OMBUDSMAN Perwakilan Kepri meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam,untuk segera mempercepat penyelenggaraan lelang pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.
“Saya minta cepat dilaksanakan, karena kontrak Moya juga akan segera berakhir” kata Ketua Ombudsman Perwakilan Kepri, Lagat Siadari, Selasa (15/6).
Menurut Lagat, pengelolaan air bersih saat ini belum berjalan seperti yang diharapkan. Lelang SPAM menjadi perhatian khusus dari Ombudsman, karena menyangkut pelayanan publik.
“Karena masih banyak keluhan darimasyarakat, seperti kualitas air, bertambahnya stress area, pemadaman air dan lain-lain. Ombudsman memberikan perhatian khusus, karena BP Batam masih belum merealisasikan janjinya sebagai regulator SPAM dengan optimal,” tuturnya.
Dalam kaitannya dengan kota Batam sebagai kota industri, menurut Lagat, SPAM yang handal tentu dapat menjadi senjata pamungkas dalam menggaet investor asing.
Pengelolaan SPAM yang bagus berpuluh-puluh tahun lamanya harus terus dilanjutkan, untuk meningkatkan citra baik Batam di mata investor asing.
“Namun, belum jelasnya status SPAM Batam saat ini dapat menjadi citra yang kurang baik bagi Batam. Sehingga saya menegaskan agar lelang SPAM harus segera dilaksanakan, untuk kebaikan Batam tentunya,” harapnya.
*(rky/GoWest)


