- Nama: Pohon Pelawan Merah/ Pohon Merah
- Nama Ilmiah: Tristaniopsis merguensis
- Suku (Famili): Myrtaceae (suku jambu-jambuan). Inilah alasan ilmiah mengapa struktur batang, kulit, dan daunnya sangat mirip dengan pohon jambu.
- Nama Lokal: Pelawan merah, pelawan padang, kayu pelawan, atau balawan merah.
- Habitat Hidup di Kepri: Batam, Bintan, Karimun, Lingga
JIKA Anda sedang menjelajahi kawasan hutan atau pesisir di Kepulauan Riau (Kepri) dan melihat sebatang pohon dengan batang berwarna merah menyala dengan kulit yang mengelupas halus, Anda sedang berhadapan dengan salah satu mahakarya alam tropis paling eksotis: Pohon Pelawan Merah. Di beberapa daerah lain juga disebut pohon Belawan/ Balawan.
Pohon yang secara ilmiah bernama Tristaniopsis merguensis ini sering kali mencuri perhatian karena penampilan fisiknya yang sangat unik.
Sekilas, tekstur batangnya yang licin dan bersisik; sangat menyerupai pohon jambu biji. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab pelawan merah memang bernaung di bawah suku Myrtaceae atau keluarga jambu-jambuan.
Namun, berbeda dengan pohon jambu biasa, seluruh batang, dahan, hingga ranting terkecil dari pohon pelawan memancarkan warna merah tua, merah bata, hingga jingga keunguan yang sangat kontras dengan hijaunya dedaunan hutan.
Keunikan estetika ini dipertegas oleh proses alami bernama eksfoliasi. Secara berkala, kulit luar batangnya yang setipis kertas akan mengelupas dan menyisakan guratan-guratan halus. Proses inilah yang membuat batangnya selalu terlihat bersih, berkilau, dan tampak seperti karya seni hidup di tengah belantara.
Rumah Alami Pelawan Merah di Bumi Segantang Lada
POHON pelawan merah merupakan flora asli yang juga hidup dan tumbuh subur secara alami di Kepulauan Riau. Jenis pohon ini juga tumbuh subur di kepulauan Bangka dan pesisir timur Sumatra.

Kondisi tanah Kepri yang berjenis laterit (tinggi kandungan logam) serta tingkat keasaman (pH) tanah yang cenderung tinggi menjadi surga tersendiri bagi pelawan merah. Di saat jenis pohon besar lain kesulitan beradaptasi dengan tanah yang miskin hara, pelawan merah justru mampu berdiri tegak dan mendominasi bentang alam.
Jejak keberadaan pohon pelawan merah di Kepri dapat ditemukan di beberapa lokasi:
- Kabupaten Karimun: Saking melimpahnya pohon ini di masa lalu, namanya diabadikan menjadi sebuah destinasi wisata pesisir yang sangat terkenal, yaitu Pantai Pelawan di Kecamatan Meral Barat. Pohon-pohon pelawan merah ini tumbuh kokoh di sekitar hutan pantai dan area bebatuan tebing.
- Hutan Batam: pohon ini sempat mendominasi bagian pedalaman hutan di pulau Batam pada masa lalu. Lokasi tumbuhnya saat ini masih bisa dilihat ada di sekitar hutan kawasan penyangga Sungai Ladi dan di sekitar hutan Panbil. Bagi warga perkotaan, keindahan pohon ini, masih bisa disaksikan langsung di kawasan hutan lindung Panbil Nature Reserve, Muka Kuning, Batam [Panbil Nature Reserve]. Di tempat ini, pelawan merah dijaga kelestariannya dan menjadi bagian dari daya tarik ekowisata.
- Pedalaman Lingga dan Natuna: Varietas pelawan merah juga tercatat tersebar luas di area perbukitan dan pedalaman hutan berbatu di wilayah Kepulauan Lingga.
Pohon Sejuta Manfaat: Dari Arang Premium hingga Kuliner Mewah
DI balik tampilannya yang indah, pelawan merah adalah pohon dengan fungsionalitas yang luar biasa tinggi bagi masyarakat lokal. Kayunya masuk dalam jajaran kayu dengan kelas awet tinggi karena strukturnya yang sangat keras dan berat.
Secara tradisional, masyarakat memanfaatkan kayu pelawan untuk tiang pondasi rumah, pasak bumi, hingga bahan pembuat arang premium karena mampu menghasilkan panas stabil yang tahan lama dengan asap yang minim.
Lebih dari sekadar kayu pertukangan, pelawan merah adalah penyokong ekosistem kuliner yang bernilai ekonomi fantastis:
- Madu Pahit Pelawan: Saat musim berbunga tiba, bunga-bunga kecil berwarna putih milik pelawan merah akan diserbu oleh lebah liar (Apis dorsata). Madu murni yang dihasilkan dari nektar bunga ini memiliki rasa pahit yang khas dan khasiat obat yang sangat tinggi, menjadikannya salah satu buruan madu termahal.
- Jamur Pelawan (Kulat Pelawan): Akar pohon pelawan memiliki hubungan simbiosis yang unik dengan mikroorganisme tanah. Pada musim hujan—terutama setelah terjadi badai petir—akan tumbuh jamur liar berwarna merah muda di bawah pohon ini. Jamur ini bertekstur kenyal, memiliki rasa yang sangat lezat, dan tidak bisa dibudidayakan secara buatan, sehingga harga jualnya di pasaran bisa menembus jutaan rupiah per kilogram.


