Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Bertahan di Area Pabrik
    22 jam lalu
    Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
    1 hari lalu
    Sengketa Lahan di Barelang Memanas, Bentrokan Pecah di Jembatan III Setokok
    1 hari lalu
    Lajur Prioritas Trans Batam Diterapkan Bertahap, Mulai Batam Center
    2 hari lalu
    Cegah Aset Kabur, Buruh PT Ghim Li Batam Bersiaga 24 Jam di Depan Pabrik
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
    10 jam lalu
    Kualitas Udara Batam Memburuk, Jarak Pandang Menyusut
    22 jam lalu
    Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
    1 hari lalu
    Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
    1 hari lalu
    Kebakaran Lahan Berulang di Desa Sebong Pereh; Diduga Sengaja Dibakar
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    7 hari lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    1 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Serial

Komplek Sekolah dari Lahan Hibah Warga

Pecong; Pucung Penanda Pulau (4)

Editor Admin 1 tahun lalu 3k disimak
Kapal perahu yang menjadi sarana transportasi warga antar pulau. © Bintorosuryo.com/ disediakan oleh GoWest.ID

DARI rumah pak Bakar, kami bertemu dua anak muda yang baik hati. Mereka mau mengantarkan kami menggunakan sepeda motor hingga ke pertengahan pulau. Sebuah bukit yang kini dijadikan area komplek sekolah, SMAN 22.

Oleh : Bintoro Suryo


“Kamu duluan San, saya ikuti di belakang”, kata saya ke Sania yang sudah berada di sadel sepeda motor salah satunya.

Saya bersama Edo, pemuda 18 tahun. Edo ternyata bukan warga asli pulau Pecong. Asalnya dari pulau Moro, kabupaten Karimun. Secara jarak, pulau Pecong memang lebih dekat ke wilayah kabupaten Karimun.

Aktifitas melaut warga di sekitar pulau Pecong. © bintorosuryo.com

“Mamak suruh saya tinggal di sini, supaya bisa melanjutkan ke SMA”, kata Edo sambil mengemudi sepeda motornya.

Walau cuma pulau kecil dengan letak yang jauh dari pusat kota Batam, infrastruktur pendidikan di pulau ini terbilang lengkap. Lembaga pendidikan mulai PAUD hingga SMA sudah tersedia. Pulau Pecong menjadi sentra pendidikan bagi warga di pulau-pulau sekitarnya.

“Kita kemana ini?” tanya saya ke Edo.

“Ke sekolah, pak. Nanti bisa ketemu guru-guru. Mereka bisa jelaskan tentang pulau ni”, kata Edo, pandangannya tetap fokus ke depan.

Kami melalui jalan yang sudah disemen. Kata Edo, hampir seluruh ruas jalan di sini sudah seperti itu. Ukurannya tidak lebar, namun cukup layak dilalui oleh dua kendaraan roda dua yang berpapasan.

Di bukit yang kami tuju, berdiri komplek sekolah yang lumayan megah. Selain tiga blok gedung untuk ruang-ruang kelas, ada juga komplek perumahan guru. Komplek sekolah ini mulai dioperasikan sejak tahun 2017 lalu.

SMAN 22 Batam yang berdiri di atas bukit dengan lahan yang luas di pulau Pecong. © bintorosuryo.com

Ini tanah keluarga kami sebenarnya. Kami hibahkan untuk dibangun sekolah SMA. Biar di pulau ni ada sekolah SMA juga lah. Biar anak-anak kami bisa bersekolah di sini, tak perlu jauh-jauh ke Batam atau Karimun lagi”, kata seorang wanita pengelola kantin sekolah di sini. Ia adalah anak dari seorang tetua masyarakat di sini, pak Mahera.

“Tanah seluas ini?” tanya saya takjub.

“Iya, kami sekeluarga cuma minta agar suami bisa bekerja sebagai pegawai tata usahanya, saya bisa buka kantin di sini. Itu dah cukup lah buat kami” katanya.

Komplek SMAN 22 Batam yang berdiri di pulau Pecong ini, sekarang jadi magnet baru pulau ini. Pulau Pecong jadi sentra pendidikan lengkap, mulai PAUD hingga SLTA bagi warga pulau-pulau di sekitarnya. Siswa yang bersekolah di sini, misalnya, tidak hanya didominasi oleh anak-anak dari pulau Pecong saja.

“40 persen berasal dari pulau-pulau di sekitarnya”, kata sang Kepala SMAN 22 pulau Pecong, Selamet Munawar.

Untuk akses transportasinya menurut Selamet, pemerintah provinsi sudah menyediakan boat pancung yang berfungsi mengantar jemput para siswa yang berasal dari pulau-pulau kecil lain di sekitarnya.

Siswi-siswi SMAN 22 pulau Pecong. © bintorosuryo.com

“Tiap hari, pak. Pulang pergi, kita antar jemput. Gratis, itu bagian dari fasilitas pendidikan yang kita siapkan”, terang Selamet.

SMAN 22 terletak di atas bukit yang tinggi di pulau ini. Fasilitas ruang belajar hingga perumahan untuk gurunya juga terbilang lengkap. Ada satu ruang kelas yang difungsikan sebagai mushala sekolah. Ruang ini selalu ramai pada jam menjelang dan setelah shalat zuhur. Siswa-siswi muslim di sini, dibiasakan shalat zuhur secara berjamaah dan diikuti kultum yang dilakukan bergantian oleh para siswanya.

“Tidak ada istilah siswa bodoh, semua punya kelebihan. Saya berusaha mendukung mereka dengan apa yang mereka bisa”, kata Slamet Munawar soal metode pengajaran dan pendekatan ke para siswa di pulau Pecong ini.

Misalnya menurutnya, ada siswa yang punya kemampuan olahraga sepakbola dan ada turnamen yang perlu diikutinya di luar Pecong.

“Saya izinkan itu, nggak ada masalah karena itu positif untuk perkembangannya, walaupun misalnya sampai seminggu”, katanya.

Menurut Selamet Munawar, Siswa SMAN 22 Pulau Pecong, memiliki semangat untuk maju. Termasuk di bidang literasi digital. Motto yang ditanamkan ke mereka:, siap kerja, siap kuliah. Sayangnya, sinyal internet hilang timbul di Pulau Pecong. Padahal, ada tower BTS Telkomsel di pulau itu.

Walau didera banyak keterbatasan karena berada di pulau yang jauh dari keramaian, semangat para siswa di sini untuk maju juga terlihat di banyak siswa. Contohnya siswi bernama Nur’Ain. Ain, panggilannya ternyata menyenangi aktifitas pembuatan konten-konten video kreasi secara digital. Ia sudah membuat berbagai konten tentang pulau tempat kelahirannya itu, selain konten video pembelajaran sekolah.

“Ini menarik, bagus. Makin banyak informasi positif tentang pulau Pecong dibuat, publik akan semakin kenal Pecong. Ayo kita buat Pecong mendunia dengan sumberdaya dan keunggulannya”, kata saya saat diminta memberi semangat ke para siswa di sekolah ini.

Ada yang menarik juga di sekolah ini. SMAN 22 Batam yang berdiri di pulau Pecong, memiliki sanggar seni yang aktif mengangkat sei budaya lokal. Sanggar yang diisi oleh para siswa itu, rutin mengisi kegiatan tambahan sekolah. Pembinanya, dipercayakan ke seorang guru bahasa Indonesia bernama Feranica Fathanah.

“Siapa pun tamu yang berkunjung ke sekolah kami, selalu kami suguhi tarian penyambutan ini, seperti tari persembahan. Tapi ini namanya tari rengkam”, kata Fera usai para siswa membawakannya, saat kami berkunjung ke sana.

Para siswa siswi SMAN 22 di pulau Pecong yang tergabung dalam sanggar seni Hulubalang Laot. © bintorosuryo.com

Sanggar seni di SMAN 22 Batam bernama sanggar ‘Hulubalang Laot’, nama yang sarat makna karena berhubungan dengan kisah epik masyarakat pesisir di Kepulauan Riau yang selalu bersentuhan dengan lautan.

(*)

Bersambung, Selanjutnya : Pecong Kecil, Bajak Laut dan Kisah 7 Panglima Galang - Pecong; Pucung Penanda Pulau (5 – Selesai)
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com

Kaitan batam, Catatan, guru, Humaniora, pulau pecong, sekolah
Admin 23 Maret 2025 23 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Israel Berondong Konvoi Truk Bantuan Obat-obatan untuk Gaza
Artikel Selanjutnya “Spesialnya Bahasa Melayu”

APA YANG BARU?

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 10 jam lalu 143 disimak
Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Bertahan di Area Pabrik
Artikel 22 jam lalu 170 disimak
Kualitas Udara Batam Memburuk, Jarak Pandang Menyusut
Lingkungan 22 jam lalu 199 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 1 hari lalu 221 disimak
Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
Pendidikan 1 hari lalu 228 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 6 hari lalu 905 disimak
Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
Tokoh 7 hari lalu 312 disimak
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya
Artikel 6 hari lalu 280 disimak
Hujan Ringan Diprakirakan Basahi Batam Siang Hingga Sore
Artikel 2 hari lalu 252 disimak
Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Sementara Mulai 10 September 2026
Artikel 6 hari lalu 251 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?