Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Ribuan Kapal Nelayan Batam Belum Berdokumen, Pemko Bentuk Tim Cakalang
    6 jam lalu
    Ngaku Dirampok, Seorang Pria di Bengkong Lukai Diri Sendiri Karena Terlilit Pinjol
    1 hari lalu
    Potong Birokrasi Nelayan, Pemko Batam Luncurkan Tim Cakalang
    2 hari lalu
    Pelaku Jadi Tersangka, Bakar Rayap Pakai Ban Dalam Lahan 10 Hektare di Tembesi Batam Ludes
    2 hari lalu
    SCC Resmikan Terminal Baru HarbourFront Berbasis Teknologi Terintegrasi
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    3 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    4 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    5 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    5 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    4 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    7 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Tokoh

Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah (Sultan Riouw Lingga ke-3)

Editor Admin 4 bulan lalu 1.9k disimak
Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah (Sultan Riouw Lingga ke-3)
  • Nama : Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah
  • Nama kecil : Tengku Mahmud ibn Sultan Muhammad II Muazzam Shah
  • Lahir : Terengganu, September 1823
  • Wafat : Pahang, 10 Juli 1864 (usia 41 tahun)
  • Jabatan : Sultan Riouw Lingga ke-3 (1835 – 1857)
  • Ayah : Sultan Muhammad II Muazzam Shah
  • Ibu : Tengku Kulsum Puteh binti al-Marhum Sultan Ahmad Shah, Tengku Besar Perempuan
  • Isteri : 1) Tengku Maimuna binti Tunku Muhammad, Tengku Ampuan – 1837 – putri dari Yang Amat Mulia Tengku Muhammad Hitam ibni al-Marhum Sultan Husain Mu’azzam Shah. 2) Encik Sajah, janda ayahnya, Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Sultan Muhammad II Mu’azzam Shah ibni al-Marhum Sultan ‘Abdu’l-Rahman Mu’azzam Shah, Sultan Lingga. 3) Raja Maimuna binti Raja ‘Abdu’l Rahman, Raja Ampuan – wafat tanpa keturunan – putri ketiga dari Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Raja ‘Abdu’l Rahman ibni al-Marhum Sultan Ja’afar ‘Ala ud-din Shah, Yang di-Pertuan Muda Riau. 4) Encik Engku Ngah binti Dato’ Bendahara Sri Maharaja Tun Muhammad Tahir, Encik Engku Puan, putri dari Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Tun Muhammad Tahir bin Dato’ Bendahara Sri Maharaja Tun ‘Ali. 5) putri dari Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Baginda Tuanku Sultan ‘Umar ibni al-Marhum Sultan Ahmad Shah [al-Marhum Baginda], Sultan dan Yang di-Pertuan Besar Trengganu
  • Anak : Tengku Usman, Tengku Embong Fatimah, Tengku Mohamed Yusuf

SULTAN Mahmud Muzaffar Shah adalah sultan ketiga dari Kesultanan Riouw-Lingga, yang memerintah dari tahun 1835 hingga 1857. Ia dinobatkan sebagai sultan di usia yang masih belia, 12 tahun. Ayahnya, Sultan Muhammad II Muazzam Shah kala itu, menyerahkan tahta kesultanan padanya karena sakit.

Ia menjalani masa kepemimpinan dengan perwalian oleh Raja Muda di Penyengat hingga tahun 1841. Ketika ayahnya mangkat, Mahmud Muzzafar yang ketika itu berusia 18 tahun, langsung memegang kendali penuh jabatan Sultan Riouw Lingga.

Pada awal kepemimpinannya yang masih sangat belia, Sultan Mahmud menghadapi berbagai tantangan, termasuk aksi perompakan bajak laut yang terjadi di wilayahnya serta konflik dengan kolonial Belanda sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di kesultanan Riouw Lingga sesuai perjanjian 29 Oktober 1830.

Tidak seperti datuknya, Sultan Abdul Rahman I Muazzam Shah dan Ayahnya, Sultan Muhammad II Muazzam Shah yang lebih tunduk dan mau bekerjasama dengan pemerintah kolonial Belanda, Mahmud Muzzafar Shah justeru bercita-cita mengembalikan kejayaan imperium kesultanan lama, Johor Pahang Riouw Lingga seperti sebelum dipecah oleh pihak Belanda dan Inggris melalui perjanjian London 1824.

Menghitung silsilah Dinasti kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang sebelum pecah, Sultan Mahmud IV Muzaffar menganggap ia adalah sultan yang ke-18.

Sama seperti buyutnya, Sultan Mahmud Riayat Syah, Sultan Mahmud Muzaffar Syah punya pendirian kuat menolak intervensi asing pada masa kepemimpinannya. Ia menjadi tidak bersahabat dengan pemerintahan Kolonial Belanda. Kebijakan pemerintahan yang diambil, diputuskannya sendiri tanpa melibatkan pemerintah kolonial Belanda.

Mahmud Muzzafar Shah juga menjalin hubungan komunikasi dengan pihak kesultanan Johor Pahang di Semenanjung Malaya yang berada dalam kekuasaan Inggris untuk penyatuan kembali imperium kesultanan induk, Johor Pahang Riouw Lingga.

Hal ini membuat pihak kolonial Belanda di negeri Riouw Lingga kala itu resah. Hal serupa juga dirasakan pemerintah kolonial Inggris yang menguasai kesultanan Johor Pahang.

Puncaknya, tahun 1857. Pada 23 September 1857, Sultan Mahmud Muzzafar Shah akhirnya dimakzulkan dari posisi Sultan oleh pemerintah kolonial Belanda. Sebagai penggantinya, Belanda menunjuk pamannya, Tengku Sulaiman untuk menjadi Sultan Riouw Lingga ke-4 dengan gelar Sultan Sulaiman II Badrul Alam Shah pada 10 Oktober 1857.

Usai dilengserkan, ia bergerilya dengan bergabung dengan para bajak laut di wilayah Reteh. Namun, upayanya diredam Belanda dengan menumpas para bajak laut di Teteh yang dipimpin Tengku Sulung. Ia mengungsi ke Siam.

Raja Siam menyambutnya dan berjanji akan memberikan bantuan. Namun, setelah sembilan bulan tinggal di Siam, harapan tersebut tidak terwujud; sebaliknya, ia dijadikan alat untuk memperkuat kekuasaan Siam di Terengganu.

Mahmud Muzzafar akhirnya beralih ke Terengganu, dimana sultannya masih berkerabat dengan dirinya.

Mahmud Muzzafar dalam sebuah Majelis di Terengganu

Di lain pihak, Dewan Perniagaan Singapura menginformasikan bahwa kegiatan perdagangan mereka dengan Pahang terhambat akibat serangan yang dilakukan oleh Wan Ahmad, yang didukung oleh Sultan Terengganu dan Sultan Mahmud Muzzafar. Sebagai langkah pencegahan terhadap pengaruh Siam dan untuk melindungi kepentingan perdagangan Inggris, Gabenor Cavenagh akhirnya mengirimkan dua kapal perang ke Terengganu.

Serangan Inggris ke Kuala Terengganu pada 1862

Pada tahun 1862, Kuala Terengganu menjadi pusat ketegangan ketika utusan Inggris, dipimpin oleh Kolonel MacPherson, berusaha menangkap Sultan Riouw Lingga, Mahmud Muzaffar Shah. Menggunakan dua kapal perang, mereka meminta Sultan Terengganu, Sultan Umar, untuk menyerahkan Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah dalam waktu 24 jam.

Permintaan Inggris agar Sultan Lingga diserahkan diabaikan oleh Sultan Umar, yang malah menyarankan Sultan Mahmud Muzzafar untuk melarikan diri ke Besut. Akibatnya, Kuala Terengganu dibombardir selama dua hari dan dikepung selama dua minggu. Dalam situasi ini, Cavenagh dipertanggungjawabkan atas kekacauan yang terjadi.

Setelah bersembunyi di Besut selama empat bulan, Sultan Lingga akhirnya ditangkap oleh Raja Siam. Meskipun demikian, Sultan Lingga kembali ke Terengganu sebelum berpindah ke Pahang, di mana ia akhirnya meninggal dunia pada tahun 1864.

(ham)

Kaitan johor, Malay, Pahang, Riouw Lingga, Sultan, Sultan Mahmud Muzzafar Shah, Tengku Mahmud, Terengganu
Admin 1 Juni 2026 1 Juni 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Proyek Pusat Data Nasional (PDN) Batam, Batal Dilanjutkan oleh Kemenkomdigi
Artikel Selanjutnya Kebakaran 3 Ruko di Bengkong Indah, 1 Orang Meninggal Dunia

APA YANG BARU?

Ribuan Kapal Nelayan Batam Belum Berdokumen, Pemko Bentuk Tim Cakalang
Artikel 6 jam lalu 87 disimak
Ngaku Dirampok, Seorang Pria di Bengkong Lukai Diri Sendiri Karena Terlilit Pinjol
Artikel 1 hari lalu 102 disimak
Potong Birokrasi Nelayan, Pemko Batam Luncurkan Tim Cakalang
Artikel 2 hari lalu 111 disimak
Pelaku Jadi Tersangka, Bakar Rayap Pakai Ban Dalam Lahan 10 Hektare di Tembesi Batam Ludes
Artikel 2 hari lalu 251 disimak
SCC Resmikan Terminal Baru HarbourFront Berbasis Teknologi Terintegrasi
Artikel 2 hari lalu 245 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 2 hari lalu 594 disimak
Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 7 hari lalu 534 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 5 hari lalu 373 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 2 hari lalu 368 disimak
Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Artikel 2 hari lalu 340 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?