KERIBUTAN terjadi di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Punggur Batam pada Senin malam (12/5/2025). Puluhan kendaraan yang telah antre di area parkir pelabuhan terpaksa batal berangkat.
Situasi di pelabuhan memanas dengan aksi protes dari para pengguna jasa yang kecewa. Mereka merasa dirugikan, terutama setelah membeli tiket untuk penyeberangan Punggur – Tj Uban, namun harus pulang tanpa kepastian keberangkatan.
“Pelayanan di Pelabuhan Roro ini harus dievaluasi, selalu ada masalah. Tiket saya untuk trip terakhir, tapi kapal sudah penuh. Dikatakan ada kapal tambahan, tapi sampai malam tidak ada yang berangkat,” keluh Andyn, salah satu calon penumpang.
Rasa frustrasi juga dirasakan penumpang lainnya yang sudah menunggu lama.
“Kami mendengar ada kapal tambahan, tetapi tidak ada yang datang. Manajemen Kesyahbandaran harus diperbaiki. Jika tidak ada kapal, jangan jual tiket,” ungkap seorang penumpang lain.
Menanggapi situasi ini, General Manager ASDP Batam, Hermin Wekli, memberikan penjelasan. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh keterbatasan armada kapal yang beroperasi di rute Punggur – Tj Uban.
“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Kami pastikan semua penumpang akan terangkut. Hari ini, ada empat kapal yang dioperasikan di rute Tj Uban, yaitu KMP Barau, Tj Burang, Persada Nusantara, dan Sembilang,” jelas Hermin pada Selasa (13/5/2025).
Ia menambahkan bahwa salah satu kapal, milik Jembatan Nusantara, telah dialihkan ke rute Batam – Tj Uban dan Batam – Buton selama tiga bulan ke depan, setelah sebelumnya melayani rute reguler di wilayah Bengkalis.
Mengenai insiden yang terjadi malam itu, Hermin mengaku ada masalah teknis yang menyebabkan banyak penumpang gagal berangkat. Pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk kapal tambahan ke KSOP Pelabuhan, namun permohonan tersebut tidak disetujui.
“Dari pihak kami sudah mengajukan permohonan extra trip untuk mengakomodasi penumpang,” tambahnya.
(dha)


