Terhubung Dengan Kami

Histori

Tentang si Penulis Cerita Little House

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

LAURA Elizabeth Ingalls Wilder (7 Februari 1867 – 10 Februari 1957) adalah seorang penulis Amerika yang dikenal dengan karyanya, Little House.

Serangkaian buku anak-anak yang dirilis dari tahun 1932 hingga tahun 1943 yang didasarkan pada pengalaman masa kecilnya di sebuah keluarga pemukim dan pionir Amerika Serikat.

Selama tahun 1970-an dan awal 1980-an, serial televisi Little House on the Prairie adalah adaptasi yang didasarkan pada seri Little House.

Film seri yang populer itu dibintangi Melissa Gilbert sebagai Laura Ingalls, dan Michael Landon sebagai ayahnya, Charles Ingalls.

Laura Ingalls lahir pada 7 Februari 1867, 7 km sebelah utara desa Pepin di wilayah Big Woods, Wisconsin, dari pasangan Charles Phillip Ingalls dan Caroline Lake (née Quiner).

Foto Laura Ingall (1885) : © ist.

Ia adalah anak kedua dari lima bersaudara setelah Maria Amelia (Mary). Tiga adik-adiknya adalah Caroline Celestia (Carry), Charles Frederick (meninggal semasa bayi), dan Grace Pearl.

Rumah tempat kelahiran Laura diperingati dalam bentuk replika pondok kayu, bernama Little House Wayside (Rumah Kecil Tepi Jalan). Kehidupannya di sana menjadi dasar cerita pada buku pertamanya, Little House in the Big Woods (1932).

Laura menikah dengan Almanzo “Manly” Wilder pada tanggal 25 Agustus 1885 ketika berusia 18 tahun dan Manly 28 tahun. Pada tanggal 5 Desember 1886, ia melahirkan putri satu-satunya, Rose Wilder.

Karier Menulis

MASA Depresi Besar, ditambah dengan kematian ibunya pada tahun 1924 dan kakaknya pada tahun 1928, tampaknya telah mendorong Laura untuk melestarikan kenangannya dalam sebuah kisah hidup yang disebut Pioneer Girl.

Ia juga berharap bahwa tulisannya akan menghasilkan beberapa tambahan pendapatan.

Judul pertama dari bukunya adalah When Grandma was a Little Girl. Atas saran penerbitnya, Laura memperluas ceritanya.

Harper & Brothers menerbitkan buku Laura pada tahun 1932, Little House in the Big Woods. Setelah sukses, Laura terus menulis seri-seri buku Little House selanjutnya.

Kehidupan dan Kematian

KELUARGA Wilder hidup secara mandiri dan tanpa kekhawatiran keuangan sampai kematian suami Laura pada usia 92 (1949).

Laura tetap tinggal di tanah pertanian tersebut sendirian selama delapan tahun ke depan. Dia terus aktif berkorespondensi dengan editor, penggemar, dan teman-teman selama bertahun-tahun.

Deskripsi Little House sesuai buku cerita karangan Laura Ingall

Di musim gugur tahun 1956, Laura sakit parah karena diabetes dan masalah jantung. Dia dibawa ke rumah sakit oleh putrinya yang baru tiba ke rumahnya untuk acara Thanksgiving.

Laura kembali ke rumah sehari setelah Natal. Namun, kesehatannya menurun setelah keluar dari rumah sakit, dan akhirnya ia meninggal dalam tidurnya, di rumahnya, pada 10 Februari 1957, tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-90.

Laura dimakamkan di samping suaminya di Pemakaman Mansfield, Missouri. Putri mereka, Rose Wilder Lane, dimakamkan di samping mereka setelah kematiannya pada tahun 1968.

Medali Laura Ingalls Wilder

SEJAK tahun 1954, Asosiasi Layanan Perpustakaan untuk Anak-anak (ALSC), salah satu dari divisi American Library Association, memberikan anugerah kepada para penulis atau ilustrator buku anak-anak di Amerika Serikat yang telah selama beberapa tahun berkontribusi secara substansial dan abadi pada literatur anak-anak.

Hadiah berupa medali tersebut dinamai berdasarkan nama pemenang pertamanya, Laura Ingalls Wilder.

Namun kemudian, lembaga itu menerima berbagai keluhan bahwa Laura Ingalls Wilder memiliki pandangan anti penduduk asli Amerika dan anti kulit hitam seperti tampak dalam karya-karyanya.

ALSC pun akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan nama Laura Ingalls Wilder sebagai nama penghargaan bacaan anak-anak yang mereka berikan setiap tahun itu. Sejak Juni 2018, penghargaan tersebut berganti nama dari Laura Ingalls Wilder Award, menjadi Children’s Literature Legacy Award.

Pihak ALSC mengatakan bahwa novel karya Wilder dan “ungkapan perilaku stereotip” Wilder tidak sejalan dengan nilai dasar ALSC.

Novel anak-anak karya Wilder yang berkisah tentang kehidupan para penjelajah di Amerika Barat banyak mendapat kecaman karena menggunakan bahasa yang tidak memanusiakan penduduk asli dan orang kulit berwarna.

Misalnya, pada salah satu bagian pembukaan buku Little House, penggambarannya terhadap sebuah wilayah ditulisnya dengan menyebut, “tanah yang tidak ada orang di sana. Hanya ada para Indian.”

Sebenarnya pada tahun 1953, penerbit Harper telah mengganti kata “people (orang)” dengan “settlers (pemukim)”, menjadi “Tanah yang tak ada pemukim di sana.”

Namun novel tersebut tetap disorot karena jalan cerita yang mengandung stereotip rasis dan pandangan rasis orang kulit putih pada era Wilder.

Sementara itu, sejumlah penggemar berpendapat bahwa novel tersebut mengandung suatu pandangan sejarah yang penting yang seharusnya dijadikan materi pembelajaran untuk anak-anak.

Sampul buku cerita Little House on The Prairie

Sebuah surat dari dewan pengurus ALSC menyorot tentang ‘kerumitan’ kasus ini’ dan ‘emosi sekitar masalah ini.’

“Kami mengakui bahwa buku karya Wilder tidak hanya memiliki tempat yang penting dalam sejarah bacaan anak, dan terus dibaca hingga saat ini,” tulis dewan pengurus.

Namun, lanjutnya, “Kami juga sadar bahwa buku-buku itu membekaskan luka begitu mendalam bagi banyak pembacanya.”

 

Berbagai sumber

 

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rupa Rupa

Hidup Sehat1 hari lalu

Masuk Bilik Sterilisasi Kemudian Disemprot Desinfektan? Ini Kata WHO

BELAKANGAN, banyak masyarakat di Indonesia yang tinggal di komplek perumahan bergotong royong membuat Bilik Sterilisisasi atau Bilik Disinfektan. Harapannya bisa...

Hidup Sehat2 hari lalu

TONGKAT ALI DARI GUNUNG JANTAN

GUNUNG Jantan, begitu masyarakat Tanjung Balai Karimun menyebut gunung yang berada di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing di kabupaten Karimun ini. Beberapa...

Gaptek? Gak Lah!2 hari lalu

Ada Stiker STAY HOME Di Instagram, Begini Cara Pakainya

UNTUK menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19, Instagram merilis stiker Stay Home pada 22 Maret 2020. Stiker ini mendorong...

Hidup Sehat6 hari lalu

Hantavirus Yang Lagi Viral, VIRUS APA LAGI ITU?

HANTAVIRUS atau virus Hanta jadi yang paling dibicarakan oleh netizen pada sejak Selasa (25/3/2020). Kata “Hangtavirus” pun melesat jadi trending...

Histori1 minggu lalu

Corona dan Pandemi-Pandemi Yang Pernah Terjadi Di Dunia

PANDEMI virus corona masih terus terjadi di berbagai belahan dunia sekarang ini. Secara umum, wabah ini memiliki dampak yang cukup...

Ide2 minggu lalu

Cara Pengemudi Taksi Ini Bentengi Diri Dari Covid-19

WABAH virus Corona yang semakin menggila penyebarannya tentu bikin khawatir para pekerja yang menuntut berinteraksi dengan pelanggannya. Pengemudi taksi satu...

Ide2 minggu lalu

Membuat Sendiri Hand Sanitizer Berstandar WHO

MEREBAKNYA virus corona (covid-19) di banyak negara, menyebabkan banyak pengaruh. Indonesia yang sebelumnya menyatakan diri bebas covid-19, tidak bisa lagi...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

Frogs “Si Taksi Drone”, Berhasil Terbang Perdana

UJI terbang taxi drone kapasitas dua orang bernama Frogs berhasil terbang di Landasan Udara Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta, saat uji terbang pertama...

Histori3 minggu lalu

Hikayat Kabil & Kampung Panau (Bagian 2)

WILAYAH Kabil dan Kampung Panau merupakan sedikit wilayah di kota Batam yang sudah tumbuh sejak lama sebagai tempat permukiman orang....

Makan Enak3 minggu lalu

Berjaya Hotel Johor Sajikan Menu Makanan Nusantara Selama Ramadan 2020

HOTEL Berjaya Waterfront, Johor Bahru, Malaysia, dipastikan akan terasa berbeda pada musim Ramadhan (bulan puasa) 2020 mendatang. Hotel yang bangunannya...

Advertisement