PULAU Penyengat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menyimpan banyak sejarah, sehingga menjadi aset berharga bagi daerah ini, bahkan Indonesia.
Untuk itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), minta pemerintah daerah menjaga dan dikelola dengan baik. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti.
“Pulau Penyengat jadi destinasi wisata yang terkenal akan sejarah dan budaya Melayu di Kepri,” kata Amalia saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, dilansir Antara, Sabtu (24/6/2023).
Dia mengatakan, Pulau Penyengat memiliki jejak sejarah peradaban Kerajaan Melayu dan historis asal muasal bahasa Indonesia.
Maka, kata dia, dengan warisan budaya dan nilai sejarahnya ini, Pulau Penyengat menjadi destinasi wisata unggulan bagi para wisatawan nusantara dan mancanegara.
“Bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai daya alam yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, Tanjungpinang memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan wisata sejarah dan religi yang menarik serta berkelanjutan.
Ia juga mengaku bangga dan terkesan dengan upaya bersama yang dilakukan Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri dalam mengembangkan destinasi wisata Pulau Penyengat.
“Bappenas akan terus mendukung pengembangan pariwisata di kota ini,” ucap Amalia.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menyampaikan kunjungan Deputi Bappenas ke Penyengat merupakan kesempatan yang berharga.
Ia berharap pemko dan pemerintah pusat dapat berkolaborasi mengembangkan pariwisata sehingga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi destinasi wisata dan masyarakat di Tanjungpinang.
“Melalui kunjungan ini, semoga membawa harapan besar bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian masyarakat di Tanjungpinang,” ujar Nazri.
Ia berharap dengan dukungan penuh Bappenas dan kerja sama semua pihak, pariwisata Tanjungpinang, terutama Pulau Penyengat dapat menjadi daya tarik utama wisatawan yang membanggakan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Sekilas, Pulau Penyengat terletak di seberang pusat Kota Tanjungpinang. Konon, Pulau Penyengat merupakan hadiah pernikahan dari Sultan Mahmud untuk sang istri, Engku Putri Raja Hamidah pada tahun 1805.
Untuk sampai ke sini, pengunjung tinggal menaiki kapal motor (pompong) selama sekitar 10 menit dari pelantar Penyengat di Tanjungpinang, dengan ongkos Rp 9 ribu per orang.
(*/pir)


