JUARA Dunia edisi 1998 dan 2018 Prancis berhasil menginjakkan kakinya di babak perempat final ( 8 besar) Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0, yang dihelat di Stadion Phialdelphia, Ahad (5/07/2026) dini hari WIB, dengan kondisi cuaca panas cukup ekstrem.
Paraguay tampil sangat pragmatis, menerapkan strategi bertahan dalam (low block), dan kerap melakukan taktik fisik keras—bahkan menjurus kotor—untuk meredam agresivitas tim Ayam Jantan Eropa.
Pelanggaran Keras dan Kesabaran Prancis
Sejak menit awal, Paraguay memperagakan permainan bertahan yang solid. Kiper mereka, Orlando Gill, tampil heroik dengan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang, termasuk dua kali menahan tembakan jarak dekat Mbappe jelang akhir babak kedua.
Namun, ketangguhan pertahanan La Albirroja juga dibarengi dengan tekel-tekel keras. Herannya, hingga laga usai, wasit sama sekali tidak memberikan satu pun kartu kuning bagi para pemain Paraguay, meski tercatat mereka melakukan lebih dari sembilan pelanggaran keras, termasuk saat Matias Galarza menebas kaki Michael Olise dari belakang.
Sebaliknya, Prancis justru menerima tiga kartu kuning, salah satunya untuk gelandang Manu Kone. Kondisi lapangan yang memanas ini tak lantas membuat Prancis kehilangan arah.
Titik Putih Jadi Penentu
Buah dairi kesabaran Prancis akhirnya menuai hasil pada menit ke-70. Pergerakan brilian Desire Doue di dalam kotak penalti terpaksa dihentikan secara ilegal oleh pemain belakang Paraguay, yang berujung pada hadiah penalti.
Meski pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, sempat memprotes dan menuding Doue melakukan diving, wasit tetap teguh pada keputusannya.
Sebelum eksekusi, para pemain Paraguay sempat mencoba merusak konsentrasi dengan provokasi, namun Prancis dengan cerdik menjadikan Ousmane Dembele sebagai “umpan” (decoy).
Pada akhirnya, Kylian Mbappe maju sebagai algojo dan dengan dingin melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau oleh Gill.
Gol ini tak hanya menjadi penentu kemenangan, tetapi juga memiliki makna historis bagi penyerang Real Madrid tersebut.
Mbappe kini telah mengemas 7 gol, menyamai rekor Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas (Golden Boot) Piala Dunia 2026.
Gol penalti ini merupakan gol ke-11 Mbappe di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya, mempertegas posisinya sebagai pencetak gol terbanyak di fase kritis tersebut, jauh mengungguli legenda-legenda Brasil seperti Ronaldo dan Leonidas (8 gol).
Tensi Memanas di Sisa Waktu
Tertinggal satu gol, Paraguay mulai bermain terbuka dan mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 dengan memasukkan penyerang Mauricio dan Gabriel Avalos. Laga semakin panas ketika babak kedua mendapat tambahan waktu (injury time) hingga 10 menit.
Sejumlah insiden kecil terus mewarnai detik-detik akhir pertandingan, termasuk saat Mbappe harus dilerai setelah terlibat perselisihan tanpa bola, serta momen saat bek Paraguay, Caceres, terlihat menendang pergelangan kaki Mbappe yang sedang terjatuh.
Namun, pengalaman dan kematangan skuad Les Blues sukses meredam segala provokasi tersebut dan mempertahankan skor 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Dengan kemenangan “berdarah-darah” ini, Prancis melaju ke perempat final dan akan menantang wakil tangguh dari Afrika Utara, Maroko, dalam laga yang dijadwalkan berlangsung di Boston pada Kamis 9 Juli mendatang.
(*)


