Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Jalan Ambles di Ruas Yos Sudarso Mulai Diperbaiki
    9 jam lalu
    Harga Emas Batangan di Batam Turun, Antam Lebih Rendah dan UBS Menyusut
    9 jam lalu
    SIM Digital Berbasis Ponsel, Uji Coba Mulai di Sejumlah Wilayah
    9 jam lalu
    Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot karena Pergeseran Pusat Aktivitas Warga
    1 hari lalu
    Dugaan Penipuan Jual Beli Titik SPPG MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
    20 jam lalu
    Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
    1 hari lalu
    Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
    3 hari lalu
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    3 hari lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Sultan Abdul Rahman I Muazzamshah (Sultan Riau Lingga Pertama)
    7 jam lalu
    Pulau Kasu, Batam
    1 minggu lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    3 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Tradisi Umat Hindu Bali Saat Nyepi

Editor Admin 9 tahun lalu 2.9k disimak
Foto : cdn.klimg.com

HARI Raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Nyepi bagi umat Hindu banyak dimaknai dengan berdiam diri dan tidak melakukan aktivitas seperti biasa. Tujuannya untuk mengoreksi diri selama satu tahun belakangan.

Sebelum perayaan Nyepi tiba, umat Hindu biasanya melakukan tradisi-tradisi unik. Nah dilansir dari Papasemar.com, Selasa 28 Maret 2017, berikut ini adalah tradisi yang dilakukan saat Nyepi, berikut ulasannya.

Upacara Melasti

Upacara Melasti biasaya dilakukan dua hari menjelang hari raya Nyepi. Pada upacara tersebut, para umat Hindu biasanya akan membawa persembayangan yang ada di Pura untuk kemudian di arak ke pantai atau danau.

Hal ini dilakukan karena bagi umat Hindu, danau atau air adalah sumber air suci yang bisa membersihkan leteh (kotoran) yang bersemayam di dalam diri manusia dan alam.

Upacara Pecaruan atau Pengerupukan

Upacara ini dilakukan pada bulan kesembilan kalendar Sasih Bali yang biasa disebut Tilem Kesanga atau sehari berselang atau tepatnya H-1 perayaan Nyepi. Kegiatan yang disebut dengan Tawur Kesanga atau pengerupukan ini adalah sebuah ritual yang bertujuan untuk menghilangkan pengaruh buruk Butha Kala atau roh jahat.

Dalam upacara Tawur Kesanga, umat Hindu akan melakukan ritual penyebaran nasi tawur, mengobori setiap rumah dan membubuhkan mesiu di setiap pekarangan atau jalan-jalan lapang. Para generasi muda terdiri dari remaja dan anak-anak juga akan mengarak boneka ogoh-ogoh dengan tujuan menakuti Butha Kala.

Bentuk Ogoh-ogoh beragam namun yang paling sering digunakan adalah berbentuk Butha Kala atau makhluk jahat. Ogoh-ogoh ini kemudia setelah diarak akan langsung dibakar dengan maksud menghilangkan semua pengaru buruk.

Perayaan Nyepi

Nah tibalah pada saat perayaan Nyepi. Ada berbagai ritual khusus yang dilakukan setiap yang merayakannya atau dalam hal ini ialah umat Hindu. Ritual tersebut ialah Catur Brata Penyepian. Dalam Catur Brata Penyepian ada empat hal yang harus dilakuakn setiap umat Hindu. Empat Hal tersebut antara lain adalah:

  • Amat Geni

Amat Geni adalah sebuah penyepian atau puasa yang dilakukan oleh umar Hindu untuk tidak menyalakan api secara lahir maupun batin. Yang dimaksud api secara lahir adalah api yang kasat mata atau aktivitas menyalakan api seperti merokok, menyalakan lilin, menyalakan kompor, atau bahkan menyalakan korek yang bisa menimbulkan api. Sedangkan api secara batin ialah segala bentuk emosi yang melibatkan elemen api seperti marah atau hal-hal negatif lainnya.

  • Amati Karya

Ritual selanjutnya yang dilakukan saat hari Nyepi adalah amati karya atau puasa beraktivitas. Dalam Amati Karya seluruh umat Hindu diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang melibatkan keadaan jasmani seperti bekerja, bersekolah, berpergian, bahkan aktivitas kecil seperti membersihkan rumah dan lain sebagainya.

Pada Amati Karya, umat Hindu diminta fokus untuk merenung dan mawas diri secara jasmani. Tujuannya adalah tidak lain untuk mengkhususkan diri dalam beribadah dan menjadikan diri lebih baik di tahun selanjutnya.

  • Amati Lelungan

Yang ketiga adalah Amati Lelungan atau bersikap tenang dan tidak menganggu. Pada Amati Lelungan sangat tidak dianjurkan untuk berpergian atau mengganggu ketenangan orang lain.

Seperti namanya, Nyepi diharapkan menjadi ajang bagi setiap umat Hindu untuk menyepi dan mendekatkan diri kepada Yang Kuasa tanpa memikirkan urusan duniawi seperi pada hari-hari biasanya

  • Amati Lelaguan

Fase yang terakhir adalah amati lelaguan atau tidak melakukan pencarian hiburan atau rekreasi. Amati Lelaguan menganjurkan umat Hindu untuk bertapa atau yoga sehingga memiliki pikiran yang jernih.

Di fase ini umat Hindu akan merenungi apa yang telah mereka lakukan dalam setahun meliputi trikaya yaitu kayika (perbuatan), wacika (perkataan), dan manacika (pikiran).

Setelah merenungi semua kesalahan maka umat Hindu akan membuat sebuah resolusi atau disebut trikaya parisudha mengenai apa yang akan dilakukan pada tahun mendatang.

Upacara Ngembak Geni

Tibalah saat terakhir perayaan Nyepi. Upacara ini dilakukan satu hari pasca perayaan Nyepi. Pada Ngembak Geni, umat Hindu akan melakukan Dharma Santi atau kegiatan saling memaafkan antar umat dengan mengunjungi tetangga dan sanak saudara.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menyambut tahun baru dengan keadaan yang baik tanpa rasa dendam, dengki atau penyakit hati lainnya yang dapat merusak iman.

Itulah beberapa ritual yang dilakukan saat Hari Raya Nyepi. Semua ritual tersebut tentu memiliki tujuan yang baik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadi manusia yang lebih baik. ***

Kaitan bali, hindu, nyepi
Admin 28 Maret 2017 28 Maret 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Jokowi Torehkan Sejarah di Sumut
Artikel Selanjutnya Pelaporan SPT Diperpanjang Hingga 21 April 2017

APA YANG BARU?

Sultan Abdul Rahman I Muazzamshah (Sultan Riau Lingga Pertama)
Tokoh 7 jam lalu 119 disimak
Jalan Ambles di Ruas Yos Sudarso Mulai Diperbaiki
Artikel 9 jam lalu 159 disimak
Harga Emas Batangan di Batam Turun, Antam Lebih Rendah dan UBS Menyusut
Artikel 9 jam lalu 168 disimak
SIM Digital Berbasis Ponsel, Uji Coba Mulai di Sejumlah Wilayah
Artikel 9 jam lalu 167 disimak
Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
Sports 20 jam lalu 186 disimak

POPULER PEKAN INI

Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di Batam
Pendidikan 6 hari lalu 666 disimak
Final Turnamen Voli Piala Wali Kota Batam Berakhir Ricuh
Sports 6 hari lalu 664 disimak
Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
Sports 5 hari lalu 622 disimak
Antisipasi El Nino Bulan Juni-Agustus, BP Batam Siapkan Operasi Hujan Buatan
Artikel 6 hari lalu 602 disimak
100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
Pendidikan 5 hari lalu 596 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?