Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    14 jam lalu
    Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
    14 jam lalu
    BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
    14 jam lalu
    Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 100 Ribu Benih Lobster ke Luar Negeri
    14 jam lalu
    Belasan Ribu Hewan Kurban Telah Diperiksa Kesehatannya oleh DKPP Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    4 jam lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    14 jam lalu
    Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
    2 hari lalu
    Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
    3 hari lalu
    100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    5 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Hoaks & Fakta Soal Antibody dan Jumlah Kematian Akibat Covid-19

Editor Redaksi 6 tahun lalu 1.1k disimak

Informasi terkait antibodi dan jumlah kematian karena COVID-19 banyak beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan. Apakah informasi tersebut akurat ? Ikuti tulisan berikut yang dikutip Gowest Indonesia dari laman tirto.id untuk rubrik Khas.

—————-

INFORMASI yang tersebar terkait “virus corona yang diklaim palsu” sudah banyak dan kerap beredar. Demikian pula klaim yang menyebut tidak adanya kematian yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 ini.

Informasi ini salah satunya diunggah oleh akun Facebook Sony H. Waluyo (arsip) yang dibagikan pada 8 Juli lalu. Unggahan akun Sony tersebut menyebutkan analisis Dr. Andrew Kaufman terkait COVID-19. Berikut potongan pesannya:

Munculnya analisa Dr Andrew Kaufman yang adalah ahli biologi molekuler tentang covid menguak tabir rekomendasi WHO yang dinyatakan tidak akurat sehingga identifikasi dan penangangannya menjadi tidak proporsional dan tentu saja malah menciptakan kegaduhan yang berbuntut banyak masalah ruwet.

Dr Andrew Kaufman menyatakan sampel uji covid tidak dimurnikan sehingga ada kekeliruan identifikasi antara virus dengan exosome yang adalah materi genetik antibody.

Inilah mengapa tes covid sering merujuk pada antibody reaktif sebagai acuan untuk deteksi infeksi virus. Tentu saja hasilnya menjadi sering meleset sebab antibody reaktif dapat timbul karena berbagai sebab dan bukan hanya karena oleh covid. Akibat dari terluka, flu biasa, gangguan bakteri dll tentu sudah sewajarnya akan memicu antibody reaktif. Oleh karena itu tak perlu heran jika banyak orang yang dites positif tidak menunjukkan gejala sakit parah dan bahkan dengan istirahat dan berbagai obat segera pulih kembali.

Selain dari Kaufman, Sony juga mengutip situs Zaidpub yang berisi informasi tentang Dr. Stoian Alexov, ahli patologi di Eropa. Dalam unggahannya, akun Sony menyebutkan bahwa Alexov menuduh WHO sebagai “organisasi medis kriminal … tanpa memberikan bukti wabah yang dapat diverifikasi dan obyektif.” 

Artikel Zaidpub berjudul “No One Has Died From The Coronavirus” tersebut memaparkan bagaimana Alexov membuktikan bahwa ahli patologi di Eropa tidak menemukan antibodi monoklonal terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Dengan demikian, keberadaan SARS-CoV-2 dalam tubuh tidak mungkin diverifikasi. Alexov menyimpulkan vaksin COVID-19 tidak mungkin untuk diciptakan.

Penelusuran Fakta

Pemeriksaan fakta ini akan berfokus pada klaim terkait antibodi, angka kematian akibat COVID-19, serta latar belakang kedua ahli yang disebutkan dalam unggahan akun Sony.

Melalui mesin pencarian Google, Tirto tidak menemukan informasi pasti terkait Dr. Andrew Kaufman. Kami juga tidak menemukan website milik Kaufman. BBC menyebut bahwa Kaufman pernah mengunggah video yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap lockdown dan vaksinasi. Video itu saat ini telah diturunkan oleh YouTube karena melanggar aturan komunitas platform tersebut. 

Dalam artikel periksa fakta Reuters, Kaufman juga disebutkan mengeluarkan beberapa klaim salah terkait vaksin COVID-19. Ia menyatakan bahwa vaksin nantinya akan memodifikasi gen manusia. 

Mengutip laman Biotechprimer, vaksin DNA melibatkan injeksi dari sebagian kecil kode genetik virus (DNA atau RNA) untuk merangsang respons kekebalan pada pasien tanpa infeksi. Prosedur ini tidak menciptakan organisme yang dimodifikasi secara genetis. Informasi dari Kaufman juga dinyatakan salah oleh Mark Lynas, peneliti di Cornell University. Menurutnya, seperti ditulis Reuters, vaksin DNA tidak dapat memodifikasi organisme dan tidak ada vaksin yang dapat memodifikasi manusia secara genetik.

Sementara itu, Dr. Stoyan Alexov merupakan ahli patologi di National Oncology Hospital di Bulgaria. Klaim Alexov ini pertama kali dipublikasikan di situs off-guardian.org. Menurut Media Bias Fact-check, OffGuardian termasuk situs konspirasi. 

Klaim yang dipaparkan Alexov, yang juga dipublikasikan oleh Zaidpub, telah disanggah oleh Ian Lipkin, Profesor Epidemiology di Mailman School of Public Health di Columbia University dalam situs Health Feedback.

Selain itu, masih dari Health Feedback, jumlah pasien meninggal disebabkan oleh COVID-19 dapat dibuktikan melalui penghitungan tingkat kematian pada 2020 yang ternyata memang lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya ketika pandemi belum terjadi.

Di Jakarta, Indonesia, misalnya, pada periode Maret, April, dan Mei saja terdapat lebih dari 4.700 pemakaman, mengutip BBC. Padahal, dari pemantauan pada 2011 hingga 2014 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kematian di Jakarta hanya sekitar 6.000 hingga 7.000 jiwa tiap tahunnya. Temuan yang dituliskan oleh BBC menunjukkan lonjakan besar dari kematian rata-rata di Jakarta tiap tahunnya. 

Laporan Financial Times juga menunjukkan tingkat kematian yang lebih tinggi di Belgia, Perancis, dan Italia dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mengutip Health Feedback, angka kematian yang tinggi juga ditemukan di Amerika Serikat. 

Lebih lanjut, Alexov menyatakan, tidak ada antibodi spesifik novel-coronavirus yang ditemukan. Padahal, sejumlah penelitian telah melaporkan penemuan antibodi yang berikatan secara spesifik dengan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, juga antibodi yang melawan SARS-CoV-2 pada pasien yang telah terinfeksi.

Klaim selanjutnya dari Alexov, tubuh membentuk antibodi khusus terhadap patogen yang dihadapinya. Antibodi spesifik ini dikenal sebagai antibodi monoklonal. Namun, deskripsi ini tidak akurat. Ketika berhadapan dengan virus baru, tubuh membutuhkan sekitar 15 hari untuk membuat cukup antibodi. Dengan bantuan Memory B-cells, tubuh akan mengenali virus/patogen tersebut, sehingga jika kita terinfeksi virus yang sama, tubuh dalam memproduksi antibodi dalam waktu yang lebih singkat. 

Antibodi ini dapat membantu sel-sel lain dari sistem kekebalan tubuh mengenali dan menghancurkan patogen. Dalam kasus infeksi virus, antibodi juga dapat mengikat virus untuk mencegah virus menginfeksi sel.

Istilah “monoklonal” menunjukkan bahwa antibodi berasal dari klona sel B yang sama. Ketika sel B membelah, sel-sel putrinya digambarkan sebagai klona. Antibodi yang dihasilkan oleh klona dari sel B yang sama digambarkan sebagai antibodi monoklonal.

Di sisi lain, antibodi poliklonal yang diproduksi oleh klona sel B yang berbeda mengikat ke situs pengikatan antigen yang berbeda pada patogen yang sama. Mengingat tubuh secara alami mengandung banyak klona sel B yang berbeda, kumpulan antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap patogen akan menjadi poliklonal secara natural, bukan monoklonal.

Kesimpulan

Dengan pemaparan fakta yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa klaim-klaim yang disampaikan Dr. Andrew Kaufman dan Dr. Stoyan Alexov bersifat salah, tidak akurat dan menyesatkan.

Sumber : tirto.id

*(Zhr/GoWestId)

Kaitan Anti Body, Covid-19, Hoaks & Fakta, jumlah korban, top
Redaksi 18 Juli 2020 18 Juli 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Lengkapi Fasilitas Pengunjung, Taman Rusa Sekupang Dapat Bantuan CSR dari BNI Berbagi
Artikel Selanjutnya BIN Tak Lagi Di Bawah Kemenkopolhukam

APA YANG BARU?

Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 4 jam lalu 90 disimak
Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
Artikel 14 jam lalu 191 disimak
Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
Sports 14 jam lalu 162 disimak
Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
Artikel 14 jam lalu 178 disimak
BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
Artikel 14 jam lalu 196 disimak

POPULER PEKAN INI

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 5 hari lalu 703 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 5 hari lalu 618 disimak
Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
Pendidikan 5 hari lalu 604 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 5 hari lalu 579 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 5 hari lalu 558 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?