Hubungi kami di

Kota Kita

Stok Habis, Pemprov Kepri Stop Sementara Vaksinasi Covid-19

Terbit

|

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana. F. Dok. bursakota.co.id

JURU Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tjetjep Yudiana, menyampaikan bahwa untuk sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menghentikan program vaksinasi Covid-19 karena persediaan vaksin yang sudah habis.

Tjetjep mengatakan program vaksinasi Covid-19 akan kembali dilaksanakan setelah stok vaksin tersedia. “Kami masih menunggu distribusi vaksin dari pemerintah pusat,” katanya  di Tanjungpinang, Jumat (7/10/2022).

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu mengemukakan program vaksinasi dihentikan sementara sejak 1 Oktober 2022.

Vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama di Kepri hingga pada saat itu mencapai 1.789.030 orang atau 99,24 persen, dosis kedua 1.534.698 orang atau 85,13 persen dan dosis ketiga 734.704 orang 53,50 persen.

BACA JUGA :  Kasus Aktif Covid-19 di Batam Sisa 31 Orang, 18 Isolasi Mandiri

Sementara vaksin dosis booster kedua untuk tenaga kesehatan sebanyak 7.498 orang atau 53,10 persen.

“Kepri salah satu provinsi dengan capaian vaksinasi terbaik di Indonesia. Karena itu, vaksin dari berbagai provinsi kerap dikirim ke Kepri,” ujarnya.

Tjetjep menuturkan Pemprov Kepri kini tidak mau menerima vaksin dari sejumlah provinsi yang sudah dekat masa kadaluwarsa. Hal itu disebabkan banyak vaksin yang kadaluwarsa dikembalikan ke pusat.

“Waktu yang tersisa, misalnya hanya dua pekan sehingga vaksin yang belum habis terpakai dikembalikan ke pusat karena sudah kadaluwarsa,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah pusat belum mengadakan vaksin karena masih mengurus vaksin yang kadaluwarsa. “Kemungkinan dalam waktu dekat pengadaan vaksin dilakukan, dan segera dikirim ke Kepri,” ucapnya.

BACA JUGA :  Kepri Dapat 260 Dosis Vaksin Covid-19, Dialokasikan untuk Tanjungpinang

Menurut dia, program vaksinasi tidak menghambat warga untuk melakukan perjalanan ke luar daerah dengan kapal maupun pesawat. Warga dapat ke luar kota asal sudah vaksin dosis kedua.

Kebijakan itu dilakukan agar kegiatan warga di luar kota tidak terhambat, namun tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau belum suntik vaksin dosis kedua tentu harus tes usap dengan metode PCR,” katanya.

Ia mengimbau warga agar divaksinasi setelah vaksin tersedia di Kepri. Suntik vaksin jangan dijadikan alasan sebagai syarat keberangkatan, melainkan untuk kebutuhan kesehatan di masa pandemi.

“Vaksin itu dibutuhkan tubuh kita agar terbentuk kekebalan tubuh dari serangan virus yang mematikan tersebut,” tuturnya.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid