Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Antisipasi El Nino Bulan Juni-Agustus, BP Batam Siapkan Operasi Hujan Buatan
    2 jam lalu
    BMKG Batam:”Batam Berawan, Berpotensi Hujan”
    3 jam lalu
    Menurut Bulog; Distribusi Minyakita Sudah Lancar di Pasaran Batam
    8 jam lalu
    Polisi di Bintan Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Solar Subsidi di Teluk Sebong
    9 jam lalu
    Rumah Hampir Terbakar Akibat Korsleting MCB di Tanjunguban
    14 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di Batam
    17 jam lalu
    Final Turnamen Voli Piala Wali Kota Batam Berakhir Ricuh
    17 jam lalu
    “Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
    2 hari lalu
    10
    Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
    2 hari lalu
    Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    2 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    2 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Calon Ibukota Hindia Belanda Yang Terlupakan

Editor Redaksi 7 tahun lalu 3.8k disimak

WACANA pemindahan ibukota sebenarnya sudah ada sejak zaman Presiden Sukarno. Beliau sempat memilih Palangkaraya, Kalimantan Tengah sebagai ibukota baru RI.

Sebelum itu pemerintahan kolonial Belanda ternyata juga membuat rencana untuk memindahkan ibukota Hindia-Belanda dari Batavia ke Bandung yang akhirnya gagal terlaksana akibat kurangnya dana dan ekspansi Jepang.

Namun jauh sebelum Bandung dipilih sebagai calon ibukota, rupanya pemerintah kolonial sempat merencanakan sebuah kota kecil di Jawa Tengah bagian selatan sebagai calon pusat pemerintahan Hindia-Belanda.

Kota yang nyaris menjadi ibukota itu adalah kota Purworejo.

Dalam buku De Indisch Stad op Java en Madoera( 1990 ) tulisan Ronald G.Gill, wacana pemindahan ibukota pemerintah kolonial dari Batavia ke Purworejo pertama kali dicetuskan oleh Von Gagern, seorang jenderal militer Belanda pada tahun 1844.

Ist.

Belajar dari jatuhnya Batavia pada Invasi Inggris ke Jawa pada tahun 1811, militer Belanda menyarankan untuk menggeser ibukota mereka ke wilayah pedalaman, sehingga ibukota tidak mudah diserang musuh dari laut mengingat angkatan laut Belanda pada waktu itu terhitung lemah.

Alhasil, kota-kota pelabuhan besar di pesisir utara seperti Semarang atau Surabaya jelas bukan menjadi pilihan. Lalu mengapa yang dipilih Purworejo?.

Purworejo merupakan kota yang strategis. Di utara Purworejo terhubung dengan kota Magelang yang memiliki garnisun militer cukup besar yang bisa dikembangkan sebagai pangkalan militer utama Belanda dan sebagai garis pertahanan apabila musuh menyerang dari utara.

Jika dirasa masih kurang, Belanda bisa saja membangun benteng-benteng di sepanjang perbukita Menoreh. Kemudian di barat, Purworejo terhubung dengan Cilacap, satu-satunya pelabuhan besar di pantai selatan yang bisa menjadi titik evakuasi pemerintah Belanda dan kalau perlu dikembangkan sebagai pangkalan angkatan laut Belanda.

Di timur, terdapat Vorstenlanden ( wilayah Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta ) yang memiliki banyak perkebunan-perkebunan besar yang menyumbang devisa besar untuk kas pemerintah kolonial.

Pertimbangan lainnya adalah iklim Purworejo yang tidak terlalu panas dan dingin sehingga kondisi lingkungannya lebih sehat dibandingkan Batavia dan masih tersedia lahan yang cukup luas untuk dibangun gedung dan permukiman baru.

Ist.

Jika misalnya Purworejo menjadi ibukota Hindia-Belanda dan negeri Belanda diduduki oleh musuh, maka Ratu atau Raja Belanda akan diungsikan ke Purworejo. Dengan demikian, Purworejo menjadi istana baru kerajaan Belanda.

Mungkin bisa dibayangkan bagaimana kira-kira rupa Purworejo jika seandainya menjadi pusat pemerintahan Belanda.

Di sekitar alun-alun, mungkin akan berdiri berbagai bangunan pemerintahan kolonial yang megah. Permukiman elite Belanda ala Menteng mungkin akan terdapat di selatan atau barat kota.

Kemudian di sepanjang jalan kota akan terpasang jalur-jalur trem. Ya, jika rencana itu terwujud, tentunya wajah Purworejo akan lebih semarak dibandingkan wajah Purworejo yang sekarang.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah kolonial kemudian melirik kota lain yang terlihat memiliki potensi lebih untuk menjadi ibukota baru Hindia-Belanda.

Ist.

Akhirnya, Bandung yang menjadi pilihan. Segera setelah itu, peran Purworejo mulai dilupakan. Tragisnya, setelah dilupakan sebaga calon ibukota, Karesidenan Bagelen dilebur dengan Kedu sehingga Purworejo tidak lagi menjadi ibukota Karesidenan dan akhirnya hanya menjadi kota biasa sampai sekarang.

Wacana Purworejo menjadi ibukota Hindia-Belanda tidak banyak dicatat dalam banyak buku pelajaran sejarah Indonesia. Orang lebih mengenal Bandung sebagai calon ibukota Hindia-Belanda dan memori Purworejo sebagai bakal pusat pemerintahan Hindia-Belanda tergerus oleh waktu.

Sumber : Kompasiana

Kaitan bandung, Ibukota ri, jakarta, palangkaraya, Purworejo, top
Redaksi 23 April 2019 23 April 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rp 4,4 Miliar Umi Disalurkan di Batam Pada Triwulan I
Artikel Selanjutnya Data 831 TPS Batam Sudah Masuk ke Situng

APA YANG BARU?

Antisipasi El Nino Bulan Juni-Agustus, BP Batam Siapkan Operasi Hujan Buatan
Artikel 2 jam lalu 102 disimak
BMKG Batam:”Batam Berawan, Berpotensi Hujan”
Artikel 3 jam lalu 68 disimak
Menurut Bulog; Distribusi Minyakita Sudah Lancar di Pasaran Batam
Artikel 8 jam lalu 145 disimak
Polisi di Bintan Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Solar Subsidi di Teluk Sebong
Artikel 9 jam lalu 152 disimak
Rumah Hampir Terbakar Akibat Korsleting MCB di Tanjunguban
Artikel 14 jam lalu 147 disimak

POPULER PEKAN INI

Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
Catatan Netizen 5 hari lalu 626 disimak
Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
Lingkungan 5 hari lalu 601 disimak
Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
Pendidikan 7 hari lalu 577 disimak
Disdik Batam Mau Rehab Sekolah dan Bangun Ruang Kelas Baru Tahun Ini
Pendidikan 6 hari lalu 559 disimak
Sabu 1.315,4 gram Ditemukan di Area Terminal Keberangkatan Bandara RHF
Artikel 5 hari lalu 455 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?