Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Lakukan Pelangaran Keimigrasian, KJRI Johor Bahru Pulangkan 90 WNI ke Indonesia
    21 jam lalu
    Dishub Batam Lakukan Patroli Pengawasan Juru Parkir Liar
    1 hari lalu
    Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
    1 hari lalu
    Buang Sampah Sembarangan? Siap-siap Disuruh Pungut Sampah Pakai Rompi
    1 hari lalu
    Perluas Sekolah Vokasi, Pemprov Kepri Bangun SMKN 13 dan 14 di Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    6 jam lalu
    Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
    1 hari lalu
    Full Big Match, Semifinal Piala Dunia 2026 Laga Antar Para Jawara
    2 hari lalu
    SD-SMP Negeri di Batam Wajib Terima Siswa Berkebutuhan Khusus
    3 hari lalu
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Nek Penuh Suku Laut dari Pulau Bertam | “Kulitnya Melepuh Seperti Terkena Air Panas”

Editor Admin 5 tahun lalu 1.1k disimak

Kini di Rumah Sakit Otorita Batam.

Aku dibisikin Andi staf Kelurahan Pecung yang ikut bersama kami dalam mobil Ambulance LAZ Batam, bahwa nek Penuh yang sedang sakit kulit melepuh sekujur tubuhnya seperti tersiram air panas itu, belum makan lagi sejak pagi.

————-

Oleh : Imbalo Iman Sakti

“Tadi dimasakin bubur, tapi dia tak nak makan.”

“Ya Allah semoga selera makan nek Penuh tak hilang, agar daya tahan tubuhnya kuat,” doaku dalam hati.

Sepanjang jalan dari Senggulung ke RSOB, mobil Ambulance LAZ Batam yang dikendarai Rudolf, mahasiswa semester lima Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam, volunter di LAZ Batam itu lancar tiada hambatan.

Seorang pengendara sepeda motor, entah siapa, berjalan mendahului mobil kami. Ia menyuruh orang menepi, agar mobil yang terus membunyikan sirene dan klakson itu bisa diberi jalan.

Layaknya, ia polisi pengawal.

Tiba di ruang Emergensi RSOB, dua orang petugas medis dari Puskesmas Belakang Padang telah menanti. Kuminta pak Jaga membeli roti agar dimakan nek Penuh yang belum makan.

Rekan wartawan sedang bersoal jawab dengan security rumah sakit itu. Tak boleh ambil gambar nek Penuh yang sedang diturunkan dan dimasukkan ke ruang emergensi.

“Berita nenek Penuh ini sudah viral sampai ke kementrian di Jakarta sana”, ujarnya pada kami.

“Entahlah, mana keluarganya”, ujar petugas medis di emergensi itu.

Pak Jaga kusuruh masuk, kelihatan dia takut atau apa, petugas dari puskesmas ikut mendampinginya.

Standar pemeriksaan, nek penuh tetap berbaring miring. Aku masuk, kukatakan pada perawat di situ bahwa nenek ini belum makan sejak pagi.

Photo : © Imbalo Iman Sakti

Pak Jaga rada pekak. Biasa, nelayan tua seperti itu agak banyak menyelam atau apa.

“Sus, pak ini ngomong ke dia agak kuat sedikit”, kataku ke suster yang menjaga.

Suster itu melirikku. Dia bertanya, apakah nenek ini ada kelainan genetik sebelumnya.

“Mana lah tau, suku laut tak bisa tulis baca, apa itu kelainan genetik”, sergahku pada perawat itu.

Kulitnya seperti ini baru sekitar dua bulan ini. Biasanya yang kasih dia obat ibu bidan. Rupanya petugas puskesmas Belakang Padang itu seorang Bidan bernama Sari.

“Sejak nikah lebih empat puluh tahun, nenek ini tak pernah sakit seperti ini. selama ini tak pernah di rongent atau check apa pun”, kataku. Pak Jaga melirikku.

“Dia kena minyak panas, jadi melepuh”, katanya.

Terus begini penjelasannya berulang ulang sejak kemarin. Setaunya, kulit bini dia itu melepuh kena minyak panas.

Seperti kayap, gelembung kulit di dalamnya ada air. Nah seperti itu agaknya.

“Kalau kena minyak panas, manalah pulak merambat ke sekujur tubuh. Itulah sebab dibawak ke rumah sakit. Kami kan bukan dokter”, kataku.

“Apakah di sini ada dokter kulitnya?” tanyaku lagi pada perawat itu.

“Ada beberapa orang,” jawabnya.

“Nah rujuklah ke situ”, saranku.

Petugas puskemas yang satu lagi, ngomong padaku, kalau sudah tiga hari makan obat tak ada perobahan, seyogianya dievaluasi obatnya.

“Bu Bidan itu bilang sudah disuruh ke puskesmas, tapi mereka tidak ke sana”, kata si perawat.

“Lah, kan sudah dikasih tau untuk makan saja susah, boro-boro sewa boat atau beli minyak mau ke puskesmas Belakang Padang yang mengeluarkan duit 500 ribu rupiah”, kataku.

Perawat ruang emergenci itu bertanya lagi,

“Gatal ya bu?”

Matanya tertuju ke nek Penuh. Erangan nenek itu sudah agak reda. Tak mengerang lagi suaranya. Bajunya sudah terlepas. Sebagian lagi masih terguling miring di atas dipan itu. Ia tak merespon pertanyaan si perawat. Si perawat itu menoleh ke pak Jaga.

“Gatal ya pak, kata ibunya?”

Pak Jaga pun senyap.

“Pak Jaga jangan diam saja, cerita lah pak, apa saja yang terjadi tentang nek Penuh”, ujarku pada pak Jaga agak keras.

“Apa nenek ini, dia bilang badannya terasa miang?”

Pak Jaga mengangguk,

“Iya miang terus”, katanya.

Kukatakan sekali lagi pada perawat itu, mereka ini suku laut, orang Melayu. Jangan tanya dengan bahasa yang tinggi-tinggi. Genetik lah, apa lah.

Gatal sebenarnya agak beda dengan miang, Miang itu semacam bulu-bulu yang ada di batang bambu dan terasa gatal bila terkena kulit. Tapi, mereka lebih familiar dengan miang dari pada menyebut : gatal.

Tak tahu aku apakah perawat itu agak kurang senang, kupesankan sekali sambil aku pamit pulang. Perawat itu pun keluar. Mungkin agar sebisanya nenek Penuh ditangani dan diperiksa oleh yang ahli kulit.

Aku pamitan pada nek Penuh dan pak Jaga, serta bu bidan Sari. Soalnya, Rodolf nak berangkat kuliah lagi.

Photo : © Imbalo Iman Sakti

Hari sudah Ashar. Pak Andi, staf kelurahan Pecung itu, ikut bersama kami pulang naik Ambulance. Dia turun di simpang Tanjung Riau. Boat pancungnya sudah menunggu di pelabuhan.

Hatiku lega, sujud syukur-ku padaMU, ya Allah, Alhamdulillah. Semoga nenek Penuh bisa ditangani dan segera sembuh.

(*)

Seperti ditulis Imbalo Iman Sakti di akun jejaring sosialnya.

Kaitan batam, Catatan netizen, Gatal, kulit, Nenek penuh, Pulau Pecung
Admin 21 September 2021 21 September 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Aksi BTS Di Majelis Umum PBB ; Menyanyi & Berpidato Tentang ‘Harapan Baru’
Artikel Selanjutnya 6 KEK Pariwisata Yang Sedang Digarap Pemerintah

APA YANG BARU?

Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
Sports 6 jam lalu 105 disimak
Lakukan Pelangaran Keimigrasian, KJRI Johor Bahru Pulangkan 90 WNI ke Indonesia
Artikel 21 jam lalu 86 disimak
Dishub Batam Lakukan Patroli Pengawasan Juru Parkir Liar
Artikel 1 hari lalu 114 disimak
Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
Artikel 1 hari lalu 196 disimak
Buang Sampah Sembarangan? Siap-siap Disuruh Pungut Sampah Pakai Rompi
Artikel 1 hari lalu 128 disimak

POPULER PEKAN INI

Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Sports 5 hari lalu 363 disimak
Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
Sports 6 hari lalu 324 disimak
“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 4 hari lalu 323 disimak
Ada Tugas Baru Untuk RT/RW di Batam, Mendata Warga Nunggak Pajak Kendaraan
Artikel 6 hari lalu 301 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 4 hari lalu 297 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?