KLUB asal kota London, Arsenal berhasil menyudahi penantian panjang selama 22 tahun untuk jadi kampiun Liga Inggris. Keberhasilan Mikel Arteta mengantar Arsenal menjadi juara Liga Inggris diiringi dengan gelimang rekor.
The Gunners, julukan Arsenal, dipastikan jadi kampiun Premier League 2025-2026 setelah Man City tertahan imbang 1-1 kala bertamu ke markas Bournemouth, Stadion Vitality, Selasa (19/5/2026) atau Rabu dini hari WIB.
Secara matematis, dengan raihan 82 poin, posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris 2025-2026 sudah tak mungkin lagi tergusur oleh Man City (78), mengingat kompetisi tinggal menyisakan satu pekan lagi.
Keberhasilan menjuarai Liga Inggris 2025-2026 tentu menghadirkan sukacita luar biasa bagi Arsenal yang telah lama menanti sejak 2004 untuk jadi yang terbaik di kancah Premier League.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tentu juga boleh merasa lega lantaran gelar juara diamankan setelah jadi runner up Liga Inggris dalam tiga musim beruntun.
Bersama Arsenal, Mikel Arteta yang mulai menukangi Arsenal sejak Desember 2019 nyaris selalu menunjukkan progres. Dalam dua musim awal menukangi tim, Arteta mengantar The Gunners finis di urutan delapan.
Setelah itu, ia membawa Arsenal menutup musim 2021-2022 di peringkat lima, sebelum jadi runner up tiga musim beruntun dan pada akhirnya jadi kampiun Premier League 2025-2026.
Gelimang rekor mengiringi sukses Arteta mengantar Arsenal jadi juara Liga Inggris 2025-2026. Sebelum bertugas di Arsenal pada 2019, Arteta sama sekali tak punya pengalaman menjabat sebagai pelatih kepala sebuah tim profesional.
Arteta sebelumnya bertugas sebagai asisten pelatih Pep Guardiola di Man City. Mengutip statistik yang disajikan situs resmi Arsenal, Mikel Arteta kini mengikuti jejak sukses Kenny Dalglish.
Pelatih terakhir yang mampu juara bersama tim yang memberikan kesempatan pertama melatih di tim utama adalah Kenny Dalglish. Ia membantu Liverpool juara pada 1985-1986, 1987-1988, dan 1989-1990.
Arteta yang kini berusia 44 tahun 54 hari juga menjadi pelatih The Gunners termuda yang memenangkan gelar liga. Ia mengungguli George Graham yang 124 hari lebih tua ketika membawa The Gunners meraih trofi pada 1988-1989.
Tercatat, hanya Jose Mourinho (42 tahun, 94 hari) yang pernah memenangkan Premier League pada usia yang lebih muda ketimbang Arteta.
Selain itu, Mikel Arteta juga menjadi orang kedua yang tampil di Premier League sebagai pemain dan kemudian mampu jadi juara ketika beralih profesi sebagai pelatih.
Ia menyamai catatan Roberto Mancini yang pernah bermain untuk Leicester City pada 2001 lalu sebagai pelatih membawa Manchester City meraih gelar juara Premier League 2011-2012.
Arteta juga berstatus pelatih Arsenal dengan rasio kemenangan tertinggi, persisnya 60,4 persen persen dari 351 pertandingan.
Pelatih kelahiran San Sebastian itu unggul jauh dibanding nama-nama ikonik semodel Arsene Wenger (57,2 persen), George Graham (48,9 persen), dan Herbert Chapman (49,9 persen).
Jejak gemilang Arteta bisa kian kuat terpatri dalam lembar sejarah Arsenal andai dirinya bisa mengantar tim memenangi gelar Liga Champions.
Arsenal kini bersiap menghadapi final Liga Champions melawan PSG pada Sabtu, 30 Mei mendatang. Selama 139 tahun berdiri, Arsenal belum pernah jadi kampiun Liga Champions.
(*)


