Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
    12 jam lalu
    PTSP BP Batam Siapkan Standar Pelayanan 2026
    12 jam lalu
    Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta
    13 jam lalu
    Alokasi 3 Bulan Rapel Cair, Data Penerima Menyusut
    1 hari lalu
    Yuwanky Diduga Bersembunyi di Singapura
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    12 jam lalu
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    1 hari lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    2 hari lalu
    Tour de Bintan 2026 Kembali! 800 Pesepeda dari 42 Negara Adu Kecepatan di Lagoi Bay
    2 hari lalu
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    4 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    5 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    1 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

“Saat Sahara Bersalju di Januari 2021”

Editor Admin 6 tahun lalu 1.3k disimak

SALJU di bulan Januari mungkin jadi hal lumrah di sejumlah negara. Namun, lain halnya kalau terjadi di Gurun Sahara.

Gurun Sahara di bulan Januari tahun 2021 ini, dilaporkan kembali mendapat perhatian di dunia maya. Itu karena salju turun di sana.

Fenomena langka tak biasa itu terekam oleh salah satu fotografer Algeria bernama Karim Bouchetata pada hari Minggu lalu (17/1). Dikumpulkan dari berbagai sumber, Kamis (21/1/2021), unggahan foto Karim itu pun langsung viral.

Tangkapan layar unggahan Karim Bouchetata di akun Facebook miliknya

Dia mendeskripsikan panorama itu sebagai lukisan es di padang pasir. Karim memotret fenomena itu di Kota Ain Sefra di provinsi Naama, Algeria.

Sebelumnya, fenomena Gurun Sahara yang bersalju juga pernah terjadi tahun 2016.

Kala itu, nama Karim juga sempat viral setelah memotret fenomena itu untuk yang pertama kalinya setelah 37 tahun silam.

Hanya saja, kali ini Karim lebih dari siap. Selain foto, ia juga merekam fenomena itu lewat sebuah video gurun pasir yang sebagian tertutupi salju.

Di lapangan, suhu di Gurun Sahara juga disebut tengah turun drastis. Pekan lalu misalnya, suhu di sana mencapai minus 3 derajat celcius seperti diberitakan situs berita ED News.

Karim Bouchetata

Laporan Karim langsung mendapat tanggapan dari media-media dunia. Seperti BFM TV Perancis, RT Rusia, CNN Brazil hingga DW Jerman memberitakan laporan pria itu. Beberapa di antaranya melakukan interview langsung dengan dirinya.

Salju di Sahara

SALJU turun di Gurun Sahara bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, peristiwa serupa sempat terjadi pada 2018 dan 2016.

Bahkan peristiwa ini disebut sebagai kasus keempat terjadi di salah satu wilayah terpanas di muka Bumi itu. Peristiwa salju di gurun pertama terjadi pada 1979.

Salju kali ini kembali menyelimuti sebagian kawasan di Arab Saudi dan Gurun Sahara yang masuk dalam wilayah Aljazair.

Dilansir Middle East Monitor, Kamis (21/1), fenomena alam ini diduga terjadi akibat tekanan tinggi udara dengan suhu sangat rendah yang terkonsentrasi di wilayah gurun, lalu bereaksi dengan tingkat kelembaban yang tinggi hingga menimbulkan salju. 

Salju di gurun Sahara. © Karim Bouchetata on Facebook

Senada, juru bicara kantor cuaca dan perubahan iklim Inggris menjelaskan cuaca dingin di dataran Eropa yang ada di utara gurun Sahara, bisa mendorong udara dingin yang lembab ke wilayah itu.

Sehingga kadar kelembaban inilah yang bisa menimbulkan salju. Hal ini diutarakan ketika terjadi hujan salju di wilayah yang sama pada 2018 lalu, seperti dikutip The Independence. 

Lebih lanjut, pada 1979, terjadi badai salju selama setengah jam. Badai ini bahkan sempat menghentikan lalu lintas saat itu. Pada 2016, salju kembali turun di sekitar tempat yang sama seharian. Pada 2017 dan 2018, salju kembali turun.

Selain di gurun Sahara, Pada 2008 dan 2019 hujan salju dilaporkan turun di Baghdad, Irak. Para penduduk setempat pun heran dengan fenomena alam itu.

Sebab, mereka sudah terbiasa dengan cuaca terik. Bahkan jika masuk musim panas, suhu udara di Baghdad bisa mencapai 50 derajat Celcius.

Sebelumnya, fenomena turun salju di kawasan Tabuk,Arab Saudi. Saat itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo menuturkan fenomena salju di kawasan Arab Saudi memang mungkin terjadi.

“Memang konotasinya kan Arab itu daerah panas. Padahal kan sebetulnya Arab secara lintang itu agak ke utara, tidak di ekuator persis. Sehingga sebetulnya Arab bisa saja mengalami musim dingin,” jelas Mulyono kepadaCNNIndonesia.com, Selasa (21/1).

Kawasan Arab Saudi yang tidak seluruhnya berada di ekuator membuat salju mampir ke wilayah itu. Sebab, hanya bagian bumi yang berada di garis ekuator yang tidak akan mengalami musim salju.

(*)

Sumber : DW / Middle East Monitor / CNN / The Independent 

Kaitan Gurun Sahara, khas, Salju, top
Admin 22 Januari 2021 22 Januari 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Makanan Yang Perlu Dihindari Saat Sedang Positif Covid-19
Artikel Selanjutnya BP Batam Sosialisasikan Land Management System (LMS) Online Versi 2

APA YANG BARU?

Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
Artikel 12 jam lalu 130 disimak
PTSP BP Batam Siapkan Standar Pelayanan 2026
Artikel 12 jam lalu 131 disimak
Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
Pendidikan 12 jam lalu 136 disimak
Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta
Artikel 13 jam lalu 133 disimak
Alokasi 3 Bulan Rapel Cair, Data Penerima Menyusut
Artikel 1 hari lalu 214 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 5 hari lalu 775 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 4 hari lalu 374 disimak
BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 2 hari lalu 368 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 4 hari lalu 345 disimak
Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
Statistik 4 hari lalu 314 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?