KLUB raksasa Italia, Inter Milan, menyegel gelar juara Liga Italia musim ini (2025/2026) setelah menempati peringkat pertama klasemen sementara dengan tiga laga tersisa.
Skuad asuhan Cristian Chivu memastikan gelar juara setelah dini Senin (4/05/2026) dini hari, berhasil mengalahkan Parma dengan skor 2-0 pada pekan 35 Liga Serie A di stadion Giuseppe Meazza, Kota Milan.
Kemenangan ini membuat Inter Milan memiliki 82 poin dari 35 pertandingan dan sudah tidak mungkin terkejar oleh Napoli di tempat kedua dengan tiga laga tersisa.
Sementara itu, perburuan zona Liga Champions masih terbuka untuk Napoli, AC Milan, Juventus, Como, dan AS Roma dengan tiga pertandingan tersisa.
Napoli berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia dengan 70 poin, diikuti AC Milan di posisi tiga, lalu Juventus di tempat keempat.
Kota Milano berubah jadi lautan biru-hitam. Setelah Inter Milan memastikan gelar Scudetto ke-21, euforia langsung pecah—bukan hanya di stadion, tapi juga di seluruh penjuru kota.
Perayaan mencapai puncaknya di Piazza Duomo, ikon kota Milano yang dipadati ribuan, bahkan puluhan ribu, tifosi Nerazzurri. Mereka datang dari berbagai penjuru untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka kembali menjadi penguasa Italia.
Selepas peluit akhir di San Siro, para suporter tak langsung pulang. Mereka justru berbondong-bondong menuju pusat kota, membawa bendera, syal, dan atribut kebanggaan.
Chant khas Inter menggema di sepanjang jalan. Klakson mobil bersahutan, flare menyala, dan kembang api menghiasi langit malam Milano.
Di Piazza Duomo, suasana benar-benar pecah. Area di sekitar Duomo di Milano dipenuhi lautan manusia yang bernyanyi, melompat, dan merayakan kemenangan dengan penuh emosi.
Banyak suporter yang memanjat patung, tiang, hingga area tinggi lainnya demi merasakan atmosfer luar biasa tersebut. Lagu-lagu kemenangan terus dikumandangkan, menciptakan momen yang tak terlupakan.
Bagi para fans, ini bukan sekadar gelar—ini adalah kebanggaan, identitas, dan pembuktian bahwa Inter kembali ke puncak.
Gelar ini terasa semakin spesial karena diraih dengan perjuangan panjang sepanjang musim. Dukungan suporter yang tak pernah padam menjadi salah satu faktor penting di balik kesuksesan tim.
Tak heran, ketika trofi akhirnya diraih, seluruh kota ikut berpesta. Perayaan dipastikan berlangsung hingga larut malam, bahkan dini hari. Jalanan Milano berubah menjadi pesta besar, penuh nyanyian, tawa, dan air mata kebahagiaan.
Scudetto ke-21 bukan hanya milik tim di lapangan—tapi juga milik jutaan hati yang setia di tribun dan di jalanan. Dan di malam itu, satu hal pasti: Milano sepenuhnya milik Inter.
(*)


