WAKIL Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengusut tuntas dugaan pengerahan ratusan siswa SD dan SMP dalam aksi pawai mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam. Komisi X menegaskan bahwa aktivitas bermuatan politik atau mobilisasi massa tidak boleh mengorbankan hak belajar anak.
“Kami meminta untuk menelusuri kebenaran berita tersebut. Pada prinsipnya jangan sampai gerakan-gerakan seperti itu berpengaruh terhadap proses belajar mengajar,” ujar Lalu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut kabar mobilisasi siswa tersebut cukup mengejutkan pihak kementerian. Saat ini, Kemendikdasmen dilaporkan tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk meminta klarifikasi.
Lalu secara tegas menolak keterlibatan siswa dalam aksi massa, baik yang bersifat mendukung maupun memprotes suatu kebijakan. Menurutnya, jika ada aspirasi terkait dunia pendidikan, hal itu seharusnya disalurkan melalui guru atau kepala sekolah secara formal, bukan dengan membawa anak-anak ke jalan.
“Kami tidak menginginkan siswa-siswi ini untuk turun ke jalan. Cukup disampaikan melalui pihak sekolah,” tegas Lalu.
Ratusan Siswa Turun ke Jalan Berbaju Seragam
SEBELUMNYA pada Minggu (21/6/2026), ratusan siswa SD dan SMP di Kota Batam memenuhi area depan Gedung DPRD Kota Batam untuk mengikuti pawai aspirasi mendukung program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Berdasarkan pantauan, para siswa tampak membawa spanduk serta poster dukungan. Sebagian di antaranya bahkan masih mengenakan seragam sekolah. Layaknya aksi demonstrasi, pawai ini juga dilengkapi dengan mobil komando yang melantangkan orasi di tengah massa.
Aksi ini menyisakan keluhan di tingkat pendidik. Seorang guru yang enggan identitasnya diungkap mengaku terkejut dengan agenda tersebut. Pasalnya, instruksi menghadiri pawai tidak dikirim melalui undangan resmi, melainkan hanya disebar melalui pesan singkat WhatsApp di grup-grup sekolah.
“Kami pun kaget, apalagi ini hari Minggu acaranya. Terpaksalah ikut,” keluh guru tersebut.
Disdik Batam Berdalih demi Salurkan Aspirasi Orang Tua
MENANGGAPI polemik ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, membenarkan bahwa pihaknya menginisiasi pengerahan guru dan siswa dalam pawai tersebut. Hendri berdalih, langkah ini diambil menyusul banyaknya protes dari orang tua murid terkait tersendatnya program MBG di Batam akibat kendala anggaran.
Hendri menjelaskan bahwa ide pawai ini lahir dari pertemuan yang ia gelar bersama para guru untuk membahas keluhan para orang tua.
“Inilah (pawai mendukung MBG) yang pantas kita lakukan. Kita sampaikan masukan ke kawan-kawan DPRD untuk disampaikan kepada pemerintah pusat, bahwa program MBG ini bagus,” kata Hendri kepada media di Batam.
Terkait keluhan para guru yang merasa keberatan karena harus turun ke jalan pada hari libur, Hendri enggan berkomentar banyak. Ia hanya menegaskan bahwa kehadiran dalam pawai tersebut bersifat sukarela. “Undangan hanya untuk yang mau ikut,” pungkasnya.
(dha)


