Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
    59 menit lalu
    Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
    1 jam lalu
    Kejari Batam Tangkap Terpidana Kasus TPPO
    1 jam lalu
    Ribuan Kapal Nelayan Batam Belum Berdokumen, Pemko Bentuk Tim Cakalang
    15 jam lalu
    Ngaku Dirampok, Seorang Pria di Bengkong Lukai Diri Sendiri Karena Terlilit Pinjol
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    3 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    4 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    5 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    6 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    4 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    1 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Polemik Rempang: “Mencari Nafkah, Dirundung Kerisauan”

Kais Pagi Makan Pagi, Kais Petang Makan Petang

Editor Admin 3 tahun lalu 980 disimak
Ilustrasi, warga ketakutan sambil membawa anak mereka yang terkena gas air mata saat terjadi konflik terbuka antara aparat dengan warga di pulau Rempang, 7 September 2023 lalu. Disediakan oleh GoWest.ID

SAMA halnya yang berlaku di masyarakat Pulau Rempang, Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Keseharian mereka terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Meski tergolong kehidupan mereka jauh dari kata mewah, namun ada kebahagiaan di sana. 


SEBELUM wacana penggusuran menyeruak, masyarakat Rempang tak risau untuk melakukan aktivitas harian. Terpenting yakni mencari makan. Yang sudah berkeluarga berjibaku, suami-istri saling kerja sama untuk menghidupi keluarga. Yang bujang tentu membantu meringankan beban orangtua. 

Akan tetapi, aktivitas harian itu seketika senyap. Tak sedikit warga tempatan yang merasa takut untuk melaut, contohnya. Kekhawatiran itu muncul sebab pemerintah tengah menggesa untuk pengosongan kawasan Rempang secara keseluruhan. 

Sebagaimana diketahui, selama hampir tiga bulan terakhir, masyarakat telah dikejutkan akan Proyek Strategis Nasional atau PSN di Pulau Rempang. Pemerintah menggaungkan hal itu. Rakyat ditawarkan solusi dipindahkan.

Faktanya, masyarakat sampai saat ini tidak siap. Warga di sana berharap ada sebuah dialog terbuka yang bertujuan untuk mendapatkan informasi lengkap karena itu berkaitan dengan eksistensi warga Rempang, baik secara sosial, budaya, hingga menyangkut keberadaan mereka secara administrasi politik. 

“Adanya rencana penggusuran itu menimbulkan ketakutan yang akhirnya muncul penolakan. Dalam prosesnya, sudah timbul kegelisahan masyarakat di sana. Warga hidup dalam rasa ketakutan dan terancam,” kata Anggota DPRD Kepri, Uba Ingan Sigalingging, Rabu (20/9/2023). 

Dampaknya adalah hilangnya kesempatan untuk mencari nafkah karena warga merasa takut.

“Katakanlah warga melaut, mereka membutuhkan waktu yang lama minimal sehari dan itu menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang berhubungan dengan rencana penggusuran tadi,” ujar Uba. 

“Di sisi lain, mereka yang bekerja di darat juga menghentikan aktivitasnya karena lebih menjaga agar jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan terjadi di kampung mereka. Ini sudah berjalan hampir tiga bulan,” tambahnya. 

Dalam hal itu, Uba meminta pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap biaya-biaya sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akibat dari rencana pemerintah. Pemerintah, lanjutnya, tidak boleh lepas tangan. Jangan juga menjadikan ini sebagai usaha untuk menekan masyarakat di Rempang untuk menyerah. 

“Kalau itu tidak dilakukan, maka pemerintah telah kehilangan hak moral politiknya untuk melindungi masyarakat,” katanya. 

Warga Sembulang, Rempang, Galang yang menolak tim sosialisasi dan pendataan relokasi dari BP Batam dan kepolisian. F. Istimewa/ Disediakan oleh GoWest.ID

Itu sebabnya dia meminta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, untuk melaksanakan tanggung jawab pemerintah provinsi, yaitu memberikan jaminan dan mengganti biaya-biaya yang ditimbulkan akibat kerugian yang ditanggung masyarakat. 

“Saya telah mengkategorikan ini sebagai tingkat bencana. Itu sebabnya juga saya sampaikan, tanggal 24 September nanti yang merupakan hari ulang tahun Provinsi Kepri, jangan sampai ketika merayakan itu ada rakyat yang sakit, tidak mampu makan, atau bahkan kelaparan,” kata Uba. 

Ditambahkannya, masyarakat kuat karena semangatnya untuk mempertahankan hak hidup dan hak tempat tinggal. Akan tetapi bukan berarti rakyat tidak kesulitan. Terhadap BP dan Pemko Batam, harusnya itu tak lepas dari perannya terkait dengan kelangsungan hidup warga di Rempang saat ini. Namun Uba menyentil bahwa BP dan Pemko Batam ialah pangkal masalah yang terjadi. 

“Saya mengganggap harusnya ini menjadi tanggung jawab Pemko Batam dan BP Batam, tapi kita ketahui bahwa mereka adalah biang dari masalah. Karena secara pembagian administrasi wilayah, bahwa itu wilayahnya. Tetapi saya anggap itu bagian dari masalah sehingga terjadi tindakan-tindakan represif kepada warga di Rempang,” ujarnya. 

Pemerintah pusat pun seharusnya bertanggung jawab penuh. Meski demikan, kata dia, tetap merujuk semua itu kepada gubernur yang notabene adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat. Uba turut meminta agar gubernur menyampaikan persoalan itu kepada pemerintah pusat. Gubernur juga berkewajiban menyelesaikan seluruh polemik. 

“Saya meminta secara tegas kepada gubernur seperti itu. Pemerintah provinsi turunkan tim ke Rempang, lakukan pendataan, cek masing-masing warga, hitung kerugian mereka, secara faktual apakah ada dari mereka yang tidak atau susah makan, bagaimana dengan BPJS dan kesehatan mereka. Inilah disebut pemerintah yang bertanggungjawab. Mereka tidak bisa pura-pura tidak tau tentang hal ini,” kata dia. 

(ahm)

Kaitan batam, Ecocity, elokasi, Rempang
Admin 23 September 2023 23 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih1
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Liga Batam 2023, PS Seuramoe Tantang Batam City di Final
Artikel Selanjutnya Bayi 2 Tahun yang Hanyut di Sungai Tiban Ditemukan

APA YANG BARU?

Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 59 menit lalu 153 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 1 jam lalu 137 disimak
Kejari Batam Tangkap Terpidana Kasus TPPO
Artikel 1 jam lalu 70 disimak
Ribuan Kapal Nelayan Batam Belum Berdokumen, Pemko Bentuk Tim Cakalang
Artikel 15 jam lalu 145 disimak
Ngaku Dirampok, Seorang Pria di Bengkong Lukai Diri Sendiri Karena Terlilit Pinjol
Artikel 2 hari lalu 126 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 3 hari lalu 612 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 2 hari lalu 392 disimak
Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 5 hari lalu 379 disimak
Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Artikel 3 hari lalu 355 disimak
Jaringan Curanmor Batam Dibongkar, 40 Motor Sitaan Dipajang di Mapolresta Barelang
Artikel 2 hari lalu 351 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?