Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Terbang dari Hang Nadim, Kloter 1 Embarkasi Batam Berangkat Rabu (22/04/2026)
    11 jam lalu
    Embarkasi Batam Berangkatkan 10.845 Jemaah Calon Haji
    16 jam lalu
    Sambal Bilis dan Rendang Buah Tangan Istimewa Untuk JCH Asal Kota Batam
    17 jam lalu
    Pengaruh Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Terhadap Industri di Batam
    18 jam lalu
    Polisi Tangkap Perempuan Pelaku Penggelapan Mobil Rental di Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih di Klenteng Senggarang
    2 hari lalu
    “Pulau Minyak dan Karantina; Sambu, 1929”
    3 hari lalu
    Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
    6 hari lalu
    Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas Digelar di SMKN 1 Batam
    6 hari lalu
    Berapa Lama Emas Harus Disimpan Agar Menguntungkan?
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    1 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    4 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Calon Ibukota Hindia Belanda Yang Terlupakan

Editor Redaksi 7 tahun lalu 3.8k disimak

WACANA pemindahan ibukota sebenarnya sudah ada sejak zaman Presiden Sukarno. Beliau sempat memilih Palangkaraya, Kalimantan Tengah sebagai ibukota baru RI.

Sebelum itu pemerintahan kolonial Belanda ternyata juga membuat rencana untuk memindahkan ibukota Hindia-Belanda dari Batavia ke Bandung yang akhirnya gagal terlaksana akibat kurangnya dana dan ekspansi Jepang.

Namun jauh sebelum Bandung dipilih sebagai calon ibukota, rupanya pemerintah kolonial sempat merencanakan sebuah kota kecil di Jawa Tengah bagian selatan sebagai calon pusat pemerintahan Hindia-Belanda.

Kota yang nyaris menjadi ibukota itu adalah kota Purworejo.

Dalam buku De Indisch Stad op Java en Madoera( 1990 ) tulisan Ronald G.Gill, wacana pemindahan ibukota pemerintah kolonial dari Batavia ke Purworejo pertama kali dicetuskan oleh Von Gagern, seorang jenderal militer Belanda pada tahun 1844.

Ist.

Belajar dari jatuhnya Batavia pada Invasi Inggris ke Jawa pada tahun 1811, militer Belanda menyarankan untuk menggeser ibukota mereka ke wilayah pedalaman, sehingga ibukota tidak mudah diserang musuh dari laut mengingat angkatan laut Belanda pada waktu itu terhitung lemah.

Alhasil, kota-kota pelabuhan besar di pesisir utara seperti Semarang atau Surabaya jelas bukan menjadi pilihan. Lalu mengapa yang dipilih Purworejo?.

Purworejo merupakan kota yang strategis. Di utara Purworejo terhubung dengan kota Magelang yang memiliki garnisun militer cukup besar yang bisa dikembangkan sebagai pangkalan militer utama Belanda dan sebagai garis pertahanan apabila musuh menyerang dari utara.

Jika dirasa masih kurang, Belanda bisa saja membangun benteng-benteng di sepanjang perbukita Menoreh. Kemudian di barat, Purworejo terhubung dengan Cilacap, satu-satunya pelabuhan besar di pantai selatan yang bisa menjadi titik evakuasi pemerintah Belanda dan kalau perlu dikembangkan sebagai pangkalan angkatan laut Belanda.

Di timur, terdapat Vorstenlanden ( wilayah Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta ) yang memiliki banyak perkebunan-perkebunan besar yang menyumbang devisa besar untuk kas pemerintah kolonial.

Pertimbangan lainnya adalah iklim Purworejo yang tidak terlalu panas dan dingin sehingga kondisi lingkungannya lebih sehat dibandingkan Batavia dan masih tersedia lahan yang cukup luas untuk dibangun gedung dan permukiman baru.

Ist.

Jika misalnya Purworejo menjadi ibukota Hindia-Belanda dan negeri Belanda diduduki oleh musuh, maka Ratu atau Raja Belanda akan diungsikan ke Purworejo. Dengan demikian, Purworejo menjadi istana baru kerajaan Belanda.

Mungkin bisa dibayangkan bagaimana kira-kira rupa Purworejo jika seandainya menjadi pusat pemerintahan Belanda.

Di sekitar alun-alun, mungkin akan berdiri berbagai bangunan pemerintahan kolonial yang megah. Permukiman elite Belanda ala Menteng mungkin akan terdapat di selatan atau barat kota.

Kemudian di sepanjang jalan kota akan terpasang jalur-jalur trem. Ya, jika rencana itu terwujud, tentunya wajah Purworejo akan lebih semarak dibandingkan wajah Purworejo yang sekarang.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah kolonial kemudian melirik kota lain yang terlihat memiliki potensi lebih untuk menjadi ibukota baru Hindia-Belanda.

Ist.

Akhirnya, Bandung yang menjadi pilihan. Segera setelah itu, peran Purworejo mulai dilupakan. Tragisnya, setelah dilupakan sebaga calon ibukota, Karesidenan Bagelen dilebur dengan Kedu sehingga Purworejo tidak lagi menjadi ibukota Karesidenan dan akhirnya hanya menjadi kota biasa sampai sekarang.

Wacana Purworejo menjadi ibukota Hindia-Belanda tidak banyak dicatat dalam banyak buku pelajaran sejarah Indonesia. Orang lebih mengenal Bandung sebagai calon ibukota Hindia-Belanda dan memori Purworejo sebagai bakal pusat pemerintahan Hindia-Belanda tergerus oleh waktu.

Sumber : Kompasiana

Kaitan bandung, Ibukota ri, jakarta, palangkaraya, Purworejo, top
Redaksi 23 April 2019 23 April 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rp 4,4 Miliar Umi Disalurkan di Batam Pada Triwulan I
Artikel Selanjutnya Data 831 TPS Batam Sudah Masuk ke Situng

APA YANG BARU?

Terbang dari Hang Nadim, Kloter 1 Embarkasi Batam Berangkat Rabu (22/04/2026)
Artikel 11 jam lalu 129 disimak
Embarkasi Batam Berangkatkan 10.845 Jemaah Calon Haji
Artikel 16 jam lalu 117 disimak
Sambal Bilis dan Rendang Buah Tangan Istimewa Untuk JCH Asal Kota Batam
Artikel 17 jam lalu 124 disimak
Pengaruh Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Terhadap Industri di Batam
Artikel 18 jam lalu 137 disimak
Polisi Tangkap Perempuan Pelaku Penggelapan Mobil Rental di Batam
Artikel 1 hari lalu 162 disimak

POPULER PEKAN INI

Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
Histori 6 hari lalu 367 disimak
Jadikan Batam Destinasi Utama Investasi Digital di Asia Tenggara
Artikel 5 hari lalu 355 disimak
Polda Kepri Pecat Tidak Hormat Empat Bintara Penganiaya Bripda Natanael
Artikel 5 hari lalu 327 disimak
1 Unit Rumah Rusak Berat Tertimpa Pohon Akibat Hujan dan Angin di Kel. Sadai
Artikel 3 hari lalu 303 disimak
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejaksaan Agung
Artikel 5 hari lalu 299 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?