- Nama : Tengku Muhammad ibn Sultan Abdul Rahman I Muazzam Shah
- Nama Dikenal : Sultan Muhammad II Muazzam Shah ibni Almarhum Sultan Abdul Rahman I Muazzam Shah
- Lahir : 1803
- Ayah: Sultan ‘Abdu’l-Rahman I Mu’azzam Shah
- Ibu: Raja Antia Tik Fatima binti Raja Sulaiman [Engku Dalam]
- Wafat : Daik, 20 Juli 1841
- Posisi : Sultan Riau Lingga kedua (1832 – 1835), Pemangku jabatan Sultan untuk anaknya, Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah (1835 – 1841)
- Masa Pemerintahan : 1832 – 1841
- Isteri : 1) Tengku Kulsum Puteh binti al-Marhum Sultan Ahmad Shah, Tengku Besar Perempuan, 2) Tengku Cik Lebar binti al-Marhum Sultan Ahmad, 3) Encik Buru binti Dato’ Ibrahim, 4) Raja Fatima binti al-Marhum Raja Ja’afar ‘Ala ud-din Shah, 5) Encik Amina, seorang wanita dari Sumbawa, 6) Encik Halima binti ‘Abdu’llah, seorang Tionghoa mualaf, 7) Encik Pungut, seorang wanita Jawa, 8) Encik Biba, 9) Encik Sajah – tahun 1842, menikah lagi dengan anak tirinya, Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Sultan Mahmud IV Muzaffar Shah ibni al-Marhum Sultan Muhammad Mu’azzam Shah
- Anak : 14 orang; 6 lelaki, 8 perempuan ; termasuk Sultan Mahmud IV Muzzafar Shah, Tengku Embong Usman, Tengku Ibrahim, Tengku Andut, Tengku Ja’far, Tengku Dalam, Tengku Kulsum dan beberapa lainnya
DULI Yang Maha Mulia Sultan Muhammad II Mu’azzam Shah ibni al-Marhum Sultan ‘Abdu’l-Rahman I Mu’azzam Shah, adalah Sultan dan Yang di-Pertuan Besar Lingga, Riau yang kedua.
Ia lahir pada 1803. Ibunya adalah Raja Antia Tik Fatima binti Raja Sulaiman [Engku Dalam], ia dididik secara privat. Engku Muhammad resmi diangkat sebagai Putra Mahkota dengan gelar Tengku Besar pada tahun 1812, setelah ayahandanya, Sultan Abdul Rahman I Muazzam Shah naik tahta menggantikan kakeknya, Sultan Mahmud III. Naik takhta setelah ayahnya wafat, 9 Agustus 1832.
Ia kemudian memutuskan turun takhta dan bertindak sebagai pemangku calon Sultan yang merupakan anak pertamanya, Sultan Mahmud Muzzafar Shah pada 1835.
Pernikahan
- Pertama di Kuala Trengganu, sebelum 28 September 1821, dengan Duli Yang Maha Mulia Tengku Kulsum Puteh binti al-Marhum Sultan Ahmad Shah, Tengku Besar Perempuan – wafat di Trengganu, setelah November 1857 – putri sulung dari Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Tuanku Sultan Ahmad Shah I ibni al-Marhum Sultan Zainal-Abidin, Sultan dan Yang di-Pertuan Besar Trengganu, dari istri kedua, Yang Amat Mulia Tengku Putri binti al-Marhum Sultan Mahmud Shah Alam, Tengku Besar Perempuan, putri dari Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri al-Wakil al-Imam Sultan Mahmud Ri’ayat Shah Zilu’llah fil’Alam Khalifat ul-Muminin ibni al-Marhum Sultan ‘Abdu’l Jalil Shah, Sultan dan Yang di-Pertuan Besar Johor dan Pahang.
- Kedua dengan Duli Yang Maha Mulia Tengku Cik Lebar binti al-Marhum Sultan Ahmad – wafat setelah 1862 – putri ketiga dari Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Tuanku Sultan Ahmad Shah I ibni al-Marhum Sultan Zainal-Abidin, Sultan dan Yang di-Pertuan Besar Trengganu, dari istri kedua, Yang Amat Mulia Tengku Putri Bulang binti al-Marhum Sultan Mahmud Shah Alam, Tengku Besar Perempuan, putri dari Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri al-Wakil al-Imam Sultan Mahmud Ri’ayat Shah Zilu’llah fil’Alam Khalifat ul-Muminin ibni al-Marhum Sultan ‘Abdu’l Jalil Shah, Sultan dan Yang di-Pertuan Besar Johor dan Pahang.
- Ketiga dengan Yang Mulia Encik Buru binti Dato’ Ibrahim, putri Dato’ Ibrahim bin Dato’ Bandar Hasan, Dato’ Salawatang Lingga.
- Keempat 1829, dengan Yang Mulia Raja Fatima binti al-Marhum Sultan Ja’afar ‘Ala ud-din Shah – wafat tanpa keturunan di Penyengat, 18xx – putri dari Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Sultan Ja’afar ‘Ala ud-din Shah bin Raja Haji, Yang di-Pertuan Muda Riau.
- Kelima dengan Encik Amina, seorang wanita dari Sumbawa.
- Keenam dengan Encik Halima binti ‘Abdu’llah, seorang Tionghoa mualaf.
- Ketujuh dengan Encik Pungut, seorang wanita Jawa.
- Kedelapan dengan Encik Biba.
- Kesembilan dengan Encik Sajah – menikah lagi 1842 dengan anak tirinya, Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Sultan Mahmud IV Muzaffar Shah ibni al-Marhum Sultan Muhammad Mu’azzam Shah – lihat di bawah.[Mina]
Sultan Muhammad II Muazzam Shah wafat di Kraton, Daik, 20 Juli 1841 – dimakamkan di Bukit Cengkeh, Lingga – meninggalkan keturunan, 6 putra dan 8 putri.
(ham)
Sumber:
Raja 'Ali Haji ibn Ahmad. The Precious Gift (Tuhfat al-Nafis): Terjemahan beranotasi oleh Virginia Matheson dan Barbara Watson Andaya. Oxford University Press, Kuala Lumpur, 1982.
S. Samad Ahmad. Kerajaan Johor-Riau. Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pelajaran Malaysia, Kuala Lumpur, 1985.
Leonard Y Andaya. The Kingdom of Johor 1641-1728. Oxford University Press, Kuala Lumpur, 1975.
Datuk Paul Andresen, Mads Lange fra Bali, og hans efterslægt Sultanerne af Johor. Odense Universitetsforlag, 1992.
Burke's Peerage, Baronetage and Knightage, Burke's Peerage Ltd. bekerja sama dengan Shaw Publishing Co. Ltd., London, 1959.
Haji Buyong bin Adil. Sejarah Johor, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, 1971.
M.A. Fawzi Basri. Warisah Sejarah Johor, Persatuan Sejarah Malaysia, Kuala Lumpur, 1983.
Ensiklopedia Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia, Kuala Lumpur, 1995.
The Leaders of Malaya and Who's Who 1957-1958, J. Victor Morais, Kuala Lumpur, 1958.
W. Linehan, M.A., M.C.S., "A History of Pahang", Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society, Volume XIV, Bagian 2, 1936.
Virginia Matheson, "Strategies of Survival: The Malay Royal Line of Lingga-Riau", Journal of Southeast Asian Studies, Volume XVII, No.1, Universitas Nasional Singapura, Maret 1986.
Kapten H.M. Said. Genealogical Tree of the Johore Royal Families, Government Printing Office, Johore Bahru, 1923.
Shaharil Talib. After its own Image, The Trengganu Experience 1881-1941. Oxford University Press, Singapura, 1984.
The Leaders of Malaya and Who's Who 1957-1958, J. Victor Morais, Kuala Lumpur, 1958.
Who's Who in Malaysia and guide to Singapore, J. Victor Morais, Kuala Lumpur, 1967-1978.
Datin Melba Walker Ibrahim. The Prince and Datin Melba. Dorrance Publishing Co., Inc., Pittsburg, Pennsylvania, 2001.
R.O. Winstedt. "A History of Johore (1365-1895)", Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society, Volume X, Bagian 3, 1932.


