MINGGU pagi (23/11), tim kami dibantai 6-2. Di Singapore Airline Sport Complek. Dibekuk tim yang sebagian besar berisi pemain-pemain tua, namun mampu bermain kompak, sederhana, dan efisien.
Oleh: Sultan Yohana
SEBALIKNYA tim kami, yang didominasi anak-anak muda usia 20an tahun dan berskil bagus, tapi kerap kebingungan ketika mendapat bola. Pikiran mereka seperti terlalu rumit, hingga menghasilkan sepakbola rumit, yang cuma bisa lari ke sana-sini, gocek sana-sini. Padahal kami menyerang mereka habis-habisan.
Saya main setengah babak, berposisi sebagai bek tengah, dan dengan leluasa mengamati, bahwa bermain njlimet mereka, justru mengacaukan tujuan sepakbola, yakni mencetak gol.
Begitu juga hidup. Dalam hidup, berpikir dan berprilaku sederhana saja! Dijalani secara efisien dan kompak. Kalau merasa punya masalah dan ndak bisa menyelesaikannya? Ya, tinggalkan saja! Kalau ndak punya uang, ya yang giat kerja! Kalau sudah giat kerja, penghasilan tak mencukupi? Ya, sederhanakan gaya hidup Anda.
Kalau lapar? Ya makan secukupnya. Kalau tubuh sakit-sakit? Ya berolahraga! Kalau butuh hiburan? Ya, pergi nonton bioskop atau ke teater. Kalau ngantuk? Ya tidur. Kalau ndak pingin hidup? Ya.. mati saja! Habis perkara! Urusan nanti setelah mati Anda ketemu surga atau neraka, kan Anda cukup dewasa untuk menentukan pilihan.
Biar hidup sederhana terasa kian mudah, saran saya, rutinkan membaca Quran! Sekaligus terjemahan dan tafsirnya. Baca secara runut, jangan loncat ayat sini, kemudian ayat lain! Agar Anda bisa menemukan hakikat sebuah surat secara utuh.
Jika Anda merutini itu, Anda mungkin akan mendapati hal yang sangat mengejutkan: betapa sederhananya Quran menjelaskan kekuasaan Gusti Allah. Betapa sederhananya hidup ini diskenariokan. Betapa sederhananya hukum Semesta diterapkan. Dan LOGIKA BERPIKIR SEDERHANA itu, justru menjadi kunci kebahagiaan. Siapa saja, sebodoh apa pun, pasti bisa menemukan, mempelajari, serta menjalani hidup sederhana ala Quran. Tergantung Anda mau atau tidak melakukannya.
Seperti halnya bermain bola secara sederhana, yakinlah, berpikir secara sederhana justru akan memudahkan menikmati kehidupan. Memudahkan Anda mencetak “gol” dari tujuan yang Anda inginkan.
Tapi, berpikir sederhana itu, tentu saja sangat berbeda dengan tak punya apa-apa! Keliru jika Anda mengartikan hidup sederhana itu adalah hidup miskin serba pas-pasan.
(*)
Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id


