak
Pendaftaran Diperpanjang Lagi, Pemko Siapkan 3.000 Agen Perlinsos Jemput Bola
Artikel 23 jam lalu 141 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 5 hari lalu 760 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 6 hari lalu 619 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 5 hari lalu 583 disimak
Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
Artikel 5 hari lalu 511 disimak
Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
Pendidikan 7 hari lalu 501 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?