Hubungi kami di

Gaptek? Gak Lah!

Nggak Nyaman di Grup WhatsApp, Gimana Cara Keluarnya?

Adam

Terbit

|

PERNAH mengalami yang begini ; Diundang ke sebuah grup Whatsapp, tapi kemudian kita merasa nggak nyaman? Mau keluar bingung karena takut dianggap tidak sopan?

Memiliki banyak grup chatting, terkadang memberi dampak positif. Apalagi bagi kita yang berkegiatan sebagai enterpreneur. Jadi lebih gampang menyebarkan tawaran kerjasama atau produk di grup-grup tersebut.

Namun faktanya, tidak sedikit yang justru ingin keluar dari grup, terutama jika jumlah anggota dalam grup sudah terlalu banyak dan tidak terlalu kenal satu sama lain. Atau, jika pergerakan grup sudah bergeser terlalu jauh dari tujuan semula dibentuk.

Psikolog klinis dewasa Anna Margaretha Dauhan seperti dikutip dari tempo.co mengungkap bahwa bergabung atau tidak bergabung ke dalam suatu kelompok adalah pilihan. Gaya komunikasi setiap orang berbeda-beda.

Tipe kepribadian setiap orang yang berbeda-beda akan mempengaruhi pilihan yang diambil. Anna menyebut, orang dengan tipe kepribadian ekstrovert mungkin akan nyaman saja berada dalam grup dan cukup aktif terlibat.

BACA JUGA :  Merubah Lampu Jadi LED USB Keren

“Mereka dengan tipe kepribadian ekstrovert atau orang yang memang punya kebutuhan besar untuk bersosialisasi dan terkoneksi dengan orang lain akan jauh lebih nyaman ketimbang mereka yang introvert atau kebutuhan bersosialisasinya tidak terlalu besar,” kata Anna.

Lantas, ketika pilihan untuk tidak lagi bergabung dalam grup diambil, harus bagaimana? Meninggalkan grup begitu saja kadang menyisakan banyak pertanyaan pada mereka yang tetap bertahan di grup, karena pastinya akan muncul notifikasi. “Bersikap asertif saja,” ujar Anna.

“Sampaikan secara pribadi ke admin atau ke orang yang mengundang kita ke dalam grup. Jelaskan mengapa kita tidak merasa nyaman ada di grup itu lagi. Ajukan alasan yang logis dan masuk akal dan dengan cara yang sopan. Misalnya, memori ponsel sudah terlalu penuh, tidak bisa berkonsentrasi, atau tidak nyaman dengan pembicaraan atau anggota yang ada,” papar Anna.

Melengkapi langkah tersebut, sebelum meninggalkan grup, sampaikan secara umum kepada anggota lainnya mengenai keputusan Anda keluar. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook