Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
    8 jam lalu
    Udara di Batam Terpantau Kabur dan Berasap, Cuaca Berawan Merata Di Semua Wilayah
    22 jam lalu
    Bentrokan Berdarah di Setokok: 4 Orang Lagi Jadi Tersangka, Total 10 Ditahan
    23 jam lalu
    Proyek Jalan Lingkar Batam: Pengaspalan Bertahap Dimulai Tahun Ini hingga 2029
    1 hari lalu
    Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    10 jam lalu
    Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
    11 jam lalu
    Disdik Kota Batam Kembali Lakukan Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)
    20 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
    1 hari lalu
    Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
    1 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    16 jam lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    16 jam lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Calon Ibukota Hindia Belanda Yang Terlupakan

Editor Redaksi 7 tahun lalu 4k disimak

WACANA pemindahan ibukota sebenarnya sudah ada sejak zaman Presiden Sukarno. Beliau sempat memilih Palangkaraya, Kalimantan Tengah sebagai ibukota baru RI.

Sebelum itu pemerintahan kolonial Belanda ternyata juga membuat rencana untuk memindahkan ibukota Hindia-Belanda dari Batavia ke Bandung yang akhirnya gagal terlaksana akibat kurangnya dana dan ekspansi Jepang.

Namun jauh sebelum Bandung dipilih sebagai calon ibukota, rupanya pemerintah kolonial sempat merencanakan sebuah kota kecil di Jawa Tengah bagian selatan sebagai calon pusat pemerintahan Hindia-Belanda.

Kota yang nyaris menjadi ibukota itu adalah kota Purworejo.

Dalam buku De Indisch Stad op Java en Madoera( 1990 ) tulisan Ronald G.Gill, wacana pemindahan ibukota pemerintah kolonial dari Batavia ke Purworejo pertama kali dicetuskan oleh Von Gagern, seorang jenderal militer Belanda pada tahun 1844.

Ist.

Belajar dari jatuhnya Batavia pada Invasi Inggris ke Jawa pada tahun 1811, militer Belanda menyarankan untuk menggeser ibukota mereka ke wilayah pedalaman, sehingga ibukota tidak mudah diserang musuh dari laut mengingat angkatan laut Belanda pada waktu itu terhitung lemah.

Alhasil, kota-kota pelabuhan besar di pesisir utara seperti Semarang atau Surabaya jelas bukan menjadi pilihan. Lalu mengapa yang dipilih Purworejo?.

Purworejo merupakan kota yang strategis. Di utara Purworejo terhubung dengan kota Magelang yang memiliki garnisun militer cukup besar yang bisa dikembangkan sebagai pangkalan militer utama Belanda dan sebagai garis pertahanan apabila musuh menyerang dari utara.

Jika dirasa masih kurang, Belanda bisa saja membangun benteng-benteng di sepanjang perbukita Menoreh. Kemudian di barat, Purworejo terhubung dengan Cilacap, satu-satunya pelabuhan besar di pantai selatan yang bisa menjadi titik evakuasi pemerintah Belanda dan kalau perlu dikembangkan sebagai pangkalan angkatan laut Belanda.

Di timur, terdapat Vorstenlanden ( wilayah Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta ) yang memiliki banyak perkebunan-perkebunan besar yang menyumbang devisa besar untuk kas pemerintah kolonial.

Pertimbangan lainnya adalah iklim Purworejo yang tidak terlalu panas dan dingin sehingga kondisi lingkungannya lebih sehat dibandingkan Batavia dan masih tersedia lahan yang cukup luas untuk dibangun gedung dan permukiman baru.

Ist.

Jika misalnya Purworejo menjadi ibukota Hindia-Belanda dan negeri Belanda diduduki oleh musuh, maka Ratu atau Raja Belanda akan diungsikan ke Purworejo. Dengan demikian, Purworejo menjadi istana baru kerajaan Belanda.

Mungkin bisa dibayangkan bagaimana kira-kira rupa Purworejo jika seandainya menjadi pusat pemerintahan Belanda.

Di sekitar alun-alun, mungkin akan berdiri berbagai bangunan pemerintahan kolonial yang megah. Permukiman elite Belanda ala Menteng mungkin akan terdapat di selatan atau barat kota.

Kemudian di sepanjang jalan kota akan terpasang jalur-jalur trem. Ya, jika rencana itu terwujud, tentunya wajah Purworejo akan lebih semarak dibandingkan wajah Purworejo yang sekarang.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah kolonial kemudian melirik kota lain yang terlihat memiliki potensi lebih untuk menjadi ibukota baru Hindia-Belanda.

Ist.

Akhirnya, Bandung yang menjadi pilihan. Segera setelah itu, peran Purworejo mulai dilupakan. Tragisnya, setelah dilupakan sebaga calon ibukota, Karesidenan Bagelen dilebur dengan Kedu sehingga Purworejo tidak lagi menjadi ibukota Karesidenan dan akhirnya hanya menjadi kota biasa sampai sekarang.

Wacana Purworejo menjadi ibukota Hindia-Belanda tidak banyak dicatat dalam banyak buku pelajaran sejarah Indonesia. Orang lebih mengenal Bandung sebagai calon ibukota Hindia-Belanda dan memori Purworejo sebagai bakal pusat pemerintahan Hindia-Belanda tergerus oleh waktu.

Sumber : Kompasiana

Kaitan bandung, Ibukota ri, jakarta, palangkaraya, Purworejo, top
Redaksi 23 April 2019 23 April 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rp 4,4 Miliar Umi Disalurkan di Batam Pada Triwulan I
Artikel Selanjutnya Data 831 TPS Batam Sudah Masuk ke Situng

APA YANG BARU?

Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
Artikel 8 jam lalu 158 disimak
Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
Sports 10 jam lalu 211 disimak
Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
Pendidikan 11 jam lalu 264 disimak
Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
Rupa 16 jam lalu 256 disimak
Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
Tokoh 16 jam lalu 116 disimak

POPULER PEKAN INI

Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 5 hari lalu 618 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 4 hari lalu 616 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 4 hari lalu 540 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 5 hari lalu 530 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 1 hari lalu 483 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?