Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
    7 jam lalu
    Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
    12 jam lalu
    Polda Kepri Bongkar Penyelundupan Suku Cadang Pesawat dari Singapura
    20 jam lalu
    Sempat Diamuk Massa, Dua Orang Pelaku Curanmor di Tanjung Uma Diamankan Polisi
    1 hari lalu
    Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    1 hari lalu
    Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
    1 hari lalu
    Disdik Kota Batam Kembali Lakukan Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)
    2 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
    2 hari lalu
    Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    5 jam lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    2 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    2 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

“Perempuan Yang Menanam Jengkol Untuk Melawan Sawit”

Editor Admin 10 tahun lalu 3.4k disimak

BANYAK orang yang menyukai buah yang sering dijadikan lauk ini. Tapi banyak juga yang justru menghindari karena aromanya. tapi bagi Seliwati, tanaman dan buah Jengkol merupakan penopang hidup keluarganya sekaligus “senjata” untuk melawan tanaman sawit.

Bagi sebagian orang yang tidak suka, mungkin akan menghindari jengkol. Tapi tidak bagi Seliwati dan penduduk Kampung Liku Dengen, Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Jengkol merupakan komoditas penting yang menguntungkan perekonomian dan kehidupan mereka.

Perjuangan Seliwati (45), mengajak masyarakat desanya untuk menanam jengkol memang luar biasa. Bersama suaminya, Pa Marla, awalnya ia menanam jengkol di kebunnya pada 2012. Ilmu menanam, ia pelajari dari tetangganya yang sudah dulu memiliki pohon jengkol.

“Belajar dari tetangga kami orang Jawa. Dia sudah punya tanaman jengkol,” ujarnya usai penganugerahan Perempuan Pejuang Pangan 2016 di kawasan Cikini, Jakarta, beberapa waktu lalu, dilansir mongabay.co.id.

Seliwati pun menanami lahan satu hektare miliknya itu dengan jengkol, jumlahnya 80 – 100 pohon dengan jarak tanam 10 meter antar-pohon. Alasan utamanya adalah jengkol mudah dikembangkan. Saat usia lima tahun, pohon ini mampu menyediakan biji berkualitas untuk dijadikan bibit.

“Hanya butuh dibersihkan saja sekitar tiga kali setahun,” ujar ibu tiga anak ini. Setelah itu, pohon makin produktif berbuah.”

Agar lebih maksimal dalam memanfaatkan lahan, Seliwati juga bertanam tumpang sari seperti cabai di sela pohon jengkolnya. Hasilnya cukup bagus dan bisa menambah pendapatan keluarga.

“Meski harga jengkol saat ini belum tinggi, per kilogramnya hanya dihargai Rp10 ribu – 20 ribu, namun kami tetap menanam.”

Kembali Seliwati menuturkan, jika pohon jengkol berbuah lebat, dalam dua kali panen bisa  menghasilkan pemasukan hingga Rp 46 juta. Pohon jengkol pun masih produktif hingga usia 30 tahun.

“Puluhan ton jengkol yang kami hasilkan itu dipasarkan ke Jawa. Kalau mau jualan jengkol bisa hubungi kami,” ujarnya sambil tersenyum mempromosikan hasil kebunnya.

Selain cukup menguntungkan dari sisi ekonomi dan perawatan, pohon jengkol pun berguna untuk melindungi lingkungan agar tetap lestari dan aman. Tanaman jengkol, kata Seliwati, akarnya menahan tanah agar tidak longsor. Ribuan pohon jengkol yang mereka tanam di lahan-lahan berbukit, terbukti membuat bukit itu terjaga dan jauh dari longsor.

Apa yang membuat Seliwati beserta warga begitu semangat menanam jengkol? Ini dikarenakan, lahan masyarakat Desa Uraso rencananya akan dijadikan lokasi perkebunan sawit. Mereka menolak wilayah kelola mereka yang merupakan bagian dari lokasi hak guna usaha inti Perkebunan Sawit PT. PN XIV itu dijadikan hamparan tanaman sawit. Perjuangan dengan menanam pohon jengkol merupakan pilihan utama.

“Jengkol lebih unggul dalam hal ekonomi ketimbang sawit. Tanaman jengkol juga berguna menjaga lingkungan agar tetap lestari. Akarnya, bisa menahan tanah agar tidak longsor,” paparnya.

Kini, di lahan sekitar Desa Uraso sudah ditanami tak kurang 2.000 pohon jengkol. Seliwati bersama masyarakat tidak kesulitan merawatnya, karena jengkol tidak membutuhkan pupuk, apalagi pupuk kimia. Dan tanpa rasa lelah, Seliwati terus mengajak warga dan kepala desa setempat untuk menanam jengkol selain merica.

“Awalnya, pak kepala desa ragu, tapi setelah melihat hasilnya, dia ikut menanam dan mendukung usaha kami.” katanya.

Seliwati tak hanya mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat setempat, tetapi juga terlibat aktif dalam mempertahankan dan melestarikan bahan pangan, serta berandil menjaga lingkungannya. Atas dedikasinya itu, dia dipilih sebagai satu dari sembilan Perempuan Pejuang Pangan 2016. Hajaruddin mendokumentasikan aktivitas dan perjuangan Seliwati dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan ini melalui video bertitel “Pejuang Perempuan Uraso. Tanam Jengkol Lawan Sawit.” ***

Kaitan luwu, pejuang pangan, sawit, seliwati, sulawesi selatan, tanam jengkol
Admin 27 Oktober 2016 27 Oktober 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Di Balik Sukses Suami, Ada Istri Yang Mendorong …”
Artikel Selanjutnya VIDEO : Tersenggol, Kemudian Kepala Pengendara Ini Terlindas Truk Molen!

APA YANG BARU?

Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 5 jam lalu 226 disimak
Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 7 jam lalu 267 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 12 jam lalu 267 disimak
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan Suku Cadang Pesawat dari Singapura
Artikel 20 jam lalu 267 disimak
Sempat Diamuk Massa, Dua Orang Pelaku Curanmor di Tanjung Uma Diamankan Polisi
Artikel 1 hari lalu 284 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 5 hari lalu 641 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 6 hari lalu 639 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 5 hari lalu 562 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 6 hari lalu 553 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 2 hari lalu 527 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?