PESTA Sepakbola terbesar sejagat, Piala Dunia 2026 makin panas. Dari 48 tim peserta, kini tersisa 8 tim terbaik yang resmi melaju ke babak perempat final.
Setelah kejutan berupa tersingkirnya Belanda, Brasil, dan Portugal, persaingan menuju trofi semakin mengerucut dengan sejumlah favorit masih bertahan. Daftarnya penuh nama besar, ada kuda hitam, dan ada balas dendam yang mengintip.
Berikut 8 tim yang masih bertahan:
1. Prancis – Ayam Jantan Eropa Cari Takhta Ketiga
Les Bleus kembali menunjukkan taringnya. Kedalaman skuad dan pengalaman Mbappe dkk bikin Prancis jadi tim paling konsisten sejak 2018.
Dalam penilaian berdasarkan kualitas skuad, performa sepanjang turnamen, dan peluang menjadi juara, Prancis menempati posisi teratas. Les Bleus dinilai memiliki materi pemain paling lengkap sekaligus penampilan paling meyakinkan sejauh ini.
Dipimpin Kylian Mbappe yang kembali menjadi ancaman utama di lini depan, Prancis sukses menyapu bersih fase grup sebelum menyingkirkan Swedia dan Paraguay di fase gugur.
Meski lini tengah masih dianggap menjadi titik lemah, kedalaman skuad membuat tim asuhan Didier Deschamps tetap difavoritkan mengangkat trofi.
Kekuatan: Kedalaman pemain, transisi cepat, mental juara.
PR: Konsistensi lini tengah saat ditekan.
2. Argentina – Misi Albiceleste Pertahankan Mahkota
Messi sudah pensiun dari timnas, tapi warisannya hidup. Generasi baru dipimpin Julian Alvarez dan Enzo Fernandez berhasil menjaga DNA Argentina, kerja keras dan talenta.
Juara bertahan Argentina masih menjadi salah satu kandidat kuat mempertahankan gelarnya. Namun, perjalanan La Albiceleste menuju perempat final tidak semulus yang diperkirakan.
Setelah menyapu bersih fase grup, Argentina dipaksa bekerja keras mengalahkan Tanjung Verde dan Mesir dengan skor identik 3-2.
Performa lini tengah juga dinilai belum sekuat edisi sebelumnya, meski kehadiran Lionel Messi masih menjadi pembeda dalam laga-laga krusial.
Kekuatan: Kekompakan tim, insting gol, dan mental “tidak pernah menyerah”.
PR: Menggantikan peran pemimpin di lapangan.
3. Inggris – The Three Lions Haus Gelar
Setelah final Euro dan semifinal Piala Dunia sebelumnya, Inggris datang dengan skuad paling matang dalam 20 tahun terakhir. Bellingham, Foden, dan Kane jadi trio mematikan.
Kemudian ada Inggris di posisi selanjutnya. Namun, meski datang sebagai salah satu favorit juara, performa The Three Lions masih naik turun sepanjang turnamen.
Kemenangan dramatis atas Meksiko di babak 16 besar kembali meningkatkan kepercayaan diri tim asuhan Thomas Tuchel.
Namun, sejumlah persoalan masih membayangi, termasuk cedera beberapa pemain di posisi bek kanan serta kondisi Declan Rice dan Elliot Anderson yang belum sepenuhnya bugar.
Kekuatan: Kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik Southgate.
PR: Kutukan perempat final harus dipatahkan.
4. Spanyol – Tiki-Taka Versi Baru
Spanyol 2026 bukan Spanyol 2010. Lebih direct, lebih muda, dan lebih tajam. Lamine Yamal dan Pedri jadi otak serangan.
Setelah Prancis dan Argentina, Spanyol yang tampil luar biasa di sektor pertahanan masuk dalam daftar pavorite juara.
La Furia Roja mencatat sejarah sebagai tim pertama yang membukukan enam clean sheet beruntun di Piala Dunia.
Meski lini serang belum sepenuhnya tajam karena kondisi Lamine Yamal yang belum 100 persen fit dan absennya Nico Williams, duet Pedri dan Rodri mampu menjaga keseimbangan permainan.
Kekuatan: Penguasaan bola plus kecepatan sayap muda.
PR: Efektivitas penyelesaian akhir.
5. Belgia – Generasi Emas Terakhir Setan Merah?
Ini mungkin Piala Dunia terakhir untuk De Bruyne, Lukaku, dan Courtois. Belgia datang bukan cuma buat main, tapi buat juara.
Setan Merah Belgia belum pernah menjadi juara dunia, tetapi mereka memiliki pengalaman mencapai semifinal pada edisi 2018 sebelum akhirnya kalah tipis dari Prancis.
Kekuatan: Pengalaman + kualitas individu di tiap lini.
PR: Kebugaran pemain senior.
6. Swiss – Si Tukang Ngerepotin Raksasa
Jangan remehkan Swiss. Mereka selalu lolos dari grup neraka dan punya disiplin taktik luar biasa. Granit Xhaka jadi jenderal lapangan tengah.
Swiss tidak mempunyai koleksi gelar dunia, tetapi mereka memiliki sejarah panjang di babak delapan besar. Sebelum edisi 2026, pencapaian terbaik Swiss adalah tiga kali mencapai perempat final pada 1934, 1938, dan 1954.
Kekuatan: Organisasi pertahanan dan serangan balik cepat.
PR: Kurangnya finisher tajam.
7. Norwegia – Debut Bersejarah Haaland & Odegaard
Untuk pertama kalinya sejak 1998, Norwegia masuk 8 besar. Duet Haaland – Odegaard jadi mimpi buruk bek lawan.
Tim Samba Brazil adalah salahsatu contoh yang telah merasakan dahsyatanya kekuatan The Viking Norwegia.
Kekuatan: Daya gedor Haaland dan kreativitas Odegaard.
PR: Pengalaman minim di fase gugur Piala Dunia.
8. Maroko – Singa Atlas Kembali Mengaum
Dua edisi beruntun Maroko masuk perempat final. Setelah kejutan 2022, kini mereka datang lebih percaya diri dengan Hakimi, Amrabat, dan Amine Adli.
Singa Atlas, julukan Maroko, mengulang kesuksesan empat tahun lalu, di mana mereka berhasil melaju sampai semifinal Piala Dunia 2022 sebelum ditekuk Perancis.
Rekor ini melampaui para pendahulu yang menapaki perempat final Piala Dunia seperti Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010).
Kekuatan: Pertahanan rapat dan dukungan suporter fanatik.
PR: Produktivitas gol saat hadapi tim bertahan.
Yang Bikin Perempat Final 2026 Spesial
- Tabrakan Eropa: 6 dari 8 tim dari Eropa. Dipastikan akan ada semifinal “All-European”.
- Kuda Hitam: Maroko dan Norwegia jadi bukti Piala Dunia format 48 tim membuka peluang baru.
- Duel Revan: Potensi Argentina vs Prancis atau Inggris vs Prancis bisa terjadi lagi.
Dengan format 48 tim dan tuan rumah gabungan USA – Kanada – Meksiko, Piala Dunia 2026 memang beda. Tapi drama di 8 besar tetap sama: satu kesalahan, pulang.
Menurutmu siapa yang paling layak angkat trofi tahun ini? Dan duel mana di perempat final yang paling kamu tunggu?
Saksikan laga-laganya mulai Jum’at (10/07/2026) yang mempertemukan Prancis vs Maroko.
(*/ Dari berbagai sumber)


