Hubungi kami di

Kota Kita

Satgas Minta Warga Kepri Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19

Terbit

|

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana. F. Dok. RRI.co.id

KENAIKAN kasus aktif Covid-19 dalam sepekan terakhir menjadi perhatian serius Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Untuk itu, satgas minta warga untuk mewaspadai kenaikan kasus aktif Covid-19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan (Protkes).

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana. Dia menyebutkan dalam sepekan ini kasus aktif Covid-19 di wilayah Kepri meningkat hampir 100 persen dibanding kondisi pekan lalu.

“Pekan lalu (kasus aktif Covid-19) masih 36 orang, sekarang meningkat menjadi 62 orang. Tentu kondisi ini perlu diwaspadai,” kata Tjetjep di Kota Tanjungpinang, Rabu (2/11/2022).

Berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan Covid-19 di kabupaten dan kota di wilayah Kepri, jumlah kasus aktif Covid-19 mencapai 62 orang, yang tersebar di Kota Batam 45 orang, Tanjungpinang empat orang, Kabupaten Bintan delapan orang, dan Kabupaten Karimun lima orang.

BACA JUGA :  Vaksin Booster Kedua Sasar 15.000 Nakes di Kepri | Dimulai Besok

Ia mengimbau warga untuk disiplin menerapkan protkes, terutama saat berada di tempat keramaian dan saat berinteraksi.

“Kondisi sekarang seolah-olah Kepri sudah bersih dari Covid-19. Jauh lebih banyak warga yang tidak protkes saat berada di tempat keramaian dibanding warga yang menggunakan masker dan menjaga jarak saat berinteraksi,” tuturnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu menduga Omicron XBB, subvarian Covid-19 sudah masuk ke Kepri. Dugaan itu berdasarkan mobilitas penduduk yang cukup tinggi dari Singapura ke Kepri atau sebaliknya.

Sejak dua pekan terakhir kasus aktif Covid-19 di Singapura naik drastis. “Kami masih menunggu hasil penelitian Kemenkes terhadap sampel yang diambil dari pasien Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemko Batam Dapat Bantuan Truk Angkut Sampah dari Pasar Modal Indonesia

Menurut dia, Omicron XBB tidak berbahaya bagi warga yang tidak memiliki penyakit penyerta. Dari laporan yang diterima Satgas, pasien yang tertular Omicron XBB di Singapura rata-rata bergejala ringan.

“Yang perlu dijaga lansia dan orang yang memiliki penyakit penyerta agar tidak terinfeksi virus itu,” ucapnya.

Tjetjep mengemukakan Kemenkes memprediksi kasus Omicron XBB membludak pada Januari-Februari 2023. Untuk mencegah ledakan kasus Omicron XBB, program vaksinasi kembali dilaksanakan secara nasional mulai Desember 2022.

“Program booster kedua untuk umum mulai dilaksanakan Desember 2022,” ujarnya.

Tjetjep menyatakan penularan Covid-19 di Kepri masih terkendali. Tiga kabupaten di Kepri yakni Kepulauan Anambas, Lingga dan Natuna bertahan nihil kasus aktif Covid-19.

“Kasus kematian akibat Covid-19 juga jarang terjadi di Kepri,” katanya.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid