Hubungi kami di

Pop & Roll

Pria Feminis, Hah?

Zilfia Sarah

Terbit

|

FEMINISME (tokohnya disebut Feminis) adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Feminisme dikutip dari wikipedia berasal dari bahasa Latin, femina atau perempuan.

Istilah ini mulai digunakan pada tahun 1890-an, mengacu pada teori kesetaraan laki-laki dan perempuan serta pergerakan untuk memperoleh hak-hak perempuan.

Di masa sekarang, feminisme tidak mutlak lagi sebagai domain kaum hawa. Mulai banyak pria yang mengakui dirinya feminis.

Foto : etsy.com

Foto : etsy.com

Kenyataannya begitu. Dari hasil survey perusahaan riset Ipsos, satu dari enam pria di 15 negara maju mengaku dirinya seorang feminis! Persentase terbesar pria feminis datang dari Italia dan Argentina (25%), disusul kemudian Polandia (21%) dan Prancis (19%).

Dalam hal ini mereka akan dengan senang hati mengadvokasi dan mendukung persamaan kesempatan bagi wanita. Bagaimanapun, hasil survei global yang dilakukan oleh perusahaan riset Ipsos di tahun 2014 lalu itu, mengungkap bahwa 17% dari para pria feminis itu masih takut mengambil aksi vokal.

BACA JUGA :  Reza Konsumsi "Makanan Jin", Pita Suaranya Terancam

Di blog lakilakibaru.or.id justru disebutkan bahwa laki-laki seharusnya menjadi feminis. Nah, lho.

Menurutnya, feminisme adalah komitmen dan tanggungjawab untuk mewujudkan dunia tanpa opresi, dominasi, diskriminasi dan kekerasan. Karena itu, bagi siapa saja, laki-laki dan perempuan, menjadi feminis bukan saja persoalan bisa atau tidak, tapi persoalan “kewajiban” dan tanggungjawab kemanusiaan.

Seseorang, baik laki-laki atau perempuan harus menunjukkan sikap, cara berfikir dan tindakan berdasarkan ideologi dasar feminisme:

Anti kekerasan, anti diskriminasi, anti dominasi dan anti opresi dalam kehidupan sehari-harinya. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook