Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru, Kepri Resmi Punya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah
    11 jam lalu
    Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
    13 jam lalu
    Bantuan Darurat Sembilan Tangki Air untuk Warga Sambau Paska Aksi di NDP
    13 jam lalu
    Ratusan Calon PMI Nonprosedural Batal Berangkat dari Batam
    13 jam lalu
    Warga Sempat Blokir Akses ke NDP, BP Batam: Krisis Air Akibat Elnino
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
    2 hari lalu
    Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
    2 hari lalu
    Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
    2 hari lalu
    Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
    2 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    6 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    1 minggu lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    1 minggu lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Penetapan Awal Ramadan Berpotensi Terjadi Perbedaan

Editor Admin 5 tahun lalu 757 disimak

PROFESOR Riset Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menyampaikan adanya potensi perbedaan awal Ramadan tahun 2022 ini. Menurutnya, perbedaan kriteria yang digunakan untuk penentuan menjadi penyebabnya.

“Potensi perbedaan itu hanya terjadi apabila posisi Bulan berada di bawah atau di antara kriteria-kriteria yang digunakan di Indonesia dalam penentuan hilal,” kata Prof Djamal saat live Instagram ‘Penentuan Ramadan dan Hari Raya Menurut Astronomi’ di akun Instagram @pussainsa_lapan, Rabu (23/3/2022) sore.

Adapun kriteria umum yang digunakan di Indonesia dalam penentuan awal Ramadan dan Syawal adalah:

  1. Kriteria Wujudul Hilal (Bulan terbenam sesudah Matahari dan ijtimak terjadi sebelum maghrib) yang digunakan kalender Muhammadiyah.
  2. Kriteria MABIMS, terutama parameter tinggi Bulan minimal 2 derajat yang digunakan di kalender taqwim standar Pemerintah dan kalender Nahdlatul Ulama
  3. Kriteria LAPAN (2010) yang sama dengan kriteria Rekomendasi Jakarta 2017 (RJ), yaitu beda tinggi Bulan-Matahari minimal 4 derajat (= tinggi Bulan 3 derajat) dan elongasi Bulan minimal 6,4 derajat di kawasan barat Asia Tenggara yang digunakan kalender Persis.

Namun untuk Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1443, kalender Persis menggunakan kriteria MABIMS yang digunakan taqwin standar Pemerintah.

Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, Muhammadiyah sudah memutuskan 1 Ramadan 1443 jatuh pada tanggal 2 April 2022. Namun berdasarkan kriteria MABIMS, hilal terlalu rendah untuk diamati. Umumnya di wilayah Indonesia tinggi Bulan kurang dari 2 derajat. Itu artinya, rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada saat maghrib 1 April berpotensi tidak terlihat.

“Kalau pun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang isbat. Sehingga berdasarkan rukyat, 1 Ramadhan 1443 kemungkinan besar pada 3 April 2022,” terangnya.

Prediksi Awal Puasa Tahun-tahun Berikutnya

Potensi perbedaan ini sudah disampaikan Djamal sejak 2016. Saat itu, Djamal yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (sekarang Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional) menyebutkan, hingga 2021, awal puasa dan Syawal berpotensi dirayakan bersama.

Di tahun 2016 saat itu, tidak ada perbedaan waktu awal Ramadan di Indonesia. Baik pemerintah, ormas Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah menjalankan ibadah puasa mulai tanggal 6 Juni 2016, dan prediksi bahwa keseragaman itu bakal terjadi hingga lima tahun ke depan terbukti benar.

Nah, setelah tahun 2022, apakah potensi perbedaan awal puasa dan Syawal tahun-tahun berikutnya juga sudah bisa diprediksi sejak sekarang?

“Saya belum menghitung untuk tahun-tahun berikutnya. Tetapi yang jelas tahun 1443 H/2022 dan 1444 H/2023 akan terjadi perbedaan kalau ormas-ormas belum mengubah kriteria mereka,” kata Djamal.

“Tidak ada periode tertentu. (Perbedaan) bergantung pada posisi Bulan dan dinamika ormas-ormas Islam dalam menerapkan kriteria baru,” sambungnya.

Djamal sudah sejak dulu mengusulkan agar terjadi dialog antara ormas dan pemerintah. Tujuannya, untuk membuat sebuah mekanisme penyeragaman terkait penentuan awal Ramadan dan Lebaran.

Ada tiga poin yang dibahas, yakni pertama menentukan otoritas tunggal. Menurutnya, perlu ada satu institusi khusus yang bisa diikuti keputusannya secara bersama.

Kedua, perlu ada kriteria tunggal dalam penentuan derajat Bulan. Baik Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bisa berdialog menyepakati kriteria tersebut dengan mengajak serta para ahli astronomi.

Ketiga, dia mengusulkan agar ada batas wilayah dan batas keberlakuan. Artinya, ada ketentuan mengenai wilayah mana saja penentuan ini diberlakukan. Apakah mengikuti secara global atau wilayah tertentu.

“Pemerintah mengupayakan ada satu sistem tunggal sehingga keterbukaan semua pihak bisa membuat satu kalender yang mapan: ada otoritas tunggal, kriteria tunggal, dan batas tanggal yang disepakati,” kata Djamal.

Baca juga: Ilmuwan: Bersiap Potensi Perbedaan Kapan 1 Ramadhan 1443
Dia berharap kriteria yang baru akan membuka jalan untuk mencapai penetapan kriteria tunggal tersebut yang akan dijadikan rujukan semua pihak dan mempersatukan umat.

“Kalau sekarang baru sebatas tanggal, tapi otoritasnya masih beragam. Pemerintah punya kalender baku tapi ormas punya kriteria sendiri-sendiri. Bisa jadi tahun-tahun berikutnya semua ormas Islam bisa bersepakat pada kriteria tunggal sehingga bisa seragam,” tutupnya.

(*)

sumber: detik.com

Kaitan Bulan puasa, Ramadan
Admin 24 Maret 2022 24 Maret 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Fajar/Rian Lolos ke Babak 16 Besar Swiss Open 2022
Artikel Selanjutnya Negara Paling Bahagia di Dunia, Finlandia Masih Urutan Pertama

APA YANG BARU?

Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru, Kepri Resmi Punya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah
Artikel 11 jam lalu 187 disimak
Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
Artikel 13 jam lalu 371 disimak
Bantuan Darurat Sembilan Tangki Air untuk Warga Sambau Paska Aksi di NDP
Artikel 13 jam lalu 239 disimak
Ratusan Calon PMI Nonprosedural Batal Berangkat dari Batam
Artikel 13 jam lalu 342 disimak
Warga Sempat Blokir Akses ke NDP, BP Batam: Krisis Air Akibat Elnino
Artikel 1 hari lalu 281 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 6 hari lalu 774 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 6 hari lalu 652 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 6 hari lalu 595 disimak
Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
Artikel 5 hari lalu 525 disimak
Kapolri Baru Lakukan Mutasi Besar-besaran, Kapolda Kepri Diangkat Jadi Kabareskrim
Artikel 3 hari lalu 498 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?