DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di wilayahnya kini telah menerapkan sistem pendidikan inklusi. Kebijakan ini mewajibkan sekolah reguler untuk memberikan kesempatan belajar yang sama bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tanpa diskriminasi.
Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar akses pendidikan merata dan tidak lagi terbatas pada sekolah-sekolah tertentu. Orang tua dibebaskan mendaftarkan anak mereka ke sekolah negeri mana saja, dengan syarat menyertakan surat keterangan dari psikolog saat pendaftaran.
“Orang tua bebas mendaftar ke sekolah mana saja, tetapi harus melampirkan surat dari psikolog. Ini penting agar sekolah mengetahui dan bisa menyiapkan penanganan yang berbeda sesuai kebutuhan siswa,” sebut Hendri.
Untuk mendukung kesiapan tenaga pendidik, Disdik Batam telah memberikan pelatihan dasar penanganan ABK kepada sekitar 600 guru SD dan SMP negeri dalam dua tahun terakhir. Meski demikian, Hendri mengakui pelatihan tersebut belum bisa menyamai kompetensi Guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) formal, mengingat mayoritas pengajar memiliki latar belakang pendidikan umum.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Batam, Yusal, mengingatkan agar pihak sekolah tidak menolak calon siswa berkebutuhan khusus yang telah memenuhi syarat administrasi. Ia juga mengimbau agar orang tua bersikap terbuka sejak awal mengenai kondisi anak mereka.
“Sekolah tidak bisa menolak, harus menerima. Keterbukaan orang tua sangat penting agar sekolah dapat menyiapkan layanan yang sesuai, karena tidak semua guru bisa langsung mengenali kebutuhan khusus anak tanpa asesmen ahli,” jelas Yusal.
Yusal menambahkan, keberadaan lembaga pendamping di sekitar sekolah sangat krusial untuk membantu guru dalam proses pembelajaran, seperti yang sudah berjalan di SD Negeri 7 Sekupang. Ke depan, kehadiran lembaga pendamping ini akan terus diperbanyak.
Langkah masif penerapan sistem inklusi di seluruh sekolah negeri ini menjadi solusi strategis di tengah keterbatasan daya tampung dan lokasi Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri di Batam, yang saat ini baru tersedia di kawasan Batam Centre dan Sei Beduk.
(dha)


