Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sarana Olahraga Engku Putri Rampung Direvitalisasi, Amsakar:”Batam Butuh Sinergi”
    21 jam lalu
    Perang Malaria di Tanjungpinang, 518 Kasus dalam Enam Bulan
    1 hari lalu
    Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam Digerebek Polisi
    1 hari lalu
    ASDP Batam Berlakukan Pas Masuk Pelabuhan
    1 hari lalu
    Kamis (25/06) Harga Emas di Batam Terpantau Menurun
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala Dunia 2026, Brace Vinicius Jr Pastikan Tim Samba Brasil Lolos Babak 32 Besar
    2 hari lalu
    Aplikasi Si-Pintar untuk Pendaftaran Sekolah Tahun 2026 di Bintan
    2 hari lalu
    KPAI Sesalkan Pawai Dukungan MBG Melibatkan Anak Sekolah di Batam
    3 hari lalu
    Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
    4 hari lalu
    Piala Dunia 2026: Enam Tim Lolos 32 Besar, Empat Lain Terhenti Lebih Awal
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    1 hari lalu
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    3 hari lalu
    Pohon Bakau Api Api
    5 hari lalu
    Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
    5 hari lalu
    Pulau Benan, Lingga
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 hari lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    5 hari lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Tak Kantongi Persyaratan Laik Laut, 11 Kapal Tongkang Rute Batam-Singapura Urung Berlayar

Editor Admin 4 tahun lalu 1.7k disimak

SEBANYAK 11 dari 14 kapal tongkang yang melayani pengangkutan kontainer dengan rute Batam-Singapura tidak memiliki persyaratan laik laut, sehingga urung berlayar. Akibatnya, kinerja ekspor dan impor Batam pun ikut terganggu.

Daftar Isi
Berdampak pada Industri di BatamTanggapan BP Batam dan KSOP Batam

Persoalan ini berawal dari Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Nomor : AL.012/3/11/DJPL/2022 tertanggal 21 Juni 2022 perihal Penyampaian Kewajiban Pemenuhan Persyaratan Laik Laut (Barge) yang Melayani Pengangkutan Kontainer.

Untuk dinyatakan laik laut, maka kapal harus memiliki 2 pesyaratan yakni notasi klasifikasi atau yang setara dalam surat klasifikasi kapal, dan surat keterangan dari negara bendera kapal atau badan klasifikasi yang diakui oleh negara bendera kapal kapal, bahwa kapal telah memenuhi persyaratan laik laut untuk pengangkatan kontainer.

Munculnya surat ini menimbulkan kisruh di antara pengusaha pelayaran di Batam.

Indonesia National Shipowner’s Association (INSA) Batam melalui Surat Bernomor 027/INSA-BTM/C/VIII/2022 menyatakan keberatan. Surat ini telah banyak beredar di grup Whatsapp kalangan pengusaha.

Alasannya juga tertera di surat tersebut yang mengatakan bahwa jika peraturan mengenai Persyaratan Laik Laut diterapkan, maka akan berdampak pada kelancaran para pelaku usaha.

Lebih lanjut lagi, maka kapal berbendera Indonesia dan asing dengan rute Batam-Singapura tidak bisa beroperasi. Saat ini yang terdaftar ada 12 set armada tugboat dan tongkang dari Batam.

Imbasnya yakni terganggunya pasokan distribusi barang-barang ekspor maupun impor yang dari Batam ke Singapura atau sebaliknya.

Kapal-kapal di Batam belum memenuhi ketentuan tersebut, sehingga Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) urung menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Imbasnya, banyak kapal terkendala untuk berangkat ke Singapura.

GoWest Indonesia mencoba konfirmasi langsung ke Ketua Insa Batam, Saptana Tri. Namun, pesan Whatsapp dan telepon yang dilayangkan, tidak direspon sama sekali.

Berdampak pada Industri di Batam

Mandeknya keberangkatan kapal tongkang yang mengangkut kontainer ke Singapura sangat berdampak pada kelancaran dunia industri di Batam.

Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam dan Karimun, Tjaw Hieong mengatakan dalam rapat antara stakeholder terkait dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (24/8) lalu, KSOP menerangkan bahwa terdapat 11 dari 14 kapal yang belum memenuhi persyaratan laik laut.

“Baru 3 dari 14 kapal yang penuhi untuk rute Batam-Singapura. 7 bendera Singapura dan 7 bendera Indonesia, itu penjelasan dari KSOP,” katanya, Rabu (24/8).

Sebagai perwakilan dari HKI, Tjaw mengatakan jika pesoalan ini berlarut-larut, maka kawasan industri akan menjadi korban.

“Kalau kapal tongkang tidak bisa jalan, maka rantai pasok ekspor akan terganggu. Jika hanya 3 kapal yang bisa jalan, ya kami mandek, sulit untuk kirim produk industri keluar Batam,” jelasnya.

Kontrak ekspor juga akan ikut terseret, kalau industri di Batam gagal memenuhi perjanjian pengiriman barang. Mandeknya ekspor Batam tentu akan mengganggu kinerja ekspor Batam.

Seperti yang diketahui, perekoomian Batam ditopang oleh kinerja ekspor dari industri-industri yang ada di Batam.

Meski keadaan lagi sulit, Tjaw memberikan apresiasi kepada BP Batam yang cepat tanggap terkait persoalan ini.

“BP Batam akan koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Kepala Dewan Kawasan (DK) Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam, sehingga dapat dicarikan jalan keluar terbaik dan tidak mengganggu kegiatan ekspor dari Batam ke Singapura,” jelasnya.

Jika ada kebijakan diskresi maka akan lebih baik, karena kabarnya pengurusan Persyaratan Laik laut bisa memakan waktu 2 hingga 3 bulan.

“Kalau menunggu selama itu, maka bisa kolaps (industri),” paparnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan ia memahami bahwa surat dari Dirjen Hubla bertujuan memastikan keamanan pengangkutan kontainer lewat laut yang harus memenuhi persyaratan laik laut.

“Namun menurut kami surat tersebut terkesan reaktif akibat adanya kecelakaan yang baru-baru ini terjadi di Karimun dan diterapkan mendadak sehingga membuat kaget para pelaku usaha di Batam,” jelasnya.

Akibatnya, lalu lintas barang Singapura menuju Batam dan sebaliknya menjadi terhambat.

“Menurut kami hal ini akan mengganggu iklim investasi di Batam karena bisa menimbulkan keterlambatan pengiriman barang-barang pelaku usaha di Batam ke luar negeri,” jelasnya.

Apindo Batam mengapresiasi BP Batam yang kemarin mengundang Apindo dengan para pelaku usaha lainnya untuk rapat membahas hal ini. “Dalam rapat kemarin kita memasukkan surat protes dan keberatan melalui BP Batam terkait surat ini. Selain itu juga sudah diputuskan bahwa Kepala BP Batam akan bersurat kepada Bapak Menko Perekonomian untuk meminta Kemenhub menunda dulu pemberlakuan persayaratan dalam surat ini,” tuturnya.

Tujuannya yakni untuk memberikan waktu kepada para pelaku usaha terkait mempersiapkan diri dalam merespon kebijakan tersebut. “Jika diterapkan mendadak begini, maka dunia usaha di Batam akan kacau karena akan banyak terjadi penumpukkan barang yang tidak bisa dikirim ke luar negeri. Kita memperkirakan banyak investor akan hengkang dari Batam kalau sampai ini terjadi. Ini tentunya akan menimbulkan dampak merugikan bagi dunia investasi dan perekonomian Batam,” paparnya.

“Kita berharap pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan tidak reaktif begini dan sebaiknya dikaji secara mendalam terlebih dahulu, juga dibutuhkan masa sosialisasi dan penyesuaian sebelum aturan tersebut dijalankan. Kedepannya kita berharap hal seperti ini tidak akan terjadi lagi agar tidak menimbulkan persepsi negatif di kalangan investor terutama PMA. Investor asing bisa menganggap bahwa kepastian berusaha di Batam tidak bagus karena aturan yang diterapkan terburu-buru dan berubah-ubah,” tegasnya.

Apindo Batam tetap akan bersama pemerintah dalam mengatur dunia usaha di Indonesia khususnya Batam, tapi tentunya institusi pemerintah juga harus memahami bahwa dunia usaha itu butuh waktu dalam menjalankan aturan dan butuh kepastian dalam menjalan usahanya.

Tanggapan BP Batam dan KSOP Batam

BP Batam melalui Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Dendi Gustinandar mengatakan peran BP Batam sebagai pembina investasi, yang memberikan fasilitas untuk mendengarkan keluhan dunia usaha di Batam.

“Kita menggelar rapat dengan dunia usaha karena ada keluhan kapal tertahan seminggu atau dua minggu, sehingga tidak bisa kirim ekspor,” katanya.

BP Batam harus bergerak cepat untuk mencari solusi dari persoalan ini. “Kita sebagai pembina investasi harus bergerak cepat undang semua stakeholder, termasuk KSOP, Insa, Badan Klasifikasi Indonesia (BKI), ISAA, Apindo dan lain-lain. Kita ngobrol (tentang Persyaratan Laik Laut),” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, ia menyarankan untuk segera mencari konfirmasi langsung kepada KSOP Batam, terkait prosedur teknis Persyaratan Laik Laut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala KSOP Batam, Rivolindo tidak merespon pesan Whatsapp maupun telepon yang dilayangkan GoWest Indonesia (leo).

Kaitan Bp batam, kapal pengangkut kontainer, kapal tongkang, Kementerian Perhubungan, khas, kinerja ekspor impor batam, kota, persyaratan laik laut, rute batam-singapura, surat dirjen hubla
Admin 27 Agustus 2022 27 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kenal QRIS Lebih Dekat – Satu QR Code untuk Semua Transaksi Non Tunai | NGOBROL EVERYWHERE (Full)
Artikel Selanjutnya Wali Kota Batam Ajak Insinyur di Kepri Bangun Daerah

APA YANG BARU?

Sarana Olahraga Engku Putri Rampung Direvitalisasi, Amsakar:”Batam Butuh Sinergi”
Artikel 21 jam lalu 175 disimak
Perang Malaria di Tanjungpinang, 518 Kasus dalam Enam Bulan
Artikel 1 hari lalu 211 disimak
Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam Digerebek Polisi
Artikel 1 hari lalu 219 disimak
Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
Statistik 1 hari lalu 204 disimak
ASDP Batam Berlakukan Pas Masuk Pelabuhan
Artikel 1 hari lalu 223 disimak

POPULER PEKAN INI

Pohon Bakau Api Api
Rupa 5 hari lalu 502 disimak
HarbourFront Centre Singapura Tutup Mulai 27 Juli 2026
Artikel 5 hari lalu 413 disimak
Kunang-Kunang Kian Sulit Ditemui: Bioindikator Lingkungan yang Terancam
Lingkungan 5 hari lalu 405 disimak
Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
Statistik 5 hari lalu 400 disimak
Kemenko Perekonomian Tinjau Karimun untuk Optimalisasi Kawasan FTZ
Artikel 5 hari lalu 387 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?