Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Selasa (4/08), BMKG Perkirakan Cuaca Batam Cenderung Berubah
    22 jam lalu
    Menteri ATR/Kepala BPN Ungkap Wilayah Perairan Batam Banyak di Kavling Tanpa Prosedur yang Sah
    1 hari lalu
    Pajak Kendaraan dan Videotron Jadi Andalan Kota Batam Tingkatkan PAD
    2 hari lalu
    Masuk Bulan ke-8, Amsakar Kebut OPD: Realisasi Program Harus Tembus 50%
    2 hari lalu
    Dua Orang Pelaku Pencurian HP Diamankan Personel Polsek Bengkong
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala AFF 2026, Indonesia Kalah Telak dari Vietnam 3-0
    1 hari lalu
    Piala AFF 2026, Taklukan Timor Leste (0-3) Pasukan Garuda Duduki Peringkat 2 Klasemen Grup A
    4 hari lalu
    30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
    4 hari lalu
    Taman Yang Hilang & Pembangunan Yang Tak Terukur
    4 hari lalu
    Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    2 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Tokoh

Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah (Sultan Riouw Lingga ke-3)

Editor Admin 2 bulan lalu 1.8k disimak
Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah (Sultan Riouw Lingga ke-3)
  • Nama : Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah
  • Nama kecil : Tengku Mahmud ibn Sultan Muhammad II Muazzam Shah
  • Lahir : Terengganu, September 1823
  • Wafat : Pahang, 10 Juli 1864 (usia 41 tahun)
  • Jabatan : Sultan Riouw Lingga ke-3 (1835 – 1857)
  • Ayah : Sultan Muhammad II Muazzam Shah
  • Ibu : Tengku Kulsum Puteh binti al-Marhum Sultan Ahmad Shah, Tengku Besar Perempuan
  • Isteri : 1) Tengku Maimuna binti Tunku Muhammad, Tengku Ampuan – 1837 – putri dari Yang Amat Mulia Tengku Muhammad Hitam ibni al-Marhum Sultan Husain Mu’azzam Shah. 2) Encik Sajah, janda ayahnya, Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Sultan Muhammad II Mu’azzam Shah ibni al-Marhum Sultan ‘Abdu’l-Rahman Mu’azzam Shah, Sultan Lingga. 3) Raja Maimuna binti Raja ‘Abdu’l Rahman, Raja Ampuan – wafat tanpa keturunan – putri ketiga dari Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Raja ‘Abdu’l Rahman ibni al-Marhum Sultan Ja’afar ‘Ala ud-din Shah, Yang di-Pertuan Muda Riau. 4) Encik Engku Ngah binti Dato’ Bendahara Sri Maharaja Tun Muhammad Tahir, Encik Engku Puan, putri dari Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Tun Muhammad Tahir bin Dato’ Bendahara Sri Maharaja Tun ‘Ali. 5) putri dari Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Baginda Tuanku Sultan ‘Umar ibni al-Marhum Sultan Ahmad Shah [al-Marhum Baginda], Sultan dan Yang di-Pertuan Besar Trengganu
  • Anak : Tengku Usman, Tengku Embong Fatimah, Tengku Mohamed Yusuf

SULTAN Mahmud Muzaffar Shah adalah sultan ketiga dari Kesultanan Riouw-Lingga, yang memerintah dari tahun 1835 hingga 1857. Ia dinobatkan sebagai sultan di usia yang masih belia, 12 tahun. Ayahnya, Sultan Muhammad II Muazzam Shah kala itu, menyerahkan tahta kesultanan padanya karena sakit.

Ia menjalani masa kepemimpinan dengan perwalian oleh Raja Muda di Penyengat hingga tahun 1841. Ketika ayahnya mangkat, Mahmud Muzzafar yang ketika itu berusia 18 tahun, langsung memegang kendali penuh jabatan Sultan Riouw Lingga.

Pada awal kepemimpinannya yang masih sangat belia, Sultan Mahmud menghadapi berbagai tantangan, termasuk aksi perompakan bajak laut yang terjadi di wilayahnya serta konflik dengan kolonial Belanda sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di kesultanan Riouw Lingga sesuai perjanjian 29 Oktober 1830.

Tidak seperti datuknya, Sultan Abdul Rahman I Muazzam Shah dan Ayahnya, Sultan Muhammad II Muazzam Shah yang lebih tunduk dan mau bekerjasama dengan pemerintah kolonial Belanda, Mahmud Muzzafar Shah justeru bercita-cita mengembalikan kejayaan imperium kesultanan lama, Johor Pahang Riouw Lingga seperti sebelum dipecah oleh pihak Belanda dan Inggris melalui perjanjian London 1824.

Menghitung silsilah Dinasti kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang sebelum pecah, Sultan Mahmud IV Muzaffar menganggap ia adalah sultan yang ke-18.

Sama seperti buyutnya, Sultan Mahmud Riayat Syah, Sultan Mahmud Muzaffar Syah punya pendirian kuat menolak intervensi asing pada masa kepemimpinannya. Ia menjadi tidak bersahabat dengan pemerintahan Kolonial Belanda. Kebijakan pemerintahan yang diambil, diputuskannya sendiri tanpa melibatkan pemerintah kolonial Belanda.

Mahmud Muzzafar Shah juga menjalin hubungan komunikasi dengan pihak kesultanan Johor Pahang di Semenanjung Malaya yang berada dalam kekuasaan Inggris untuk penyatuan kembali imperium kesultanan induk, Johor Pahang Riouw Lingga.

Hal ini membuat pihak kolonial Belanda di negeri Riouw Lingga kala itu resah. Hal serupa juga dirasakan pemerintah kolonial Inggris yang menguasai kesultanan Johor Pahang.

Puncaknya, tahun 1857. Pada 23 September 1857, Sultan Mahmud Muzzafar Shah akhirnya dimakzulkan dari posisi Sultan oleh pemerintah kolonial Belanda. Sebagai penggantinya, Belanda menunjuk pamannya, Tengku Sulaiman untuk menjadi Sultan Riouw Lingga ke-4 dengan gelar Sultan Sulaiman II Badrul Alam Shah pada 10 Oktober 1857.

Usai dilengserkan, ia bergerilya dengan bergabung dengan para bajak laut di wilayah Reteh. Namun, upayanya diredam Belanda dengan menumpas para bajak laut di Teteh yang dipimpin Tengku Sulung. Ia mengungsi ke Siam.

Raja Siam menyambutnya dan berjanji akan memberikan bantuan. Namun, setelah sembilan bulan tinggal di Siam, harapan tersebut tidak terwujud; sebaliknya, ia dijadikan alat untuk memperkuat kekuasaan Siam di Terengganu.

Mahmud Muzzafar akhirnya beralih ke Terengganu, dimana sultannya masih berkerabat dengan dirinya.

Mahmud Muzzafar dalam sebuah Majelis di Terengganu

Di lain pihak, Dewan Perniagaan Singapura menginformasikan bahwa kegiatan perdagangan mereka dengan Pahang terhambat akibat serangan yang dilakukan oleh Wan Ahmad, yang didukung oleh Sultan Terengganu dan Sultan Mahmud Muzzafar. Sebagai langkah pencegahan terhadap pengaruh Siam dan untuk melindungi kepentingan perdagangan Inggris, Gabenor Cavenagh akhirnya mengirimkan dua kapal perang ke Terengganu.

Serangan Inggris ke Kuala Terengganu pada 1862

Pada tahun 1862, Kuala Terengganu menjadi pusat ketegangan ketika utusan Inggris, dipimpin oleh Kolonel MacPherson, berusaha menangkap Sultan Riouw Lingga, Mahmud Muzaffar Shah. Menggunakan dua kapal perang, mereka meminta Sultan Terengganu, Sultan Umar, untuk menyerahkan Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah dalam waktu 24 jam.

Permintaan Inggris agar Sultan Lingga diserahkan diabaikan oleh Sultan Umar, yang malah menyarankan Sultan Mahmud Muzzafar untuk melarikan diri ke Besut. Akibatnya, Kuala Terengganu dibombardir selama dua hari dan dikepung selama dua minggu. Dalam situasi ini, Cavenagh dipertanggungjawabkan atas kekacauan yang terjadi.

Setelah bersembunyi di Besut selama empat bulan, Sultan Lingga akhirnya ditangkap oleh Raja Siam. Meskipun demikian, Sultan Lingga kembali ke Terengganu sebelum berpindah ke Pahang, di mana ia akhirnya meninggal dunia pada tahun 1864.

(ham)

Kaitan johor, Malay, Pahang, Riouw Lingga, Sultan, Sultan Mahmud Muzzafar Shah, Tengku Mahmud, Terengganu
Admin 1 Juni 2026 1 Juni 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Proyek Pusat Data Nasional (PDN) Batam, Batal Dilanjutkan oleh Kemenkomdigi
Artikel Selanjutnya Kebakaran 3 Ruko di Bengkong Indah, 1 Orang Meninggal Dunia

APA YANG BARU?

Selasa (4/08), BMKG Perkirakan Cuaca Batam Cenderung Berubah
Artikel 22 jam lalu 166 disimak
Piala AFF 2026, Indonesia Kalah Telak dari Vietnam 3-0
Sports 1 hari lalu 142 disimak
Menteri ATR/Kepala BPN Ungkap Wilayah Perairan Batam Banyak di Kavling Tanpa Prosedur yang Sah
Artikel 1 hari lalu 150 disimak
Pajak Kendaraan dan Videotron Jadi Andalan Kota Batam Tingkatkan PAD
Artikel 2 hari lalu 118 disimak
Masuk Bulan ke-8, Amsakar Kebut OPD: Realisasi Program Harus Tembus 50%
Artikel 2 hari lalu 120 disimak

POPULER PEKAN INI

Warga Diminta Waspada, BMKG Meperkirakan Cuaca Batam Berubah-ubah
Artikel 5 hari lalu 449 disimak
Piala AFF 2026, Taklukan Timor Leste (0-3) Pasukan Garuda Duduki Peringkat 2 Klasemen Grup A
Sports 4 hari lalu 353 disimak
Antisipasi Amblasnya Jalan Gajah Mada, Jalur Pemakaman Tionghoa Jadi Alternatif
Artikel 4 hari lalu 352 disimak
30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
Pendidikan 4 hari lalu 350 disimak
BP Batam Ultimatum Pemilik Lahan Nganggur: Update Data & Progres Pembangunan Paling Lambat 31 Agustus
Artikel 6 hari lalu 333 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?