BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Kepulauan Riau (Kepri) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau banjir rob. Peringatan ini terutama ditujukan kepada wilayah pesisir Batam dan Bintan.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Fadris, menyampaikan bahwa potensi rob di wilayah Kepri diperkirakan terjadi pada 16 hingga 22 Mei 2026, dan informasi tersebut merujuk pada peringatan Direktorat Meteorologi Maritim BMKG Jakarta.
Ia menyebutkan, kemunculan rob terkait dengan fase bulan baru yang berlangsung pada 17 Mei 2026. Fenomena tersebut menyebabkan peningkatan tarikan gravitasi bulan terhadap permukaan laut sehingga muka air laut dapat mengalami kenaikan.
Fadris menjelaskan bahwa dampak banjir rob diperkirakan muncul beberapa hari sebelum hingga beberapa hari setelah puncak fase bulan baru. BMKG juga mencatat bahwa pasang maksimum air laut pada periode Mei 2026 umumnya terjadi pada siang hari dan tengah malam, khususnya di wilayah Bintan.
Meski demikian, hingga saat ini BMKG belum menerima laporan resmi dari masyarakat atau instansi terkait mengenai lokasi terdampak maupun besaran kenaikan muka air laut.
BMKG meminta nelayan maupun pihak lain yang beraktivitas di pesisir, termasuk pemilik tambak, untuk terus memantau informasi cuaca serta data pasang surut. Menurut BMKG, dampak rob lebih berisiko dirasakan pada permukiman pesisir karena kenaikan air berada di permukaan tanpa disertai peningkatan gelombang yang signifikan.
Bagi masyarakat yang mengalami cuaca ekstrem atau rob, BMKG menyarankan untuk melapor terlebih dahulu kepada BPBD setempat. Selanjutnya BPBD akan berkoordinasi dengan BMKG untuk dukungan penanganan dan penyediaan data. BMKG juga mengajak publik mengakses informasi terbaru melalui aplikasi Info BMKG yang tersedia di Play Store dan App Store, serta melalui media sosial resmi BMKG Tanjungpinang.
(nes)


