Hubungi kami di

Ini Batam

Warga Negara Asing Kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji

iqbal fadillah

Terbit

|

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata memandu langsung dua WNA yang mengunjungi Museum Batam Raja Ali Haji. Photo : Ist.

DUA Warga Negara Asing (WNA) di Batam berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Centre.

Museum Batam Raja Ali Haji dibuka (soft opening) bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-191 tahun, Jumat (18/12) kemarin.

Dua WNA tersebut Leo Kao dari Negara Taiwan dan Slay Lee dari China. Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata memandu langsung WNA tersebut. Ia mengajak mengelilingi museum sambil menjelaskan koleksi museum, seperti sketsa wajah Nong Isa.

“Untuk mendapatkan petunjuk wajah Nong Isa atau Raja Isa bin Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda Riau V bin Daeng Kamboja bin Daeng Parani, kita upayakan dari seorang pelukis sketsa, Marani. Adapun, sketsa itu dilukis berdasarkan penggambaran dari Raja Badrillah, salah satu keturunan ke-7 dari Nong Isa,” katanya, Sabtu (19/12).

Ardi juga menjelaskan khazanah Melayu yang dipajang disetiap dinding museum yakni menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

”Kita mengambarkan before dan after infrastruktur Batam, di bawahnya ada masa kota administrasi,” ucapnya.

BACA JUGA :  Kepala BP Batam Dukung BLE Jadi Pilot Project Nasional

Ardi juga menunjukkan tudung manto yakni penutup kepala khas Melayu, dipakai perempuan yang sudah menikah pada saat acara adat seperti pernikahan.

Ia berharap kehadiran Museum Batam Raja Ali Haji bakal jadi destinasi wisata budaya di Kota Batam.

Ardi menuturkan, Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Selain menjadi objek wisata, museum ini juga sebagai media edukasi masyarakat Batam, khususnya para pelajar untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Batam dari masa ke masa.

WNA Taiwan, Leo Kao mengapresiasi atas hadirnya destinasi wisata baru di Batam berupa museum.

“Museumnya sangat bagus, dan kita bisa belajar tentang sejarah Kota Batam,” katanya.

Ia mengaku mendapat informasi dari media sosial bahwa ada destinasi baru di Kota Batam.

“Saya melihat instagram ada museum di Batam jadi saya langsung kesini (museum) sembari menikmati akhir pekan,” ucapnya

Selain WNA Museum Batam Raja Ali Haji juga dikunjungi masyarakat Kota Batam. Selama pandemi Covid-19, sebelum memasuki museum, pengunjung dicek suhu tubuhnya dan disemprotkan hand sanitizer sebagai salah satu protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Museum dibuka setiap hari pukul 10.00-20.00. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook