MASYARAKAT Kota Batam kini harus lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah. Meskipun wilayah lokal terbebas dari titik api, Kota Batam dan sebagian besar wilayah Kepulauan Riau (Kepri) justru terkepung paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditransfer dari daerah lain.
Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mencatat kualitas udara telah menyentuh level mengkhawatirkan pada Rabu (7/10). Konsentrasi particulate matter (PM) 2,5 terukur mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik ($\mu\text{g/m}^3$) pada pukul 08.00 WIB, yang tergolong dalam kategori tidak sehat. Di saat bersamaan, data dari platform IQAir pada pukul 10.00 WIB menunjukkan Indeks Kualitas Udara (AQI+ US) berada di angka 148 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 54,7 $\mu\text{g/m}^3$—masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Penurunan kualitas udara yang drastis ini murni dipicu oleh asap lintas batas domestik. Pemantauan satelit BMKG memastikan tidak ada hotspot (titik panas) yang terdeteksi di wilayah Batam pada Rabu pagi. Meskipun demikian, hotspot masih terdeteksi di area tetangga, yaitu satu titik di Kabupaten Bintan dan tiga titik di Kabupaten Karimun.
Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Rayi Anggraeni, mengonfirmasi bahwa sumber utama asap yang menyelimuti Batam dan hampir seluruh Kepri berasal dari pulau Sumatera dan Kalimantan.
Faktor utama yang memperparah paparan asap ini adalah arah angin. Dominasi angin dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5–20 knot mendorong kabut asap bergerak menuju barat laut hingga timur laut, melintasi wilayah Kepri.BMKG memprakirakan pola angin ini berpotensi terus membawa pasokan asap tambahan ke Batam dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan.
Menghadapi tingginya konsentrasi polutan, pihak Stasiun Meteorologi Hang Nadim mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Risiko kesehatan meningkat terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan.
Warga yang terpaksa keluar rumah sangat disarankan untuk:
- Menggunakan masker perlindungan pernapasan.
- Memenuhi asupan cairan tubuh dengan cukup minum air putih.
- Segera mendatangi fasilitas kesehatan jika merasakan keluhan atau gangguan pernapasan.
Selain mengancam kesehatan, pekatnya kabut asap mulai menekan jarak pandang. Para pengguna jalan dan pengendara diimbau ekstra hati-hati saat berkendara untuk mengantisipasi penurunan jarak pandang yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.
(dha)


