Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
    5 jam lalu
    Batam Dominan Berawan, BMKG Imbau Waspada Asap Karhutla
    9 jam lalu
    Tim Gabungan Batam Tertibkan Delapan Bangunan Ilegal di Sagulung
    9 jam lalu
    Kualitas Udara Batam Membaik, Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Turun Drastis 50 Persen
    9 jam lalu
    BP Batam Alokasikan Rp665,11 Miliar untuk Infrastruktur dari Pagu Rp2,44 Triliun di 2027
    9 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    5 jam lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    5 jam lalu
    Langsing dengan Tiga Cara Nyantai: Murah, Tanpa Ribet, Tanpa Siksaan
    9 jam lalu
    Udara Membaik, Disdik Batam Kembalikan Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka
    2 hari lalu
    Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    1 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
VOA Indonesia

Mahasiswa Pimpin Protes ‘Indonesia Gelap’, Menentang Pemangkasan Anggaran

Editor Admin 2 tahun lalu 663 disimak
Mahasiswa Indonesia meneriakkan slogan saat protes terhadap efisiensi anggaran dan kebijakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025. (Achmad Ibrahim/AP)Disediakan oleh GoWest.ID

RIBUAN mahasiswa melancarkan protes “Indonesia Gelap” di sejumlah kota besar di Indonesia, Kamis (20/2), menentang pemangkasan anggaran dan kebijakan-kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Para demonstran khawatir kebijakan-kebijakan tersebut akan merusak sistem dukungan sosial dan masa depan mereka.


DENGAN mengenakan pakaian berwarna hitam, sekitar seribu mahasiswa berpawai di Yogyakarta melalui sebuah jalan raya yang sibuk. Mereka mengusung poster-poster dan spanduk-spanduk sambil meneriakkan tuntutan-tuntutan perubahan, empat bulan setelah Prabowo menjabat presiden setelah menang telak dalam pemilu.

Protes serupa juga berlangsung di kota-kota besar lain, termasuk ibu kota Jakarta; Medan, Sumatera Utara; dan Makassar, Sulawesi Selatan.

“Indonesia Gelap” yang menyuarakan kekhawatiran soal pemangkasan anggaran juga mendapat sorotan di media sosial. Popularitasnya menyaingi tagar “Kabur Aja Dulu”, yang menampilkan orang-orang yang berbagi saran tentang cara melarikan diri untuk bekerja dan tinggal di luar negeri.

Herianto, pemimpin mahasiswa di Jakarta, mengatakan bahwa para mahasiswa memrotes pemangkasan anggaran pendidikan setelah Prabowo memerintahkan penghematan lebih dari Rp310 triliun. Dana itu dikatakan akan digunakan untuk membiayai kebijakan-kebijakannya, termasuk progam makan siang gratis di sekolah-sekolah yang akrab disebut program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para mahasiswa menggelar aksi “Indonesia Gelap” sambil memegang plakat bergambar Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan anggota kabinetnya, menentang kebijakan efisiensi anggaran baru-baru ini, di dekat istana presiden di Jakarta, 20 Februari 2025. (Willy Kurniawan/REUTERS)

Herianto, seperti banyak orang Indonesia yang hanya menggunakan satu nama, mengatakan bahwa Indonesia sedang mamasuki masa gelap karena banyak kebijakan yang tidak jelas bagi masyarakat. Pemangkasan anggaran, menurutnya, dimaksudkan untuk menutup biaya program makan gratis, dan pendidikan adalah salah satu hal yang mungkin terdampak.

Mustufa, yang hanya menyebut nama panggilannya, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, mengatakan, “Kami melakukan pembacaan itu berdasarkan satu poin tuntutan utama bahwa anggaran pendidikan dan kesehatan masyarakat terpangkas karena program makan gratis, sebuah program yang bahkan belum dapat diakses oleh semua orang secara merata.”

Sementara itu, Hasrul, yang namanya hanya terdiri dari satu kata, ketua Serikat Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, mengungkapkan, “Evaluasi total terhadap program makan gratis ini perlu dilakukan, karena kami menilai program ini tidak efektif dan memerlukan biaya yang besar. Program makan gratis inilah yang menjadi penyebab fatal terjadinya pelanggaran APBN.”

Para mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menuntut peninjauan ulang pemotongan anggaran pemerintah dan program makanan bergizi gratis untuk sekolah di Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, 20 Februari 2025. (Yasuyoshi Chiba / AFP)

Rahman Hakim, seorang mahasiswa Universitas Bung Karno, Jakarta, mengungkapkan, “Kami ingin Presiden Prabowo turun ke bawah dan lihatlah tangisan masyarakat. Harga pangan sedang naik, harga BBM naik, kesenjangan sosial semakin meningkat, dan pendidikan semakin sulit dijangkau. Ini menjadi catatan serius bagi kita semua.”

Berbicara pada aksi protes di Jakarta pada hari Kamis, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah telah menerima tuntutan-tuntutan mahasiswa dan akan mempelajarinya.

Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan bahwa perubahan pendanaan tidak akan berdampak pada sektor pendidikan dan kesejahteraan guru, namun dengan banyaknya kementerian yang mengurangi belanja negara, muncul kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat mengganggu layanan pemerintah.

Para mahasiswa juga berdemonstrasi menentang peralihan peran militer ke sipil dan kurangnya subsidi gas untuk kebutuhan memasak.

Prabowo tetap populer di seluruh Indonesia. Peringkat dukungan terhadapnya mendekati 80 persen dalam survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei independen, termasuk yang dilakukan bulan lalu oleh Indikator Politik Indonesia.

Direktur eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa popularitas Prabowo bisa menurun seiring dengan penerapan kebijakan tersebut, mengingat jumlah warga kelas menengah di Indonesia menyusut.

“Jika pemerintah tidak menyikapi permasalahan ini dengan baik, maka akan timbul kecemasan dari kalangan kelas menengah dan bisa menurunkan popularitasnya,” ujarnya.

Demonstrasi tersebut merupakan yang terbesar sejak Agustus lalu, sebelum Prabowo menjabat, ketika DPR menunda rencana untuk merevisi undang-undang pemilu setelah ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan, melakukan pembakaran dan menghadapi semprotan gas air mata dan meriam air. 

[ab/ka]

Kaitan Anggaran, apbd, apbn, demo, mahasiswa, Pemangkasan
Admin 21 Februari 2025 21 Februari 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kepala Daerah Dilantik, Urgensi Retret Dipertanyakan
Artikel Selanjutnya Pemko Batam Anggarkan Rp 16,7 M untuk Pembangunan Gedung-Pagar Rumdis Kejari

APA YANG BARU?

Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
Artikel 5 jam lalu 100 disimak
143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
Pendidikan 5 jam lalu 95 disimak
Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
Ragam 5 jam lalu 83 disimak
Langsing dengan Tiga Cara Nyantai: Murah, Tanpa Ribet, Tanpa Siksaan
Catatan Netizen 9 jam lalu 125 disimak
Batam Dominan Berawan, BMKG Imbau Waspada Asap Karhutla
Artikel 9 jam lalu 125 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 4 hari lalu 428 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 5 hari lalu 393 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 5 hari lalu 343 disimak
Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
Pendidikan 5 hari lalu 329 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 4 hari lalu 324 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?