KABAR membanggakan datang dari dunia literasi di Kepulauan Riau. Sejumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan komunitas literasi di berbagai kabupaten/kota di Kepri, dinyatakan lolos kurasi seleksi awal dalam Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Keputusan ini tertuang dalam pengumuman resmi Nomor 0113 Tahun 2026. Dari Kepulauan Riau, sejumlah TBM dan komunitas literasi dinyatakan layak melanjutkan ke tahap berikutnya sebagai calon penerima bantuan pemerintah.
Adapun yang lolos kurasi seleksi awal antara lain:
- Taman Baca Ribka Ricci Marina – Kota Batam
- TBM Abiyasa Bengkong – Kota Batam
- TBM Sayang Anak – Kota Batam
- TBM Berkah Ilmu Cendekia – Kota Batam
- Komunitas Mutiara – Kota Tanjungpinang
- Rumah Literasi Cik Puan – Kabupaten Karimun
- Rumah Baca Enisa Murof – Kabupaten Natuna
- TBM Pesona Ilmu – Kabupaten Kepulauan Anambas
Keberhasilan ini menegaskan bahwa gerakan literasi di Kepulauan Riau terus berkembang secara progresif, adaptif, dan berdampak. TBM hadir bukan hanya sebagai ruang baca, tetapi sebagai pusat transformasi sosial berbasis literasi.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengelola TBM dan komunitas literasi di Kepulauan Riau. Ini adalah hasil dari kerja kolektif, konsistensi, dan komitmen panjang dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat”, sebut Harken, selaku Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepulauan Riau.

TBM hari ini telah menjadi ruang tumbuh, tempat anak-anak belajar, masyarakat berdaya, dan gagasan-gagasan lahir. Ini adalah kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul berbasis literasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atas kepercayaan dan komitmen dalam mendukung komunitas literasi di daerah. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memperkuat gerakan literasi hingga ke akar rumput,” katanya.
“Ke depan, kami mendorong penguatan kolaborasi antara TBM, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor swasta. Literasi harus menjadi gerakan bersama yang terstruktur dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam arah pengembangan ke depan, Harken menegaskan Forum TBM Kepulauan Riau akan terus mendorong peningkatan kapasitas pengelola, dan inovasi program berbasis kebutuhan lokal. TBM ingin naik kelas menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami yakin, dengan semangat kolaborasi dan inovasi, TBM di Kepulauan Riau akan semakin kuat, berdaya saing, dan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari daerah,” katanya.
Momentum ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh pegiat literasi untuk terus bergerak, memperluas dampak, dan memperkuat peran TBM hingga ke pelosok Kepulauan Riau.
Dari TBM, kita menyalakan cahaya. Dari literasi, kita membangun peradaban.
(nes)


