PERUSAHAAN asal Singapura, Princeton Digital Group berencana membangun data center di Batam. Nilai investasinya mencapai Rp 15 triliun. Pemilihan Batam berdasarkan kebutuhan jangka panjang dari pasar ekonomi digital yang terus tumbuh di Asia Tenggara.
Chief Executive Officer (CEO) Princeton Digital Group, Rangu Salgame mengatakan langkah awal akan dimulai dengan pembangunan kampus baru. “Kehadiran kampus akan membuat pelanggan mengembangkan infrastruktur seiring perkembangan investasi,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg baru-baru ini.
Data Center tersebut akan dipasok daya sebesar 96 megawatt. “Singapura akan terus memainkan peran penting dalam perkembangan internet di Asia sebagai digital hub,” ujarnya lagi.
“Miliaran dolar adalah pengeluaran minimum yang akan kami buat, karena hal tersebut melihat dari pertumbuhan demand yang masuk ke Singapura dalam 3 hingga 4 tahun kedepannya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Princeton juga telah membangun data center di India dengan investasi sebesar 300 juta dolar Amerika.
Persaingan raksasa digital memang sangat ketat di benua Asia, khususnya Asia Tenggara. Misalnya Amazon, Microsoft Corp dan Alphabet Inc Google menghadapi persaingan ketat dari perusahaan-perusahaan dari China.
Asia Tenggara sendiri merupakan rumah dari Sea.Ltd dan Alibaba Group Holding Ltd.’s Lazada, dimana pertumbuhan ekonomi digital tersebut telah mencapai 330 miliar dolar Amerika hingga 2025, menurut laporan dari Google, Temasek Holdings and Bain&Co.
Asia Tenggara merupakan pasar yang sempurna, karena penggunaan smartphone yang tinggi, yang menciptakan dunia digital online yang terus bertumbuh. Akibatnya, pasar-pasar baru seperti teknologi cloud dan data center menjadi perhatian utama dari para raksasa digital (leo).


