Hubungi kami di

Ini Batam

Permintaan Transportasi untuk Pelajar Bulang

Mike Wibisono

Terbit

|

MASYARAKAT di Kecamatan Bulang meminta penambahan angkutan laut bagi pelajar.

Permintaan ini disampaikan wakil warga dalam acara Halal bi Halal Bersama Walikota Batam di Bulang Kebam, Jumat (3/8) lalu.

Walikota Muhammad Rudi mengatakan penambahan sarana transportasi bagi pelajar di pulau penyangga (hinterland) ini memang selalu Pemerintah Kota Batam upayakan.

Namun tidak bisa maksimal sesuai kebutuhan karena terbatasnya anggaran yang ada.

“Yang sudah ada memang belum bisa menampung seluruh yang ada di sini. Maka kita buat bertahap. Yang ingin saya sampaikan, semua tergantung keuangan,” kata Rudi.

Saat ini transportasi berupa kapal bagi pelajar sudah tersedia di tiga kecamatan hinterland. Baik di Kecamatan Bulang, Galang, maupun Belakangpadang sudah ada kapal yang khusus melayani pelajar antar pulau.

Namun jumlahnya diakui belum memenuhi maksimal kebutuhan.

“Kita mau ada penambahan, tapi uangnya terbatas juga. Masalahnya untuk kapal ini kan arah tujuan sekolahnya beda-beda. Sehingga cost-nya (biayanya) besar. Jadi sambil dipelajari mana yang prioritas, harus kita dulukan,” sebut mantan Anggota DPRD Kota Batam ini.

BACA JUGA :  Rapid Test 163 Warga di Bengkong Harapan, Semuanya Nonreaktif

Selain angkutan laut, Pemko Batam juga menyediakan transportasi darat bagi pelajar di pulau yang terhubung dengan pulau utama (mainland) melalui jembatan Barelang.

Pelajar di kawasan Rempang dan Galang ini mendapat fasilitas bus untuk sampai ke sekolahnya.

“Transportasi daratnya di Galang itu juga ada. Penambahan transportasi darat sudah kita usulkan ke pusat. Mudah-mudahan dapat 10 bus lagi,” tuturnya.

Pada silaturahmi tersebut Rudi juga menekankan pentingnya perhatian dan kontrol orangtua terhadap anak-anak khususnya usia sekolah. Agar ke depannya anak-anak di pulau bisa setara dengan mereka yang belajar di kota.

“Sekarang masih tertanam, yang penting anak sekolah. Kalau masih itu pola pikir kita, saya ingin Bapak Ibu berpikir. Kontrol anaknya. Jangan hanya pulang, selesai, lalu biarkan. Perbandingan sumber daya manusia kita dengan Malaysia itu 1 banding 2, dengan Singapura 1 banding 3. Mungkin kemampuan sama, tapi disiplin beda. Saya minta Bapak Ibu, supaya kita betul-betul bisa setara, ayo kontrol anak-anak kita,” pesannya.

 

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook