Hubungi kami di

Hidup Sehat

Penyakit Jantung 4 Kali Lebih Mematikan Dari Covid 19

Terbit

|

Ilustrasi, © Cleveland Clinic Health Essential

HAMPIR dua tahun ini, perhatian dunia tertuju pada infeksi Covid-19. Penyakit dengan tingkat kematian cukup tinggi. Sebanyak 222 negara dan wilayah telah melaporkan lebih dari 230 juta kasus Covid-19 dan 4,7 juta kematian sejak kasus pertama dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Desember 2019. 

Tanpa disadari, masih ada penyakit lain yang dapat membunuh secara diam-diam. Bahkan faktanya penyakit ini telah menyebabkan hampir 18 juta kematian per tahun, sehingga dianggap empat kali lebih mematikan dibandingkan Covid-19.

“Pembunuh diam-diam itu adalah penyakit kardiovaskular,” kata Sigal Atzmon, Presiden & CEO Medix Group, penyedia solusi manajemen kesehatan, Rabu (29/9/2021).

Penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh nomor satu di dunia hingga saat ini.

Menurut WHO, diperkirakan 17,9 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada 2019, atau setara dengan 32 persen dari total angka kematian global. 

BACA JUGA :  Putus Penyebaran Covid-19, 19 Orang Jemaah Mesjid Ruhul Jadid Langsung Dikarantina

Dari angka kematian tersebut, 85 persen disebabkan serangan jantung atau stroke. Sementara itu, berdasarkan data Statista, jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia diperkirakan akan mencapai enam juta orang pada 2024.

Bertepatan dengan peringatan Hari Jantung Sedunia pada 29 September, Medix yakin sudah tiba waktunya untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit kardiovaskular dan berbagai penyebabnya, termasuk di antaranya merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan polusi udara.

BACA JUGA :  Pendatang India Dominasi Kasus Impor Covid-19 Malaysia

“Dengan begitu banyaknya pemberitaan tentang pandemi disertai dengan update angka kematian global, maka kita seakan-akan lupa bahwa ada penyakit lain, beberapa bahkan lebih mematikan daripada Covid-19,” ujarnya.

Solusi digital Medix juga menyediakan tools pencegahan dan penilaian digital yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan juga mendiagnosis sedini mungkin, sehingga penyakit masih dapat diobati dan dikelola.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook