KETUA DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, menjadi sorotan setelah kedapatan tidak mengenakan helm saat mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson FXDR. Kejadian tersebut diketahui berdasarkan video yang diunggah melalui akun media sosialnya, @iman_sutiawan75, pada Sabtu (9/5/2026) pagi kemarin.
Dalam video tersebut, Iman terlihat mengawali pembicaraan dengan menyebut bahwa ia sedang “refreshing”. Ia tampak melintas di sejumlah ruas jalan protokol, memakai kemeja loreng, celana jeans, serta topi hitam. Di sepanjang perjalanan yang terekam, sejumlah pengendara lain juga terlihat tetap mengikuti aturan berlalu lintas, sementara Iman dinilai melakukan pelanggaran karena tidak memakai helm saat berkendara.
Berdasarkan rekaman, perjalanan Iman dimulai dari kawasan Jalan Diponegoro, lalu menuju Jalan Gajah Mada, dan kemudian melintas di Jembatan Sei Ladi. Video yang sempat viral kemudian ditake down dari akun Instagram, tetapi terlebih dahulu telah diunduh oleh warganet dan sempat diunggah ulang oleh akun-akun lain.
Terkait viralitas video tersebut, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepulauan Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidaya, menyatakan masih melakukan pengecekan. Ia mengatakan akan mengonfirmasi kepada Kasatlantas Polresta Barelang Batam, Kompol Afiditya Arief Wibowo, untuk keperluan identifikasi terkait video tersebut.
Tidak Ada Aset Harley-Davidson di LHKPN Iman Sutiawan
SELAIN menjadi sorotan di jalan raya, Iman Sutiawan juga dikaitkan dengan isu pencatatan harta kekayaan. Sebagai pejabat yang memegang posisi strategis di DPRD Kepri sekaligus menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Kepri, ia tercatat tidak mencantumkan aset Harley-Davidson FXDR 114 dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan kepada KPK.
Berdasarkan data LHKPN, Iman terakhir melaporkan hartanya pada 26 Juli 2024 saat mendaftar sebagai anggota DPRD Kepri. Dari laporan tersebut, total harta yang dimiliki senilai Rp1,44 miliar, yang terdiri dari beberapa komponen, termasuk tanah dan bangunan di Kota Batam, hasil sendiri, serta kendaraan bermotor seperti mobil Toyota Fortuner tahun 2017 dan motor Yamaha N-Max tahun 2018.
Selain aset-aset tersebut, laporan juga mencatat adanya harta bergerak lainnya, kas setara kas, serta utang. Dengan rincian total yang disebut dalam laporan terakhir, muncul pertanyaan mengenai bagaimana perkembangan harta Iman pada tahun 2026 untuk pelaporan periode tahun 2025.
Namun, sejak penutupan pendaftaran harta kekayaan pejabat pada 31 Maret 2026, tidak terlihat adanya laporan harta kekayaan Iman di laman LHKPN KPK. Dalam situs KPK juga tidak ditemukan laporan untuk tahun 2020, 2021, 2022, dan 2023.
Meski begitu, terdapat informasi bahwa pada 2019 Iman Sutiawan memiliki total harta sebesar Rp650 juta, sedangkan pada 2018 total kekayaannya juga tercatat Rp650 juta. Untuk tahun 2017, total kekayaannya tercatat Rp655 juta.
(*)


